Sulit untuk tidak melihat keberpihakan di negeri ini. Betapa tidak, semua fakta justru menguatkan itu, walau kita mencoba untuk mengartikan yang lain, tetap tidak bisa
π
π
π



Bagaimana tidak, nyata-nyata terjadi penistaan agama, banyak yang terluka, jutaan marah dan tak suka, tapi tetap saja lamban penanganan, terlihat tak serius
π
π
π



Tapi begitu Muslim yang masih diduga melakukan sesuatu, semua kekuatan dikerahkan, tembak kalau perlu, siksa saja, minimal diperkarakan, dikriminalisasi
π
π
π



Muslim selalu salah, yang banyak harus mengalah, dan yang minoritas pastilah korban, harus dapat pembelaan, supaya diakui dunia katanya, dibilang demokratis
π
π
π



Memberi saran pada pemerintah langsung dicap makar, sementara yang jelas-jelas memberontak tidak ditindak. Meminta keadilan dianggap ingin menggoyang negara
π
π
π



Sementara pembakar masjid diundang ke istana, menolak gereja yang dibangun bukan pada tempatnya dikatakan merusak kerukunan umat beragama
π
π
π



Menolak menggunakan topi santa dikatakan intoleran, begitu juga menyuarakan adzan pada saat nyepi dikatakan tak tahu diri, kalau Islam apapun pasti salah
π
π
π



Sementara ormas pembela Islam digadang ingin dibubarkan, saat mereka yang diserang, tetap saja yang salah yang ada label Islam, sulit untuk tidak melihat keberpihakan
π
π
π



Ulama ditolak dan diancam, bandara yang harusnya steril dari senjata tajam, juga dibiarkan. Coba saja kalau Muslim yang buat begitu, sudah tentu densus yang turun tangan
π
π
π



Mau dibawa kemana negeri ini? Yang sungguh-sungguh mencintai negeri ini dan ummatnya, dituduh macam-macam, yang menjual-juali negeri ini lalu dipuji-puji
π
π
π



Pejuang negeri ini memang tak 100% Muslim, tapi sebagian besar Muslim. Tapi ingatlah selalu, sejarah mencatat, bahwa yang pernah menjajah nusantara ini, 100% kafir
π
π
π



Dan Allah jelaskan, mereka takkan henti membuat tipudaya. Maka hanya kepada Allah kita berlindung. Terapkan hukum Allah, Kitabullah dan Sunnah, itu jalan terutama
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !