Diberdayakan oleh Blogger.

Beginilah Jodoh dalam Islam dan 5 Cara Mendapatkannya

Minggu, 15 Januari 2017

Jodoh dalam Islam - Manusia diciptakan berpasang-pasangan. Ada pria dan ada wanita. Allah SWT menciptakan bagi keduanya sebuah kecendrungan untuk saling menyukai satu sama lain. Maka disinilah lahir cinta dan kasih kepada orang lain. Cinta dan kasih ini adalah suci, fitri karena melekat dalam diri manusia.

Dalam mengarungi kehidupan ini, manusia membutuhkan pasangan. Oleh karena itu, sering kali ia mempertanyakan jodohnya. Bertanya tentang, bagaimana cara ia mendapatkan jodohnya, seperti apa jodohnya, seterusnya dan seterusnya sekelumit pertanyaan tentang jodoh.
Allah SWT berfirman dalam Al Quran yang artinya

"Dan diantara kekuasan-NYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,dan dijadikan-NYA diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS.Ar-Ruum:21)

Dalam Islam, kita harus meyakini bahwa Allah SWT telah menciptakan kita termasuk jodoh atau pasangan kita. Hal ini tidak lepas dari ilmu Allah. Namun, untuk mengetahui siapa jodoh kita? Itu masih menjadi rahasia Allah, masih menjadi teka-teki.

Jodoh baru akan kita tahu setelah kita telah mendapatkannya, melalui jalan mencari jodoh tersebut (ikhtiar).

Allah telah mengetahui jodoh kita, namun kita harus menjemput jodoh tersebut di tangan Allah dengan ikhtiar.
Jangan Lakukaan 2 Hal ini dalam Mencari Jodoh
Mencari jodoh dengan jalan Islam tidak seperti "membeli kucing dalam karung" atau dilakukan dengan cara pacaran.

Islam tidak menyuruh kita mencari jodoh seperti membeli kucing dalam karung, karena Islam menunjukkan cara bagi kita untuk mendapatkan jodoh. Proses pencarian jodoh dalam Islam diliputi dengan tata cara atau adab yang mulia.

Adab-adab yang mulia dan proses yang baik dan berkah dalam mencari jodoh yang membuat pula, dalam Islam urusan jodoh sangat dilarang untuk dilakukan dengan jalan pacaran.

Mencari jodoh dengan cara pacaran adalah salah satu perbuatan yang mendekati maksiat kepada Allah, yakni maksiat. Maksiatnya bisa banyak dan beragam...

... mulai dari pegangan tangan, maksiat pikiran, maksiat berdua-duaan yang bukan mahram dan lain sebagainya daripada itu.

Kita bisa mengamati bahwa, cara mencari jodoh dengan jalan pacaran bagai "habis manis sepah dibuang", bisa dicoba dulu kalau tidak cocok 'sedikit' saja maka bolh dibuang, dan begitu pula sebaliknya.

Bocoran Rahasia Jodoh
Allah SWT sebenarnya telah membocorkan bagi manusia, sebuah bocoran jodoh bagi manusia yakni di dalam Al Quran.

Bocoran rahasia jodoh tersebut berada di dalam surat An Nur ayat 26:

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Dari ayat di atas, Allah SWT menyatakan bahwa pria yang baik akan dipasangkan, dijodohkan dengan perempuan yang baik. Dan sebaliknya, pria yang buruk maka secara otomatis akan berpasangan, berjodoh dengan perempuan, wanita yang selevel dengan dia.

Hal ini pula memberikan sinyal, tanda bagi kita bahwa mencari jodoh adalah sebuah 'proses menjadi baik'. Karena...

.. proses yang baik akan mengantarkan kita untuk mendapatkan jodoh yang baik. Gagal dalam berusaha 'menjadi orang baik', maka sama saja kita tidak berhasil mendapatkan jodoh yang baik pula.

Pengertian jodoh yang baik pun, harus kita sesuaikan dengan ajaran Islam.

Di dalam hadits Rasulullah SAW, disampaikan tentang kriteria-kriteria yang sering dibuat oleh manusia dalam menetapkan jodoh. Manusia sering menetapkan jodoh yang baik dengan kriteria; kecantikannya, harta bendanya, keturunannya...
... dan terakhir adalah karena kebaikan agamanya.

Namun, Rasul SAW sebagai panutan dan manusia paripurna di dunia ini menyatakan bahwa disaat kita berada dalam pertimbangan demikian. Maka pilihlah, pria atau wanita untuk dijadikan jodoh, dinikahi dengan mementingkan dan menomor satukan kriteria kebaikan agamanya sebelum kriteria yang lain.

Lantas, bagaimana cara dan ikhtiar yang bisa dilakukan untuk mendapatkan jodoh dalam Islam diantaranya:

1. Memperbanyak Doa
Salah satu hal yang menghalangi sehingga seseorang belum bertemu dengan jodohnya adalah kurangnya ia berdoa kepada Allah. Ia malas meminta kepada Allah, sehingga Allah pun tidak berkenan untuk memberikan petunjuk baginya.

Maka,

Berdoalah kepada Allah agar dijadikan sebagai pria yang shalih atau muslimah yang shalihah dan mohon dibimbing, diberi petunjuk dalam mencari jodoh yang baik.

Berdoalah selepas shalat. Mintalah doa dan juga restu dari orang tua. Karena doa orang tua, ibu bapak adalah doa yang cepat didengar oleh Allah SWT.

2. Meminta Orang Tua/Wali untuk Dicarikan Jodoh
Meminta orang tua, wali untuk mencarikan jodoh termasuk cara ikhtiar menjemput jodoh.

Sampaikan kepada orang tua bahwa kriteria jodoh anda adalah yang baik agamanya dibandingkan dengan kriteria yang lain.

Mintalah orang tua anda untuk obyektif dalam mencarikan pasangan, karena acapkali orang tua karena janjinya kepada seseorang untuk memasangkan anaknya menjadikan ia tidak obyektif memilih jodoh.

3. Melalui Mediator 'Mak Comlang'
Mediator dalam mencari jodoh bisa dari teman baik kita, sahabat seperjuangan kita atau melalui ustadz atau guru mengaji kita.

Mediator orang-orang terdekat kita ini, bisa dipastikan sudah mengetahui karakter atau selera kita. Sehingga lewat kenalan atau relasinya, bisa saja ia menemukan seseorang yang cocok dengan kita.

4. Memperbanyak Amal Shalih
Diantara amal shalih yang perlu dilakukan dalam menjemput jodoh Islami adalah dengan memperbanyak shadaqah, infaq di jalan Allah.

Amal-amal shalih ini merupakan salah satu kunci cepatnya Allah SWT meng-ijabah, mengabulkan keinginan kita.

5. Jangan Putus Asa dan Berbaik Sangka kepada Allah
Dalam berikhtiar mencari jodoh, maka kita tidak boleh berputus asa jika pada sampai saat ini belum dikabulkan dan bertemu dengan jodoh yang kita ingini.

Berputus asa dalam mencari jodoh akan membuat kita berhenti untuk mencari dan memantaskan diri untuk 'menjadi' orang yang baik. Jika kita berputus asa, maka sama saja kita menutup pintu rahmat dari Allah SWT.

Tetaplah berpikir positif, berbaik sangka kepada Allah. Ingatlah, bahwa ada pahala besar yang disedikan oleh Allah bagi hambaNya yang mengikuti cara-cara Islami dalam mencari jodoh.

Ingatlah sebuah hadits Qudsi berikut, tentang pentingnya berbaik sangka kepada Allah SWT.

"Aku selalu sesuai dengan persangkaan hamba-KU kepada-KU. Dan aku selalu menyertainya ketika ia berzikir kepada-KU. Dan jika ia ingat pada-KU dalam jiwanya, maka AKU pun mengingatnya dalam Zat-KU. Dan jika ia ingat pada-KU ditempat ramai, AKU pun mengingatnya ditempat ramai yang lebih baik daripadanya. Jika ia mendekat pada-KU sejengkal, AKU pun mendekat kepadanya sehasta. Jka ia mendekat sehasta, Aku pun mendekat kepadanya satu depa. Dan jika ia datang kepada-KU dengan berjalan, AKU pun akan datang kepadanya dengan berlari cepat" (Hadist Qudsi).

Berburuk sangka kepada Allah, merupakan perkara yang bisa menolak jodoh.

Semisalnya anda sekarang sudah berumur 30 atau 35 tahun, maka janganlah merendahkan keyakinan anda dengan berkata,

"Saya sudah berumur 35 tahun, mana mungkin saya mendapatkan jodoh yang berumur 30 tahun".

Bagi Allah, bukan sebuah kemustahilan anda akan mendapatkan jodoh yang berumur 25 tahun.

Oleh karena itu, keyakinan dan sangkaan yang baik harus selalu dihadirkan dalam keyakinan kita dalam menanti jodoh.

***
Demikianlah pembahasan tentang jodoh dalam Islam dan 5 cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkannya. Insya Allah jika kita sabar menjalani proses dan melakukan 5 ikhtiar di atas, maka bukan mustahil jodoh akan datang-mendatangi kita tanpa disangka-sangka. 

Ustad Tengku Zulkarnain: Benarkah Ornamen Alexis Bisa Dibaca "PKI"?

Hotel Alexis yang berada di  Jalan RE Martadinata, Ancol, Jakarta Utara kembali menuai sensasi publik.

Setelah namanya ikut disebut-sebut dalam debat cagub DKI Jakarta, Alexis kini menuai sensasi karena ornamen penghias gedungnya. Ornamen itu disebut mirip dengan tulisan PKI yang dirangkai berurutan.

Bahkan, kemiripan tulisan PKI pada ornamen Hotel Alexis ini turut dipertanyakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Tengku Zulkarnain. Ustad Tengku, begitu ia disapa menanyakan kepada netizen mengenai kebenaran apakah ornamen Alexis bisa dibaca PKI.

"Saya mau bertanya pada para followers semua. Benarkah ornamen gedung Alexis ini jika dibaca adalah PKI? Soalnya kami mau meyakinkan," ujarnya dalam akun jejearing sosial @UstadTengku sesaat lalu, Minggu (15/1).

Sekilas memang nampak ornamen berwarna kuning dan merah membentuk deretan tulisan PKI yang menempel menghiasi gedung Alexis, jika dilihat dari jalan tol yang berada tepat di depan Alexis. (rmol)

Tentang Kuda Perang Dalam Surat Al-Adiyat Juz 30


Coba simak firman Allah dalam Q.s. al-'Adiyat:
(وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا * فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا * فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا * فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا * فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا * إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ * وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ * وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ * أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ* وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ * إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ)
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu,
dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta. Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. (Q.s. al-'Adiyat: 1-11)
Tahukah Anda, apa makna al-'Adiyat?
Tahukan Anda, apa makna Dhabha?
Tahukan Anda, apa makna al-Muriyati Qadha?
Tahukah Anda, apa makna al-Mughirat?
Tahukah Anda, makna Naq'a?
Begitu juga, tahukah Anda makna Kanud?
Kalau Anda belum tahu maknanya, tidak apa-apa, mari kita kaji bersama.
Al-'Adiyat itu adalah kuda yang ditunggangi para kesatria dalam peperangan.
Dhabha itu artinya adalah suara nafas kuda, yang terengah-engah.
Fal Muriyati Qadha artinya kuda, ketika menghentakkan kaki dan sepatunya ke tanah dan batu sehingga menimbulkan percikan.
Fal Mughirati Shubha artinya kuda yang menyerang musuh, khususnya di waktu pagi buta (Subuh).
Naq'a artinya debu-debu yang ditimbulkan oleh deru langkah kaki kuda.
Kanud adalah orang yang menolak, tidak mau mengakui nikmat-nikmat Tuhan kita kepadanya.
Pertanyaannya kemudian, apa rahasia Allah bersumpah dengan kuda, ketika kuda-kuda itu marah dan menyerang musuh.. bersumpah dengan nafas-nafas kuda, dengan debu-debu yang dihasilkan oleh derap langkah kakinya?
Ketahuilah, kuda melakukan semuanya itu demi menyenangkan tuannya, kesatria yang menungganginya. Padahal, kuda-kuda itu sebenarnya tidak tahu apa-apa. Hanya saja, kuda-kuda sanggup melakukan apa saja yang diinginkan oleh tuannya. Karena tuannyalah yang memberinya makan, menggembala dan memperhatikannya. Ini merupakan bentuk balas budi kuda-kuda itu kepada tuannya.. Subhanallah..
Jadi sekarang kita tahu, apa maksud Allah mengingatkan kita tentang kuda-kuda itu? Allah seolah ingin mengatakan, kuda saja bisa patuh kepada tuan yang memberi makan, menggembala dan memperhatikannya, kenapa manusia tidak mau patuh kepada Allah, yang Maha Memberi, Mengurus dan Memperhatikan seluruh urusannya?
Karena itu, Allah tampar kita, "Inna al-Insana li Rabbihi la Kanud" (Sesungguhnya manusia itu benar-benar tidak mempunyai rasa terima kasih kepada Tuhannya).
Meski Allah telah memberi berbagai nikmat kepada kita, bahkan tak terhitung jumlahnya, tetap saja kita tak mau mengakuinya. Tidak puas dengan keadaan kita. Selalu saja murka dengah keputusan-Nya. Musibah pertama adalah tatkala kita menikam atau mempertanyaan kebijaksanaan dan keadilan Allah. Kecuali orang yang dikasihi oleh Allah SWT.
Itulah bedanya manusia dengan kuda. Sikap dan perlakuan keduanya terhadap tuannya.
Surat yang sangat pendek, tetapi benar-benar menyentuh hati nurani. Subhanallah. Betapa kurang ajarnya kita, bahkan sudah hinanya kita, ketika Allah membandingkan kita dengan kuda yang tak berakal dan tidak mempunyai hati nurani, tetapi mengerti balas budi. Sementara kita yang diberi akal dan hati nurani tidak tahu balas budi kepada Allah, Rabb, yang telah memberikan segala-galanya kepada kita.
Kita sering tak patuh kepada perintah-Nya, saat kita Dia perintah. Bukan saja tak patuh, malah kadang ada yang menista perintah-Nya. Bahkan dengan bahasa yang sangat kurang ajar kepada-Nya. Titah-Nya dianggap dusta. Kabar-Nya dianggap ramalan.
Astaghfirullaha al-'Adhim.
Semoga Allah ampuni kelalaian kita, dan mengembalikan kita ke jala n-Nya.
KH Hafidz Abdurrahman
(Khadim Majlis-Ma'had Syaraful Haramain)

FAKTA DEBAT PILKADA DKI 2017: Agus Memukau, Anies Mempesona, Ahok Emosi

Jumat, 13 Januari 2017

Jum’at, 13 Januari 2017 – Debat Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 Putaran Pertama, baru saja usai dilangsungkan di Gedung Bidakara, Jakarta.
Kedua pasangan Cagub Muslim: Agus Yudhoyono – Sylviana Murni serta Anies Baswedan – Sandiaga Uno hadir. Pasangan Zhong Wan Xie alias Ahok penista agama – Djarot petahana juga hadir. Acara dipandu oleh moderator jurnalis senior Ira Koesno.
Pertanyaan pertama tentang visi dan misi terkait pembangunan sosial ekonomi untuk Jakarta jika terpilih.
Dengan sangat meyakinkan Agus Yudhoyono Cagub DKI nomor urut 1 menyatakan ia selama ini menyaksikan ketimpangan meningkat di Jakarta, serta daya beli menurun. Warga Jakarta banyak yang takut dengan pemerintahnya sendiri.
Pasangan Agus-Sylvi menyatakan bertujuan membuat Jakarta semakin aman, maju, sejahtera. Serta meningkatkan pembangunan, meningkatkan ekonomi daerah, daya beli masyarakat, pelayanan pendidikan, transportasi dan lain-lain.
Agus menyatakan ia akan berdiri yang terdepan untuk mengubah wajah ibukota Jakarta menjadi maju, modern tetapi tetap berjati diri dan berkarakter.
Sementara Anies Baswedan Cagub nomor urut 3 menyatakan Anies-Sandi tidak akan menempatkan Jakarta sebagai tempat ujicoba, tetapi sebagai tempat untuk mengabdi.
Apabila mendapat amanah terpilih sebagai Gubernur DKI, maka Anies menyatakan lapangan kerja akan ditingkatkan, Pemda Jakarta akan menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Persoalan bahaya narkoba juga menjadi titik perhatian Anies-Sandi.
“Kami akan tegas memerangi narkoba hingga tuntas, ridak ada toleransi!” Demikian tutup Anies pada sesi pertama ini.
Lalu sesi selanjutnya tentang Integritas. Anies menyatakan
Integritas adalah jujur secara probadi, selalu mengikuti tata kelola yang baik.
Dan Anies secara tegas menyatakan ia menolak reklamasi, inilah bukti integritasnya.
Sementara Agus menyatakan: “Kami akan menjaga integritas kami, saya sendiri sudah menujukkan integritas di militer selama 16 tahun, jadi sudah terbiasa menjaga integritas. Kami akan mengedepankan akuntabilitas, transparansi. Terpenting adalah goodwill atau niat baik.”
Tentang bagaimana menciptakan lapangan kerja, Agus menyatakan:
“Angka kemiskinan di Jakarta saat ini sudah demikian besar, ada ratusan ribu warga yang kurang mampu. Itulah alasan kami berikan bantuan langsung sementara, ingat, sementara!. Karena kami sudah berkeliling ke lapangan dan melihat rakyat yang untuk makan saja susah.”
Anies: “Kami bukan memerangi kemiskinan, tapi memajukan kesejahteraan bangsa. Optimisme adalah pesan positif. Lebih dari sekedar menumbuhkan wirausaha.”
Djarot menyerang Agus bagaimana untuk mengelola dana 1 milyar untuk RT dan RW supaya penerimanya bisa mempertanggung jawabkan dana yang diterima dan tidak masuk penjara.
Ironisnya Djarot sempat salah ucap menyebut angka 10 milyar sebelum kemudian dikoreksi oleh Ahok bahwa angka yang benar adalah 1 Milyar per RW. Ini menunjukkan Djarot bertanya namun sesungguhnya ia tidak menguasai masalah.
Sandiaga Uno kemudian mengkoreksi kesalahan data yang dipaparkan oleh Djarot. Karena walaupun usianya jauh dibawah Djarot namun Sandi sudah lama di UMKM, jadi lebih berpengalaman. Sandiaga menyatakan kuncinya adalah pendampingan, mentoring.
Sandi: “Saya audah lama di UMKM. Kuncinya adalah pendampingan, mentoring. Saya punya pengalaman, sudah 1500 pengusaha yg lahir melalui program Oke-Oce yang saya lakukan.”
Agus: “Bantulah mereka yg sulit hidupnya, biayanya hanya 400 ribu sebulan, 5 juta setahun, tidak ada apa-apanya dibandng 70 trilyun APBD DKI. Ini adalah masalah kemanusian, jangan biarkan rakyat kita mati kelaparan. Di AS, di India pun skema bantuan seperti ini dipake, juga di banyak negara lain, apapun namanya Direct Cash Transfer dan lain-lain. Tapi disitu ada intervensi pemerintah untuk membantu rakyat yang sangat sulit.”
Sesi berikutnya pertanyaan soal penggusuran.
Anies: “Saya baru ke Bukit Duri, mereka menang di pengadilan PTUN melawan Pemda DKI, melawan penggusuran. Yang kita lakukan bukan menghilangkan orang miskin, tapi menghilangkan kemiskinan. Penataan ulang, bukan dikosongan.”
Agus: “Kami akan membangun, menata Jakarta tanpa menggusur. Mereka itu sudah digusur, tercabut puluhan Kilometer. Saya telah bertemu dengan korban penggusuran yang bahkan sampai hari ini masih menangis. Jakarta harus benar-benar tumbuh sebagai kota yang manusiawi.
Gedung-gedung beton hanyalah benda mati, rohnya adalah manusianya.”
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Hajjah Sylviana Murni: “300 ribu rumah dibutuhkan di Jakarta, 1000 hektar, itulah wilayah ini. Kami sudah keliling, kami ke rumah susun, mereka bertanya: kami sudah tinggal di Jakarta begitu lama, kenapa kini harus menyewa? Kenapa kami harus terusir? Terusir dr rusunawa pula krn tak mampu membayar.”
“Membangun Jakata tidak harus menyakiti hari masyarakat, dan kita punya hati untuk masyarakat Jakarta.”
Di sesi ini Ahok nampak mulai emosi, dan seperti biasa secara kasar mulai menyerang siapapun yang ia anggap sebagai musuh, dan kali ini sasaran serangan Ahok adalah Agus yang ide dan gagasannya jelas jauh lebih bagus dari Ahok.
Ahok mengaku telah membantu warga miskin Jakarta 600 ribu sebulan, tentu saja ini pengakuan bohong karena faktanya masih begitu banyak warga miskin di Jakarta yang tidak tersentuh sama sekali bantuan dari Pemprov DKI.
Lalu Ahok menyatakan: “Saya bingung”, tentu saja tidak aneh Ahok mengucapkan demikian karena ia memang tidak memahami banyak persoalan di Jakarta.
Ini karena Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta bukan karena dipilih oleh warga Jakarta tetapi karena diangkat oleh Jokowi. Jadi ia memang bukan ahlinya.
Anies lalu mengingatkan kepada Ahok yang selalu menyombongkan diri telah berhasil, Anies: “Ijinkan saya mengingatkan, lima tahun lalu berjanji dibangun kampung-kampung deret di sungai-sungai.”
Ucapan Anies ini langsung disambut tepuk tangan riuh para penonton yang hadir, sementara Ahok tersenyum kecut karena kartu lamanya lima tahun lalu ia telah berjanji namun ia ingkari hingga hari ini dibuka oleh Anies.
Anies: “Kali code di Jogja, di Malang dan lain-lain, warga diajak berdialog yang tinggal di pinggir-pinggir sungai, mereka dikasih akses pendidikan berkualitas, lapangan pekerjaan. Mereka harus sejahtera.”
Pada sesi 4, Agus bertanya kepada Ahok, bertanya dengan sopan, “Pak Basuki, pak Djarot, mengapa menggusur, tapi bagaimana perasaan bapak melihat warga hidupnya semakin sulit, terhempas dari kota Jakarta untuk selama-lamanya, Jakarta ini untuk siapa? Warga yang mana nanti yg menempatinya?”
Ahok kemudian malah menjawab dengan tidak nyambung, ngalor ngidul dan bahkan akhirnya malah membuka kartu aibnya sendiri bahwa di Jakarta masih ada 400 titik lebih kalau hujan terkena banjir. Jadi akhirnya Ahok mengakui sendiri kegagalannya mengatasi masalah banjir di Jakarta.
Sylvi: “Saya jadi bingung, bagaimana kok warga Bukit Duri mereka bisa menang di pengadilan? Apa kemenangan itu semu, tidak bermakna? Pemimpin itu harus mampu mengevaluasi, kebijakannya itu menabrak hukum atau tidak. Ingat pasal 33 UUD 45: fakir miskin ditanggung oleh negara. Pemimpin harus punya hati.”
Tentu saja ucapan ibu Sylvi ini sangat menohok Ahok sebagai otak penggusuran di Bukit Duri dan akhirnya keputusannya itu dinyatakan salah oleh pengadilan, Ahok dinyatakan kalah.
Ahok emosi, bahkan sampai sempat membawa Handphone sambil berdiri maju, sebelum beberapa detik kemudian kemudian dia sadar tak perlu membawa HP. Maka HP itu pun ia taruh lagi ke meja.
Intinya Ahok sama sekali tak mampu menjawab kritikan ibu Sylvi, tapi Ahok hanya ngeles tidak nyambung: “Ya sudahlah namanya juga pengen jadi gubernur.” Sementara pertanyaan Sylvi soal warga Bukit Duri yang telah mengalahkannya di pengadilan sama sekali tidak mampu dijawab oleh Ahok.
Djarot kemudian menyerang Anies-Sandi, bagaimana untuk memecahkan persoalan kemacetan di Jakarta. Sandiaga Uno kemudian menjelaskan bahwa bus Transakarta hanya naik dari segi jumlah, tapi dari segi penumpang hanya naik 6 persen.
Anies juga menyatakan harusnya orang yang punya mobil seharga 3 milyar juga mau naik kendaraan umum, termasuk ahok-djarot.
Kelas menengah yang selama ini naik kendaraan pribadi harus mau pindah naik kendaraan umum. Memimpin itu dengan memberikan contoh, kelas menengah naik kendaraan umum.
Anies lalu menjawab serangan Djarot: “Kapan terakhir kali rute transportasi kita dirubah? Kami bertujuan menciptakan angkutan massal yang nyaman, 5 ribu rupiah dari mana saja dan kemana saja. Terintegrasi.”
Menjawab pertanyaan Anies, Sylvi menyatakan akan melakukan pemberdayaan masyarakat.
Sylvi, “Kami sudah ke Muara Kamal, mereka mengaku kesulitan pekerjaan. Kami akan lakukan program bergulir.
Dana 1 Milyar untuk RW. Saya yakin kalau semua ini dilakukan, warga Jakarta makin terbuka luas pekerjaannya dan makin innovatif.”
Mengenai pengawasan orang asing, Sylvi menyataka sebagai mantan kepala dinas kependudukan di Jakarta, ia tau persis dokumen-dokumen kependudukan sehingga ia punya banyak cara untuk mengawasi orang asing.
Ahok menyerang Agus pada sesi kelima. Bahkan menyatakan Agus-Sylvi menjiplak programnya soal kartu. Ini sungguh menggelikan karena Ahok sendiri tidak punya program apa-apa selama jadi Gubernur DKI Jakarta.
Karena Ahok hanya meneruskan Jokowi dan Jokowipun banyak melanjutkan program-program warisan Fauzi Bowo Gubernur sebelumnya, hanya mengganti nama saja untuk beberapa program.
Sylvi membalas dengan memberikan jawaban yang cukup menohok Ahok:
“Itu sebabnya saya mengeluarkan kartu Satu Jakarta, karena saya melihat sendiri di dalam, program belum jalan. Saya sudah siapkan aplikasi. Kartu kami semua data ada disini. Kami ingin bukan hanya sekedar melaunching tapi merealisasinya.”
Sylvi melanjutkan, “Terbukti KJP saja banyak keluhan, orang banyak sengsara. Kenapa disini saya mas Agus dan mpok Sylvi yang akan terealisasi dengan nyata. Bukan hanya melaunching namun tidak berguna pada kenyataannya.”
Menanggapi hal ini Ahok kembali nampak naik emosinya. Dengan napas yang tersengal-sengal dan tertawa sinis Ahok kembali melakukan serangan kasar:
“Pasangan nomor 1 tidak mengerti peraturan keuangan. Anda kurang mengerti peraturan keuangan.”
Agus akhirnya membalas: “Inilah masalahnya, pemimpin yang selalu curiga dengan rakyatnya sendiri. Bagaimana supaya masyarakat tidak masuk penjara? Bagaimana masyarakat supaya bisa berhasil? Harusnya begitu yang dipikirkan pemimpin”.
Para Hadirin pun menyambut meriah ucapan Agus yang menohok Ahok dengan sangat telak.
Agus menambahkan, “Kami bergerilya 3 bulan, dimana-mana rakyat bilang kami sulit modalnya, kami puluhan tahun tinggal disini. Bersama rakyat, Jakarta akan maju!”
Anies menyatakan Ahok jangan hanya selalu Konsentrasi kepada manusia, jangan hanya benda-benda mati yg hanya bisa difoto.
Anies, “Pertanyaan saya, apa strategi untuk meningkatkan mutu manusia di Jakarta? Untuk mutu pendidikan di Jakarta.”
Tak kuasa menjawab, Ahok dengan emosi kemudian menyerang profesi dosen yang disandang oleh Anies Baswedan:
Ahok: “Kami ini mau memperbaiki orang, kami membangun fisik, danau, dan lain-lain. Ngajar jadi dosen di kampus itu teori, kalau kami, kami tau tujuannya, terukur, harus ada fisik. Saya tau pasangan nomor 3 kan dosen, gayanya begitu!”, demikian serangan Ahok terhadap profesi seorang dosen.
Sebagai seorang doktor bergelar Ph.D yang jauh lebih berpendidikannya daripada si Ahok, Anies tidak terpancing namun dengan tenang malah memberikan jawaban yang sangat menohok Ahok. Karena faktanya Ahok memang tidak menjawab sama sekali apa yang ditanyakan oleh Anies.
Anies: “Saya rasa jawabannya gak nyambung, pertanyataan itu bagaimana meningkatan mutu pendidikan!. Tugas pemimpin
Itu bangun pendidikan, ini penting.”.
Kembali, Ahok tak menjawab bagaimana cara meningkatkan mutu pendidikan di Jakarta, namun berusaha mengalihkan perhatian dengan membahas bus Transjakarta.
Ahok: “Transjakarta mengambil alih semua, visi kami terukur dengan indeks. Kami dapatkan 4 piagam dlm pembangunan manusia.”
Sungguh tidak nyambung jawaban Ahok, cocok dengan istilah “Jaka Sembung Bawa Golok”.
Apalagi kemudian Ahok menyombongkan 4 penghargaan yang ia terima. Bagaimana kalau Ahok memiliki 200 penghargaan lebih seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan? Bisa kita bayangkan pasti ia akan sangat dahsyat kesombongannya.
Menanggapi pertanyaan Sylvi tentang ketegangan sosial, keamanan, kriminalitas di Jakarta yang termasuk yang terburuk diantara kota-kota besar di dunia, Anies menyatakan:
“Pemimpin harus bisa berdialog, bisa bicara dengan semua. Damai bukan ditandai dengan tidak adanya kekerasan, dan damai harus ditandai dengan adanya keadilan. Yaitu lapangan pekerjaan bagi semua, memastikan interaksi antar warga terangkum dengan baik.”
“Untuk urusan penggusuran tegas, tapi untuk urusan prostitusi, Alexis, tidak tegas, itu yang akan kami urusi.” Demikian pemaparan Anies.
Merasa tersindir soal Hotel Alexis, tempat yang Ahok sendiri menyatakannya sebagai sarang pelacuran namun ironisnya sampai kini tak berani Ahok usik, Ahok malah bicara soal diskotek, sama sekali tak membahas mengenai Alexis, ini tentu saja akan makin menambah kecurigaan masyarakat ada apa antara Ahok dengan Alex Tirta boss Alexis.
Anies: “Meningkatkan mutu pendidikan bukan hanya sekedar persekolahan. Visi ahok seperti yang saya catat tadi hanya bicara perut, otak dan dompet”
Anies melanjutkan, “Disitu tak ada moral, karakter, justru yg kami bangun akhlak, karakter moral, ikhlas, beriman, pendidikan bukan sekedar angka partisipasi, tetapi penumbuhan karakter. Saat usai Maghrib yang muslim mengaji. Jam 7-9 malam belajar. Membangun kepemimpinan tak hanya fokus pada material tapi moral.”
Agus: “Saya suka sekali pertanyaan ini, bagaimana membangun karakter masyarakat Jakarta. Sebelum kita bicara program, lihatlah diri kita sendiri, pemimpin harus bisa menunjukkan karakter yang baik, menjaga persatuan.”
“Jakarta adalah Jakarta, tidak harus serupa dengan kota-kota lain di dunia, tetapi Jakarta itu unik. Kita ingin membangun moralitas, akhlak. Negeri ini panglimanya adalah hukum, bukan kekuasaan.”
Ira Koesno kemudian mengajukan pertanyaan terakhir, jika terpilih selama 5 tahun, apakah anda tergiur tawaran atau bujukan maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2019?
Anies dengan tegas menjawab: “Amanat yang kami terima adalah memimpin Jakarta tuntas selama 5 tahun! Jakarta yang satu dlm kebhinnekaan.”
Agus pun menyatakan komitmennya hanya untuk Pilkada DKI. Agus: “kami fokus dengan strategi untuk fokus pilkada DKI Jakarta.”
Sementara untuk menjawab pertanyaan ini, Ahok tidak mau maju, dia malah menyuruh Djarot untuk menjawab dengan suara paraunya yang khas. Ini mengisyaratkan Ahok memang memiliki ambisi tinggi untuk menjadi Capres atau Cawapres pada 2019 nanti.
Seusai debat, Anies mengklarifikasi ucapan Ahok soal surat yang masuk ke kementerian yang pernah ia pimpin, ternyata surat tersebut tidak pernah ada.
Anies merasa perlu untuk melakukan itu karena dalam debat pada sesi tersebut ia tidak diberikan kesempatan lagi untuk menanggapi kebohongan Ahok.
M.Taufik Ketua DPD Gerindra DKI juga mengkritisi manipulasi data soal indeks kemiskinan yang dipaparkan Ahok.
Hasil debat resmi pertama pilkada DKI 2017 yang diselenggarakan oleh KPU DKI ini makin membuka mata warga Jakarta bahwa pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi memang yang terbaik dimiliki oleh warga Jakarta, dan mereka sangat berpeluang untuk menciptakan All Muslim Finals di putaran kedua Pilkada DKI 2017.
Debat Pilkada DKI putaran selanjutnya adalah pada tanggal 27 Januari dan 10 Februari 2017

Gara-gara Sekjen MUI Dihadang, Ormas Islam Se-Kalbar Turun ke Jalan Hari Ini

Kamis, 12 Januari 2017

Massa dari sejumlah Ormas Islam di Kalimantan Barat akan turun ke jalan, hari ini (13/1). Rencananya mendatangi Kapolda Irjen Pol Musyafak menuntut agar segera mengusut tuntas dan menangkap Ormas yang menghadang Sekjen MUI Tengku Zulkarnain yang mendarat di Bandara Susilo, Sintang, Kamis (12/1).

Penolakan yang akhirnya membuat Sekjen MUI meninggalkan Sintang, batal tabligh akbar, disebut-sebut telah melukai masyarakat Islam yang tergabung dalam sejumlah Ormas.

“Kita akan turun ke jalan, besok (hari ini),” jelas Sekretaris Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, Ustadz Syahrani, Kamis (12/1).

Ditegaskan Syahrani, peristiwa tragis di Sintang merupakan kejadian yang sangat mencoreng demokrasi Indonesia.

Sangat mencoreng nilai-nilai Pancasila dan bhinneka tunggal ika, serta menyandera kebebasan umat beragama.

“Secara yuridis mereka telah melanggar. Kami dari aliansi umat Islam Kalimantan Barat bersatu meminta aktor-aktor penolakan itu segera ditangkap dan kasusnya diusut sampai tuntas,” tegasnya.

Aksi-aksi seperti ini, kata Syahrani, tidak boleh terjadi lagi di masa datang. Umat Islam sudah cukup bersabar dengan kondisi seperti itu.

“Apa yang dilakukan mereka sudah melampaui batas dan melanggar UU hukum positif,” terangnya.


Dibeberkan Syahrani, berdasarkan keterangan langsung Asisten Sekjen MUI kepadanya, bahwa aksi penghadangan dan penolakan Wasekjen MUI di Bandara Sintang dilakukan dengan cara-cara yang tidak baik.

“Menjalankan aksi sambil memegang Sajam. Ini terkesan ada pembiaran yang dilakukan Polres Sintang. Kapolres Sintang juga harus diusut, kemudian sistem intelijen polisi di sana itu seperti apa, apa ini disebut dengan kecolongan?” tanya dia.

Itulah yang akan dibicarakan dengan pimpinan tertinggi Polri di Kalbar. “Kita minta Bapak Kapolda, besok (hari ini,red) memberikan klarifikasi kepada kita secara langsung dan terbuka,” tambahnya.

Syahrani memastikan, apa yang terjadi ini prosesnya akan terus dikawal oleh Ormas-Ormas Islam yang ada di Kalbar.

Wakil Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Kalbar, Syarif Kurniawan, menegaskan aksi yang dijelaskan Ustaz Syahrani itu benar-benar akan dilakukan.

“Hampir seluruh Ormas Islam akan turun ke jalan besok (hari ini, red). Diperkirakan ribuan umat,” ungkapnya.

Syarif Kurniawan menilai aksi di Bandara Susilo itu benar-benar melukai hati umat Islam. “MUI itu dilindungi Undang-Undang, kedatangan di sana merupakan undangan dari Bupati Sintang, harusnya diterima bukan ditolak seperti ini,” tegasnya.

Wakil Panglima LPI Kalbar ini juga meminta Kapolda mengusut dan menangkap pelaku dan otak aksi di Bandara Sintang.

“Ada 25 sampai 30 orang yang melakukan pengadangan dan menolak kedatangan Sekjen MUI, kita minta semuanya ditangkap,” ujarnya.

Syarif Kurniawan pun merasa aneh, wilayah objek vital terbatas (restricted area) seperti Bandara, bisa lolos orang-orang membawa sajam.

Sehingga aksi penolakan dengan membawa senjata tajam itu terkesan terjadi pembiaran. “Ke mana Kapolres Sintang dan intelijennya?” tanya dia. 

COPOT KAPOLDA JABAR

Jawa Barat dan Bandung sebagai kota damai tercoreng dengan pengeroyokan masa GMBI yang anarkis menyerang pengawal Habieb Rizieq Syihab yang memenuhi panggilan polisi atas laporan penistaan pancasila. Sehingga masyarakat Bandung dan Jawa Barat menilai Kapolda tidak mampu meredam dan menjaga gejolak masyarakat.

Sehingga, masyarakat Jawa Barat berhak menyatakan tidak percaya dan mendesak Kapolri mencopot jabatannya. Setidaknya ada 5 hal yang mendasari itu, yakni

1. MEMPROSES PERKARA HABIEB RIZIEQ YANG TIDAK JELAS TUNTUTANNYA
2. PEMROSESAN PERKARA HABIEB RIZIEQ MEMICU KONFLIK HORISONTAL
3. MENURUNKAN GMBI UNTUK MERONGRONG PENGAWALAN DAMAI
4. MEMBIARKAN MASA GMBI MENGEROYOK PENGAWAL YANG SUDAH BUBAR
5. MENCORENG CITRA JAWA BARAT SEBAGAI PROVINSI YANG DAMAI

MEMPROSES PERKARA HABIEB RIZIEQ YANG TIDAK JELAS TUNTUTANNYA

 
Dijelaskan Habieb, bahwa beliau diperlakukan dengan baik oleh penyidik dan mereka menanyakan perihal thesis S2 beliau yang lulus dengan cum laude. Ini suatu hal yang bermasalah, karena sebuah thesis tidak bisa diperkarakan demi kebebasan ilmiah. Bahkan bila thesis inipun dibedah, bukan penistaan Pancasila yang ada, malah terbukti Habieb ingin menyandingkan dengan harmonis antara Pancasila dan Syariat Islam.

Terbukti niat baik Habieb itu dengan kemampuannya menjadi pilot FPI dan menerbangkan FPI semakin nampak peran bela negaranya. Diakui banyak pihak, disaat bangsa ini diserang disintegrasi bangsa FPI hadir digarda terdepan. Apakah kehadiran saat bencana membantu pemerintah, menumpas maksiat bersama aparat kepolisian, bahkan terakhir bekerja sama dengan TNI melatih anggota FPI untuk bela Negara.

Ini membuktikan peran WNI keturunan Arab dan bahkan kehadiran bangsa Arab dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa ini sejak zaman kemerdekaan dulu. Baru kita tahu, bahwa rumah yang dipakai untuk Proklamasi Kemerdekaan itu diwakafkan seorang Arab yang sekarang keturunanannya mendukung GNPF MUI.

PEMROSESAN PERKARA HABIEB RIZIEQ MEMICU KONFLIK HORISONTAL

Lebih jauh, bila kapolda peka terhadap konstelasi nasional, penerusan perkara ini hanya membuat adu domba antar pihak dinegara ini. Karena proses sidang penistaan agama sedang berjalan dengan penuh potensi gejolak yang berbahaya, dan NKRI taruhannya. Sehingga semestinya polisi tidak perlu melebarluaskan permasalahan. Cukup fokus jaga kondisi yang selama ini bisa diredam oleh para ulama agar masa tidak tersulut emosinya.

Belakangan setelah proses pemanggilan selesai, Kapolda menyatakan di media bahwa Habieb tidak kooperatif. Padahal Habieb sudah jelaskan kepada massa umat Islam dengan tenang dan menyejukan, bahwa beliau dihadapi dengan baik dan proses berjalan sangat baik. Sehingga masa ummat islam waktu itu pulang dengan damai. SIlakan periksa orasi Habieb saat akan pulang. Betul-betul beliau meminta untuk pulang dengen damai.

Tentu dengan pernyataan Kapolda di media itu mengindikasikan Kapolda memberikan citra buruk kepada publik tentang Habieb, dan kembali memicu konflik horizontal. Maka ini harus dihentikan agar pertikaian yang dipicu oleh kesalahan Ahok yang secara egois memaksakan pemikirannya sendiri terhadap keyakinan umat islam bisa diredam dan diselesaikan. Bukan menambah masalah semakin meruncing.

MENURUNKAN GMBI UNTUK MERONGRONG PENGAWALAN DAMAI
 
Terlepas benar atau tidak, masa GMBI ada pada saat Habieb dipanggil. Kalau umat islam mengawal dengan damai itu wajar. Kalau ada masa GMBI yang tidak jelas tujuannya, tentu itu merusak peran ulama selama ini menjaga keadaan agar tetap kondusif. Sehingga selama proses berlangsung terjadi provokasi terhadap pengawal ummat islam. Dimana mereka meneriakkan bahwa Habieb itu penista Pancasila dan gerakan ummat islam sejauh ini adalah intoleran.

Pada saat rombongan Habieb akan masuk sempat terjadi insiden provokasi digerbang, sehingga seolah masa ummat islam chaos dan ingin masuk dan berbuat onar. Untung masa tidak terprovokasi dan provokator bisa ditangkap dan diamankan laskar. Ini membuktikan perongrongan itu terjadi dan nampak direncanakan. Sungguh ngeri bila kita masih mengabaikan niat buruk tujuan menghadirkan GMBI ke Mapolda saat itu.

Sampai sore massa tidak terprovokasi bahkan ummat merasa tenang dengan keterangan Habieb Rizieq sesaat keluar dari proses pemanggilan. Namun diluar dugaan, massa GMBI mengejar dan menyerang massa ummat islam. Bahkan terindikasi menyerang Habieb yang saat itu mampir makan di sebuah rumah makan. Allah menyelamatkan beliau dan hanya melukai pengawal Habieb yang diserang 20 orang berseragam GMBI. Sampai kemudian meluas da nada korban yang dirawat di UGD karena koma.

Konon menurut beberapa pengurus GMBI telah terjadi penunggangan GMBI yang dikerahkan untuk mengawal pemanggilan Habieb oleh Kapolda dalam kapasitas sebagai Pembina GMBI. Walaupun pengurus itu sudah menolaknya. Bahkan beberapa distrik sudah segera pulang sebelum chaos ini terjadi. Maka, kepolisian harus membokar kasus ini dengan jujur, rasional dan berpijak kepada tanggung jawab menjaga NKRI.

MEMBIARKAN MASA GMBI MENGEROYOK PENGAWAL YANG SUDAH BUBAR

 
Jelas sekali ini penyerangan oleh GMBI yang konon pembinanya adalah Kapolda sendiri. Yang terjadi bukan bentrokan FPI dengan GMBI atau aparat. Tetapi murni penyerangan orang berseragam GMBI kepada FPI. Silakan saksikan video penyerangan kendaraan anggota FPI dari luar kota yang mengawal Habieb. Dimana mobil yang lagi melaju arah pulang, diserang begitu saja. Padahal pagi hari para penawal Habieb sempat berbagi makanan dengan masa GMBI, saksikan dokumentasi photonya.

Dan kondisi ini nampak di lapangan seperti tejadi pembiaran. Karena masa ummat islam sudah bubar, dan para ulama dan laskar FPI sudah pulang. Namun masa GMBI konon mensweeping dan menyerang secara bergerombol. Bahkan ketika laskar FPI akan melawan, dilerai oleh kepolisian. Sehingga pembiaran itu nampak sekali sebagai terror kepada FPI dan umat islam pengawal Habieb Rizieq.

Tentu ini akhirnya membakar kemarahan FPI dibeberapa kota. Dibeberapa daerah sudah terjadi perlawanan dari pihak FPI. Sehingga pembiaran ini nampak nyata dan menjadi tanggung jawab Kapolda apakah sebagai Pembina GMBI bila itu benar dan terlebih sebagai jabatan Kapolda yang bertanggung jawab kepada masyarakat Jawa Barat atau Bandung sebagai ikon kedamaian bangsa ini.

MENCORENG CITRA JAWA BARAT SEBAGAI PROVINSI YANG DAMAI
 
Menghadirkan GMBI ke wilayah rawan kerusuhan, sudah menyimpan resiko tersendiri dan sangat disayangkan. Apakah Kapolda tidak percaya kepada kemampuan aparat kepolisian dengan segala kekuatan dan sistem kerjanya. Sehingga harus merekayasa GMBI menjadi aksi tandingan terhadap ummat islam. Padahal Ummat islam sudah dalam kendali ulama untuk tertib damai dan tidak anarkis.

Lihatlah aksi damai masyarakat sejauh ini. Apakah yang ditunjukkan FPI Jabar, Aliansi Pergerakan Islam Jawa Barat yang terus mengawal persidangan agar jujur, rasional dan menegakkan keadilan bagi bangsa ini. Bahkan lihatlah solusi damai dari momen longmarch muslim Ciamis, yang memilih jalan kaki daripada harus ribut dengan aparat yang melarang PO Bus dipakai armadanya.

Inilah masyarakat Jawa Barat dalam memilih solusi bagi menjaga NKRI ini tetap bersatu, damai dan kokoh. Maka, pilihan Kapolda yang cenderung bergaya pemaksaan dan premanisme dalam mengawal proses pemanggilan ini mencoreng budaya urang sunda, yang sejatinya itu digembar-gemborkan dalam orasi GMBI sendiri yang membawa semangat kesundaan. Maka, jelas masyarakat sunda wajib marah dan menyatakan kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda.

#selamatkanulama
#segeratuntaskansidangpenistaanagama
#sidangpenistaanagama 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger