Diberdayakan oleh Blogger.

Akhirnya Kita Semua Pernah Mengalami

Kamis, 12 Maret 2015

By: Prof DR Fahmi Anhar


Kita pernah bereksperimen dengan berbagai type pemimpin: 

Kita pernah dipimpin seorang politisi pejuang revolusi. 

Kita pernah dipimpin seorang bintang lima jenderal TNI. 

Kita pernah dipimpin seorang insinyur profesor ber-IQ tinggi. 

Kita pernah dipimpin seorang karismatis bergelar Kyai Haji. 

Kita pernah dipimpin seorang perempuan penuh misteri. 

Kita pernah dipimpin seorang purnawirawan yang pintar nyanyi. 

Kini kita dipimpin seorang anak jelata buah nyata demokrasi. 

Namun koq jadinya seperti ini ??? 

Nyaris semua biaya hidup dan harga-harga semakin tinggi. 

Begal dimana-mana, namun aktivis yang dikriminalisasi. 

Bahkan KPK-pun akhirnya tak lagi bernyali berantas korupsi. 

Nilai Rupiah semakin turun, buat asing ini saatnya membeli. 

Asset-asset kita, makin sedikit yang dikuasai pribumi. 

Lama-lama kita bertanya-tanya, apakah masih ada NKRI? 

Tapi sobat, ada yang lupa belum pernah dicoba selama ini! 

Yaitu menerapkan aturan-aturan yang diinspirasi Ilahi. 

Anehnya, kalau diingatkan tentang hal ini, 
banyak yang menolak, seolah-olah ini isu ahistoris kurang trendi, bahkan konon 
tak ada dalil di Qur'an maupun hadits Nabi. 

Namun bila ditunjukkan dalil tersurat dan tersirat di sana sini, mereka bilang itu 
dalil kurang sahih atau punya banyak arti. 

Padahal mereka tak pernah cari dalil untuk demokrasi ! 

Jadi mari kita dorong para pemimpin dan penguasa negeri ini, 

Untuk tekun mempelajari Islam dan syari'ahnya yang suci, 

Agar bisa menerapkannya secara menyeluruh dan haqiqi. 

Lalu menyebarkannya dengan benar & sabar ke seluruh penjuru bumi.

Sindiran Abu Nawas Kepada Pejabat Pemerintah

Pada suatu hari Abu Nawas mengajak berdebat seorang pejabat yang sombong. Dalam debat tersebut, dia berhasil mengalahkan pejabat itu sehingga sang pejabat malu dibuatnya.

Kisahnya,
Suatu ketika....Abunawas menerima undangan untuk sebuah jamuan makan malam. Dalam undangan tersebut, dia juga dimintai tolong untuk mengisi acara jamuan dengan tausyiahnya, ceramah agama.

Dari itu, Abu Nawas pun datang menghadiri undangan itu untuk menghormati dan menyenangkan tuan rumah. Namun, karena datangnya lebih awal, Abu Nawas pun dipersilahkan duduk di kursi bagian depan. Di kursi itu, Abu Nawas seakan-akan menjadi tamu yang terhormat.

Beberapa saat kemudian, para undangan yang lain pun hadir dan langsung menempati kursi-kursi yang disediakan. Kemudian, menyusul para pejabat kerajaan yang datang dan langsung menuju kursi yang paling depan. Akan tetapi, pejabat itu sangat terkejut karena kursi paling depan sudah diisi oleh Abu Nawas.

Mendapati kenyataan itu, pejabat tersebut langsung memprotes kepada panitia penyelenggara makan malam dengan keras.

"Kenapa saya yang lebih terhormat berada di belakang dan justru Abu Nawas itu berada di depan, "protes pejabat.
"Pertanyaan Bapak seharusnya ditanyakan langsung kepada Abu Nawas sendiri, "kata Abu Nawas.

Karena merasa psisinya disamakan dengan masyarakat yang lain, pejabat itu pun tidak terima. Ia berjalan ke depan menuju Abu Nawas dan berbisik bahwa yang pantas duduk di kursi itu adalah dirinya yang merupakan pejabat kerajaan terhormat.

"Wahai Abu Nawas, kamu tidak pantas duduk di sini, karena kursi depanseharusnya diisi oleh pejabat seperti saya, "tegas pejabat itu dengan congkaknya.

Mendapatkan tegoran somong dan merendahkan itu, Abu Nawas mulai angkat bicara. Maka terjadilah perdebatan sengit diantara mereka. Cukup menghebohkan untuk semua yang hadir di acara tersebut.

"Saudara pejabat yang terhormat, pada kenyataannya Anda itu tidak lebih dari seorang pesulap, "kata Abu Nawas dengan suara cukup lantang.
"Wah, tidak bisa begitu, saya adalah pejabat kerajaan, bukan pesulap, "cetus pejabat.

Semua tamu undangan yang hadir menjadi tegang.
Sebagian dari mereka ada yang berdiri untuk menyaksikan pedebatan itu dan berharap Abu Nawas mampu melumpuhkan sang pejabat yang terkenal sombong itu.

"Sekalipun saya adalah pesulap, tapi ketika naik panggung, saya bisa bertindak sesuai janji. Saat saya berjanji mengubah sapu tangan menjadi kelinci, maka bim salabim, sapu tangan itu benar-benar berubah menjadi kelinci, "terang Abu Nawas.

"Maksudmu bagaimana? Apa hubungannya?" tanya pejabaat.
"Anda saya katakan sebagai pesulap yang gagal karena Anda tidak bisa mengubah semua itu. Lihatlah, ketika naik panggung, Anda berjanji akan merubah nasib rakyat kecil menjadi lebih baik. Tapi, setelah terpilih menjadi pejabat, keadaan rakyat kecil sama saja seperti sebelum Anda menduduki jabatan itu, "jelas Abu Nawas.

Mendapatkan perkataan demikian, pejabat itu hanya bisa diam seribu bahasa dengan perasaan malu banget. Kepalanya pun hanya bisa tertunduk seakan tidak tahan dengan perkataan Abu Nawas yang telah memalukan dirinya di hadapan orang banyak.

"Nah, kalau begitu, mana yang lebih baik dan lebih pantas duduk di kursi paling depan, "tanya Abunawas denga penuh percaya diri.

Tanpa membalas sepatah kata pun, pejabat itu langsung kembali mundur, menempat kursi belakang dimana tempat dirinya duduk semula.

Terima kasih buat sobat yang sudi mampir dan membaca artikel Kisah Abu Nawas ini.
Bukankah banyak tuh, calon-calon pejabat yang cuma bisa janji-janji, tapi setelah terpilih, janjinya tidak ditepati.

Mengupas Strategi Penguasa 'Membungkam' Partai-Partai Oposisi

Rabu, 11 Maret 2015

1. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, kisruh Partai Golkar saat ini sama 
seperti kasus PDI perjuangan pada masa orde baru.
2. Strategi penguasa kepada partai2 oposisi untuk membungkam atau minimal membonsai/memarjinalkan itu ada 2: dipecah belah atau dibusukkan.

3. Utk menjalankan strategi pertama (memecah belah) diperlukan org2 internal
partai yg berperan sebagai "brutus" yg bisa dikendalikan penguasa.

4. Para "brutus" ini biasanya mereka yg sudah amat kebelet menguasai parpolnya
tapi masih terbentur saingan berat.

5. Pihak penguasa melihat peluang ini dan menawarkan "jasa"nya utk
memuluskan ambisi para "brutus" itu menguasai partai oposisi tsb.

6. Dan tanpa pikir panjang, para "brutus" ini biasanya akan menerima tawaran
"jasa" dari penguasa itu, yg penting ambisinya tercapai.

7. Namanya juga "brutus", mereka gak peduli lagi nasib partainya yg terpecah
belah krn intervensi pengusa, yg penting ambisi mereka tercapai.

8. Lalu pihak penguasa akan menggunakan tangan kekuasannya utk
memenangkan kubu para "brutus" itu, termasuk dgn cara yg vulgar.

9. Dalam konteks sekarang, cara pecah belah itu dijalankan oleh rezim
Jokowi-JK terhadap PPP dan Golkar. Dan caranya pun amat vulgar.

10. Bayangkan saja, baru menjabat Menkumham 2 hari, Yasonna Laoly (PDIP)
langsung mengeluarkan surat pengesahan kpd PPP kubu Romi yg pro KIH.

11. Meski caranya terlihat amat vulgar dan aroma rekayasa begitu menyengat,
Menkumham Yasonna Laoly nampak gak peduli. Tepatnya gak tahu malu.

12. Surat pengesahan Menkumham itu akhirnya digugat PPP kubu
SDA (skrg Djan Faridz) ke PTUN dan PTUN mengeluarkan putusan
membatalkan surat itu.

13. Tapi dasar gak tahu malu dan mungkin bagian dr stategi mengulur waktu,
pihak Menkumham mengajukan banding atas putusan PTUN itu ke PT TUN.

14. Langkah vulgar serupa juga baru2 ini dilakukan Yasonna kepada Golkar
dgn menerima dan mengesahkan Golkar versi Agung Laksono (munas Ancol).

15. Apa yg dilakukan Menkumham Yasonna kpd Golkar itu adalah
bentuk "abuse of power" demi melayani kepentingan politik penguasa.

16. Yg diklaim Menkumham sbg dasar pengakuan atas Golkar Agung L.
adalah putusan MPG, pdhl itu jelas2 hanya pendapat 2 hakim, bukan putusan MPG.

17. Keputusan Menkumham yg jelas2 janggal dan absurd itu sampai
membuat Ketua Mahkamah Partai Golkar Muladi "bingung". 

18. Tapi bagi Yasonna (PDIP), gak penting langkahnya mengakui
kepengurusan Golkar Agung itu absurd/tidak, yg penting target politik tercapai.

19. Minimal utk sementara. Krn mungkin saja Menkumham Yasonna sadar
kalau Pengadilan nantinya bakal memenangkan kubu Ical sbgmn kasus PPP.

20. Yang penting saat ini, yg diakui secara legal adalah Golkar kubu Agung Laksono.
Soal putusan pengadilan pikir nanti, toh msh bisa banding.

21. Dgn mengantongi surat pengakuan dr Menkumham itu, kubu Agung bisa
melakukan banyak langkah politik utk "membersihkan" kubu saingannya.

22. Keluar dr KMP & merombak kepengurusan Fraksi Golkar di DPR/MPR adalah
2 langkah pertama yg akan dilakukan Agung cs bermodal SK Yasonna itu.

23. Sebenarmya kubu Agung bukan gak sadar potensi kekalahan mereka di
pengadilan sebagaimana dialami PPP kubu Romi yg dikalahkan PTUN.

24. Tapi mereka kini mengantongi "keuntungan waktu" sebelum ada putusan pengadilan
yg berkekuatan hukum tetap yg akan makan waktu amat lama.

25. Dgn waktu yg masih lama itu, Agung cs bisa melakukan berbagai manuver dan
langkah politik utk mengacak2 kubu rivalnya (kubu Ical).

26. Intervensi vulgar (dgn abuse of power) thd PPP dan Golkar itu benar2 mempertontonkan
laku politik penguasa (PDIP cs) yg jauh dari etika.

27. Yang ingin saya garis bawahi, bahwa strategi pecah belah yg dilakukan
penguasa kpd PPP dan Golkar itu bisa berjalan krn adanya para brutus.

28. Tanpa adanya para 'brutus politik' dalam tubuh partai, sulit bagi penguasa
untuk menjalankan strategi pecah belah thd partai 'oposisi' tsb.

29. Itulah mengapa, strategi pecah belah yg dilakukan terhadap PPP dan Golkar itu
tdk akan berhasil dilakukan kepada PKS dan Gerindra. Mengapa?

30. Karena bisa dibilang, saat ini di Gerindra tidak ada yg namanya "brutus" itu.
Kalaupun ada masih tiarap, blm berani nongol. Di PKS apalagi.

31. Mengapa? Krn sosok Prabowo di Gerindra yg masih amat kuat membuat
para "brutus" tdk memiliki ruang gerak. Prabowo adlh pemersatu Gerindra.

32. Selama Gerindra masih dipimpin @Prabowo08 , selama itu pula
penguasa (rezim JKW) tak akan bisa memanfaatkan para 'brutus' utk memecah belah.

33. PKS lan lagi. Meski tak punya pemimpin yg spt Prabowo, namun sistem yg
terbangun dlm tubuh PKS telah nyaris memustahilkan munculnya brutus.

34. Krn itu terhadap partai2 seperti PKS ini, strategi yg dilakukan rezim penguasa
bukan strategi memecah belah tapi pakai strategi PEMBUSUKAN.

35. Jadi targetnya bukan membuat PKS akan terpecah belah spt PPP dan Golkar,
tapi bagaimana agar PKS "disetting" agar tdk bertambah besar.

36. Kuncinya adlh bagaiamana agar citra PKS di mata masyarakat tidak pernah baik.
Dan yg dominan berperan dlm hal ini adlh MEDIA. Bukan brutus!

37. Makanya akan dibuat sedemikian rupa agar hal2 bagus dan positif yg dilakukan
PKS dan kader2nya yg duduk sbg Kepala Daerah tidak terekspose.

38. Sebaliknya, memori negatif thd PKS yg sudah tertanam di benak masyarakat akan
di-maintain sedemikian rupa agar tdk mengendap.

39. Jadi meski tdk ada berita baru misalnya tentang kader PKS yg bermasalah
(korupsi dll), MEDIA2 itu akan selalu mengungkit kasus lama (LHI).

40. Dan bila ada sedikit saja berita miring yg melibatkan kader PKS maka akan langsung
diblow up habis2an meski belum jelas kebenaran beritanya.

41. Kasus yg menimpa @Tubagus_Arif seminggu yg lalu yg dituduh mengucapkan
kata2 kasar kpd Ahok adalah salah satu contoh kecilnya.

42. Meski akhirnya tuduhan itu terbukti tdk benar, hal itu tidaklah penting.
Misi utamanya adalah memberitakan jeleknya PKS seluas mungkin.

43. Stigma2 negatif kpd PKS (misalnya identik dgn korupsi sapi dan doyan poligami)
akan terus dijaga agar tdk hilang dr benak publik.

44. Dan itu semua akan makin digencarkan nanti menjelang pemilu. Tujuannya:
 membonsai PKS agar tdk berkembang, sukur2 makin tergerus suaranya.

45. Jadi saya ulangi, ada 2 strategi yg dijalankan rezim penguasa thd partai2 oposisi.
Pertama, strategi pecah belah. Kedua, strategi PEMBUSUKAN

46. Sulit dipungkiri, PPP dan Golkar adalah korban politik pecah belah penguasa
dg m'gunakan tangan Kemenkumham dan memanfaatkan para 'brutus'.

47. Sdgkan thd PKS, upaya pecah belah tdk akan efektif. Maka yg dilakukan adalah
politik PEMBUSUKAN secara berkesinambungan sampai pemilu nanti.

48. Upaya pecah belah juga tdk akan efektif dilakukan thd Gerindra selama
masih ada @Prabowo08. Maka jurus yg digunakan jg sama: pembusukan.

49. Pembusukan yg dimaksud adalah pembusukan citra/image partai dan
para tokohnya di mata publik. Dan media adalah senjata utamanya.

50. Lalu apa yg harus dilakukan tokoh2 partai 'oposisi' itu thd "operasi politik"
yg dilancarkan rezim penguasa? Tak ada pilihan lain: LAWAN!

51. Segala cara dan jalur yg memungkinkan ditempuh untuk melawan "operasi politik"
itu harus dilakukan, baik jalur hukum maupun jalur politik.

52. PPP kubu SDA/Djan Faridz misalnya menempuh jalur hukum dan di PTUN
berhasil memenangkan gugatannya thd SK Menkumham utk kubu Romi.

53. DPP Golkar hasil Munas Bali dgn kuasa hukum Prof @Yusrilihza_Mhd juga
menempuh upaya hukum utk melawan "abuse of power" Menkumham itu.

54. Krn upaya hukum makan waktu yg panjang, maka perlawanan lewat jalur
politik juga harus dilakukan, dan hak angket adalah salah satu pilihan.

55. Utk menggalang hak angket thd tindakan memihak yg dilakukan oleh
Menkunham Yasonna (PDIP) diperlukan kekompakan dari KMP di DPR.

56. Kabarnya, begitu masa reses selesai tgl 23 Maret 2015 mendatang,
penggalangan hak angket itu akan langsung dilakukan. Berpacu dgn waktu.

57. Kesewenang2an dan manipulasi telanjang yg dilakukan rezim Jokowi dgn
menggunakan tangan Menkumham mmg hrs dilawan total. Kasih pelajaran!

58. Karena tindakan keterlaluan Menkumham itu sungguh jauh dari kepatutan
dan telah secara vulgar mencederai etika politik dan nilai2 keadilan.

59. Nampaknya hiruk pikuk dunia politik di era rezim Jokowi ini masih akan panjang.
Bahkan tak tertutup kemungkinan Senayan akan berguncang.

60. Partai2 KMP yg masih solid yaitu Gerindra dan PKS juga harus lebih waspada
 thd upaya 'pembusukan' yg dilancarkan rezim JKW-JK.

61. Rezim penguasa mmg memiliki keuntungan sumber daya politik yg lebih besar,
terutama tangan birokrasi/kekuasaan yg bisa 'disalahgunakan'.

62. Tapi apa yang dilakukan rezim JKW-JK melalui tangan Menkumham thd
PPP dan Golkar itu sudah sangat vulgar dan keterlaluan. | @Yusrilihza_Mhd

63. Nampaknya tak ada lagi rasa malu apalagi sungkan yg ditunjukkan
rezim JKW-JK ini, yg penting tujuan politik tercapai. Mumpung punya kuasa.

64. Saya cukupkan ocehan (tepatnya ungkapan kekesalan) atas apa yg terjadi
di panggung politik nasional yg terlihat makin memuakkan. SEKIAN.

*kultwit by @SangPemburu99

Aa' Gym: Negeri Kita Semakin Semrawut

Dai dan pimpinan Pondok Pesantren Darut Tauhid Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym merasa sedih dan malu dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang dinilainya makin semrawut (kacau balau). 

"Rasanya negeri kita semakin semerawut ya.. sepertinya dari hari ke hari berita makin tak keruan. Sedih dan malu lihat bangsa jadi begini," tutur Aa Gym melalui akun twitternya, Rabu (11/3/2015).

Ungkapan Aa Gym pun mendapat respon dari netizen.

"Ya..ustadz..menyedihkan.dan generasi muda kehilangan tokoh suri tauladan," ujar @myusuf_ppatk01.

"Perasaan saya sama dengan Aa :(" tutur @anjarisme dengan emo menangis.

"Iya tadz. Apa2 mahal. Kemana2 merasa ng aman," komen @nawanggonet.

"Sebagai rakyat hanya bisa merasakan kesedihan tiap hari...," ujar akun @RahasiaWaktu.

Memang benar. Belum juga setengah tahun Jokowi jadi Presiden RI, kondisi sungguh sangat memprihatinkan. Apa-apa naik, apa-apa mahal. Beras, listrik, elpiji, BBM, tarif kereta, bea matere, harga cabe. Bagaimana kalau nanti lima tahun?

Aneh... Dana CSR Perusahaan Kok Masuk Ahok Center!

Selasa, 10 Maret 2015

Dugaan dana triliunan yang masuk ke yayasan milik Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama dinilai tidak wajar.

“Kenapa (pengembang) itu ngasihnya ke Ahok Center, dan kenapa dana CSR (corporate social responsibility) masuk ke Ahok Center?” kata Direktur Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam rilisnya, Senin (9/3).

Agar tak menimbulkan kecurigaan publik, ia pun meminta pihak DPRD DKI Jakarta tidak hanya mewacanakan persoalan dana tersebut. DPRD, ungkapnya, harus mengundang Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk melakukan audit investigasi terhadap dana milik yayasan Ahok tersebut.

“Untuk mengungkap kebenaran masalah itu, lebih baik DPRD mengundang BPKP untuk melakukan audit investigasi,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa DPRD tidak boleh hanya mewacanakan persoalan tersebut. DPRD kata dia, harus mengundang BPKP dan memintanya melakukan audit.

Sebelumnya, anggota DPRD DKI Jakarta mengungkapkan bahwa Ahok mendirikan Ahok Center sejak tahun 2012. Yayasan tersebut kini sudah mengantongi dana hingga triliunan rupiah.

DPRD DKI meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar melakukan audit terhadap keuangan.

Sumber: ROL

Begal Sial

Senin, 09 Maret 2015

Ini adalah salah satu contoh kalo begal tak selamanya mulus dalam melaksanakan aksinya. kali ini aksi begal harus dihentikan sama seorang cewek. si begal mungkin sudah mengintit si cewek mulai dari jauh, tapi sayang ternyata si cewek lebih ganas darinya. hahaha... makanya gal.. segera taubat, untung gak sekaliber wonder women, bisa.. bisa.. lu KO. kan mending klo mati dalam kondisi nolong orang, bisa husnul khotimah.

mau tau aksinya?? lihat di bawah ini -)




Keluarga Sakinah, Oh.. Indahnya...

Minggu, 08 Maret 2015

Oleh : Syaripudin Zuhri
Dalam kehidupan sehari-hari, di dalam keluarga atau di dalam pergaulan bermasyarakat, sering kita lupa memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kepada kita semua, nikmat yang tak terhitung banyaknya.
Dari mulai seluruh anggota tubuh kita yang berfungsi dengan baik sampai dengan seluruh rejeki yang telah kita terima, dan rejeki itupun bukan hanya harta yang berupa uang, tapi juga keluarga. Suami bagi istri, istri bagi suami dan anak dalam sebuah keluarga adalah rejeki yang patut di syukuri. Bahkan istri yang sholeha adalah perhiasan yang paling indah di dunia ini, yang wajib disyukuri!
Istri yang baik bukan saja rakhmat di dunia ini, tapi juga di akherat. Dan Umar bin Khattab pernah berkata : “ Setelah Iman tidak ada rakhmat yang bisa menyamai istri yang baik “ Di dalam keluarga yang sakinah, di saat duduk berdua dan suami bersikap baik terhadap istrinya juga sebaliknya adalah suatu perbuatan yang memberikan rasa santai kepada pikiran setelah asyik mengerjakan tugas-tugas duniawi maupun ukhrowi. Dan setelah santai seperti itu seseorang bisa kembali beribadah dengan semangat baru.
Kedudukan istri dalam agama sangat penting, Nabi bahkan pernah bersabda, ketika Umar bin Khattab bertanya,
“Apakah yang paling penting untuk di cari dalam dunia ini?”
Berliau menjawab : “ Lidah yang selalu berdzikir kepada Allah, hati yang penuh rasa syukur dan istri yang amanat”
Bayangkan yang paling penting di cari di dunia ini menurut Nabi ada tiga: Pertama Allah, kedua hati dan ketiga istri! Maka berbahagialah jika seorang istri sudah mempunyai sipat yang amanat, lembut dan sholeha, apa lagi diimbangi dengan kecantikan lahir batin, wah asyik tuh! Pokoknya suami betah deh di rumah!
Suami yang bersikap sabar terhadap seribu satu macam masalah kewanitaan atau istri adalah bagian yang amat penting bagi agama. Nabi bersabda : “ Memberi nafkah kepada istri lebih penting daripada memberi sedekah “ Ini bukan berarti sedekah ditinggalkan. Suami mencari nafkah dan itu wajib artinya bila dikerjakan mendapat pahala dan bila ditinggalkan berarti berdosa!
Sedangkan istri di rumah mengatur rumah tangga dengan sebaik-baiknya adalah wajib. Ada bahaya yang sangat besar jika seorang suami memperlakukan istrinya dengan kasar, sehingga manimbulkan dosa bagi dirinya. mengapa? Karena hak-hak wanita atas laki-laki persis sama dengan hak-hak laki-laki atas wanita.
Lalu sipat apakah yang mesti dicari pada diri seorang istri? Imam Al Ghazali mengatakan :
Pertama, Kesucian akhlaknya. Jika seseorang mempunyai istri yang berakhlak tidak baik dan tetap diam, ia mendapat nama yang buruk dan terganggulah kehidupan keagamaannya. Jika ia angkat bicara, hidupnya menjadi rusak. Dan bila ia ceraikan istrinya, ia akan menderita kepedihan. Seorang istri yang cantik tapi berakhlak buruk adalah bencana yang besar bagi suatu keluarga. Dan nabi Mengingatkan : “ Orang yang mencari istri demi kecantikannya atau kekayaannya akan kehilangan keduanya “
Kedua, tabiat yang baik. Istri yang bertabiat buruk- tidak berterima kasih, suka menggunjing atau angkuh, membuat beban hidup semakin berat dan merupakan halangan besar untuk menjalani kehidupan yang penuh taqwa.
Ketiga, kecantikan. Karena hal ini akan meimbulkan cinta dan kasih sayang. Kecantikan bukan hanya lahiriahnya saja, lebih utama adalah kecantikan batiniah, sehingga terpancar di wajahnya kelembutan, keikhlasan, kesabaran yang penuh penuh ridho dan diridhoiNya. Istri yang batiniah cantik akan diberikan tambahan petunjuk olehNya, sehingga apapun yang terjadi, ia akan tetap tabah dan tetap bersandar pada panji-panji Illahi robbi. tidak mudah gamang, tidak mudah putus asa terhadap rakhmat Allah. Dan hatinya selalu bersyukur atas segala karunia Allah betapun kecilnya.
Dan apakah yang dicari dalam diri Suami ?
Pertama; Suami bersikap baik pada istrinya dan sabar atas tingkah laku istri yang mungkin dirasakan kurang enak di hati. Hal ini di sabdakan oleh Nabi saw : “ Seseorang yang mampu menanggung ketidakenakan yang ditimbulkan oleh istrinya dengan penuh kesabaran akan memperoleh pahala sebesar yang diterima oleh Nabi Ayub as atas kesabarannya menanggung bala(ujian) yang menimpanya “.
Kedua; Suami ikhlas terhadap kreasi dan kesenangan istri dan tidak menghalanginya, selama tidak melanggar prinsif-prinsif Agama. Dan orang bijak pernah berkata : “ Seorang suami mesti pulang dengan tersenyum dan makan apa saja yang tersedia dan tidak meminta yang tidak tersedia “ Mengapa ? Istri sudah susah payah mencari bahan-bahan makanan dan mengolahnya, apa lagi di Moskow , berburu sampai ke pasar Vietnam, dingin-dingin lagi!
Ketiga; Seorang suami memberikan nafkah secukupnya dan tidak bersikap kikir kepada istrinya. Nabi bersabda : “ Seorang laki-laki yang memberikan satu dinar untuk berjihad, satu dinar untuk menebus budak, dan satu dinar untuk sedekah lalu memberikan satu dinar lagi untuk istrinya, maka pahala pemberian yang terakhir ini melebihi jumlah pahala ketiga pemberian lainnya “. Subhanallah.
Keempat; Suami tidak boleh memakan sesuatu yang lezat sendirian. Jika tidak ada tamu, pasangan suami istri untuk makan bersama, karena Nabi saw bersabda : “ Jika mereka melakukan hal itu, Allah akan menurunkan rakhmatNya atas mereka dan malaikat pun berdoa untuk mereka”.

Siapa yang memberikan izin untuk proyek reklamasi kawasan Pluit?

Masih percaya Ahok bersih?
Masih percaya pada dongeng "Ahok pendekar pemberantas korupsi"???
===============
Izin Reklamasi Tuntas, Agung Podomoro Siap Bangun Pluit City
Proyek reklamasi kawasan Pluit menjadi Pulau G alias Pluit City makin mendekati kenyataan. Pengembang properti PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) telah memperoleh izin pelaksanaan reklamasi dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Izin tersebut diperoleh Agung Podomoro lewat anak usahanya PT Muara Wisesa Samudera (MWS) dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Kencana Unggul Sukses (KUS). Investasi untuk mengembangkan pulau itu sendiri ditaksir mencapai Rp 50 triliun.
Izin pelaksanaan reklamasi Pulau G berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2238 Tahun 2014 tertanggal 23 Desember 2014 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra .
“Dengan demikian PT Muara Wisesa telah mulai dapat melaksanakan kegiatan reklamasi Pulau G (Pluit City),” ujar Corporate Secretary APLN F. Justini Omas dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (7/1/2015).
Dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta tersebut, pelaksanaan reklamasi yang dimaksudkan terbatas pada pembangunan tanggul penahan, pengurugan material, dan pematangan lahan hasil reklamasi untuk pembentukan pulau baru.
Pluit City berjarak sekitar 300 meter dari pesisir pantai utara Jakarta. Pulau buatan ini bakal terhubung dengan jembatan di proyek Green Bay Pluit yang juga dikembangkan Agung Podomoro.
Agung Podomoro bakal menggelontorkan dana hingga Rp 50 triliun untuk mengerjakan proyek ini. Adapun jumlah dana tersebut sudah termasuk biaya reklamasi yang sekitar Rp 10 juta per meter persegi (m²).
Dari sisi kinerja, Agung Podomoro mengalami penurunan laba bersih 15,2 persen menjadi Rp 506,4 miliar (unaudited) pada kuartal III-2014, jika dibandingkan perolehan yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 597,5 miliar.
Perseroan juga membukukan peningkatan penjualan dan pendapatan sebesar 0,8 persen menjadi Rp3,50 triliun, dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp3,48 triliun. Sementara beban pokok penjualan dan beban langsung mengalami penurunan dua persen menjadi Rp1,75 triliun, dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp1,93 triliun.
Namun total aset perseroan meningkat 13 persen menjadi Rp 22,3 triliun, jika dibandingkan perolehan yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 19,6 triliun. Adapun liabilitas dan ekuitas perseroan meningkat 15 persen menjadi Rp 14,3 triliun, jika dibandingkan perolehan yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 12,4 triliun.
Izin Sempat Jadi Persoalan
Sebelumnya reklamasi pulau G ini menjadi polemik saat Basuki Tjahaja Purnama pada Agustus 2014 lalu, saat masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan proyek tersebut belum punya izin reklamasi.
Ahok, begitu Basuki akrab dipanggil, izin bakal cepat keluar kalau pengembang bersedia membangun infrastruktur dan fasilitas yang saat ini sedang digenjot oleh pemerintah DKI Jakarta.
Saat itu Ahok menyebutkan, izin reklamasi bakal keluar pada akhir 2014.
Pulau buatan tersebut akan dijadikan kawasan perumahan dengan harga mulai Rp 3 miliar sampai Rp 6 miliar, serta rumah toko seharga Rp 7 miliar hingga Rp 9 miliar. (ded/ded)

Indonesia Diprediksi Akan Terbelah Menjadi 7 Negara Bagian

Kamis, 05 Maret 2015

Indonesia Diprediksi Pecah Menjadi Tujuh Negara Bagian. Hal itu dinyatakan mantan penasehat KPK Abdullah Hemahahua dalam acara diskusi di panggung utama Islamic Book Fair siang ini (3/3). Ramalan itu diungkap oleh pengamat asing kepada Indonesia.

“Yang jelas Papua akan menjadi negara sendiri, tinggal nunggu waktu. Kemudian Aceh, Riau, Makasar dan seterusnya,” kata mantan Ketua Umum HMI ini.
Abdullah juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini mengalami penjajahan ekonomi yang parah. Hutang Indonesia kini tercatat Rp 3.500 triliun. “Kepemilikan asing untuk bank di Indonesia boleh sampai 99 persen. Padahal di Malaysia asing hanya boleh 30 persen. Di Cina hanya boleh 25 persen,” terangnya.
Abdullah juga menyayangkan tidak sinkronnya keputusan ulama dengan kebijakan pemerintah. “Contohnya MUI mengharamkan bunga bank. Tetapi pemerintah membolehkan Bank Indonesia menetapkan bunga bank,” paparnya.
Sedangkan Prof Rokhmin Dahuri menjelaskan bahwa di dunia ini sekarang sistem Sosialisme dan Kapitalisme sebenarnya sudah ambruk. “Sosialisme sejak ada Perestroika dan Glastnost tahun 1989 jelas telah ambruk. Orang nggak mungkin dibuat sama rata dan sama rasa,” terang Guru Besar Ilmu Kelautan IPB.
Begitu pula kapitalisme. Negara-negara Barat tingkat pertumbuhannya sekarang minus atau paling 1 persen. “Mereka mempertahankan ekonominya dengan melakukan penjajahan ekonomi ke bangsa lain. Makanya mereka menghutangkan uangnya ke negara-negara lain. Jadi bukan negara besar itu membantu kita. Tapi kita yang membantu mereka sehingga uangnya bisa beredar. Kalau tidak mereka tidak bisa mempertahankan ekonominya,” terang mantan Menteri Kelautan ini.
Rokhmin berharap dunia sekarang kembali ke sistem Islam yang merupakan aturan dari Allah. Profesor ini juga menegaskan bahwa kegagalan sistem kapitalisme ini diakui sendiri oleh intelektual Barat. Diantaranya oleh Josep Stiglitz dan George Soros.
Rokhmin juga mengharapkan umat Islam Indonesia tidak bodoh dalam memimpin. Jangan sampai tiap lima tahun salah memilih.
“Jelas bahwa pemimpin harus shalih, beriman dan bertaqwa. Pilihlah mereka,” tegasnya.

Terlalu Lama Menahan Kentut, Berbahayakah?

Senin, 02 Maret 2015

Kentut bukanlah gas beracun. Sehingga, jika ditahan tidak akan memiliki pengaruh negatif secara langsung pada tubuh. Hanya saja, menahan kentut dapat memberi rasa tidak nyaman, seperti:
1. Susah Buang Air Besar
Kentut mengandung gas yang memang seharusnya dikeluarkan. Jika kentut itu ditahan, maka akan mengakibatkan penumpukan gas dalam usus, sehingga terjadi pelebaran abnormal. Nah, hal inilah yang menyebabkan susah buang air besar.

2. Perut Terasa Penuh/Begah
Efek berkelanjutan dari menahan kentut adalah perasaan tidak nyaman pada perut. Perut terasa penuh akibat tumpukan gas dan serat yanh seharusnya terbuang, namun menumpuk didalam usus. Akibatnya, perut terasa penuh atau begah.

3. Bau Nafas Tak Sedap
Gas yang tertahan di dalam usus akan berdifusi dalam darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Nah, gas yang tertangkap oleh paru-paru, akan keluar bersama dengan nafas. Sehingga, dapat mengakibatkan bau nafas, yang tentu akan mengganggu performance Anda kan.
Nah, itulah bahaya dari menahan kentut. Alih-alih ingin jaga image, malah dapat mengganggu kesehatan Anda. Makanya, Anda seharusnya tidak menyembunyikannya. Tetapi, mungkin Anda harus mencari lahan yang tepat, untuk melakukan ‘pembuangan gas’ itu. Pilih tempat dengan sirkulasi udara yang baik, untuk antisipasi aroma khas dari kentut Anda.

Sumber. Moneter

Syiah adalah Ancaman Nyata Bagi NKRI

Minggu, 01 Maret 2015

Oleh: DR. Abdul Chair Ramadhan, SH, MH, MM.
DALAM acara yang digelar oleh Majelis Taqarrub Ilallah (MTI) / Temu Pembaca Suara Islam (TPSI) di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq Cawang, Jakarta Timur, Sabtu 28 Februari 2015 saya sangat mengapresiasi acara ini, semoga terus diberdayakan dan dikembangkan oleh seluruh elemen organisasi Islam.
Sebagai pembicara utama dalam kajian tersebut, selain hadir pula KH. Lutfie Hakim (Ketua Umum FBR) dan KH Ahmad Sobri Lubis (Waketum FPI) saya nyatakan – dengan sejumlah informasi dan data – bahwa Syiah Iran benar-benar ancaman nyata terhadap NKRI, selain tentunya terhadap aqidah Islam. Syiah Iran adalah Rafidhah, semua Syiah di Inonesia tunduk dan patuh kepada Iran.
Dalam acara kajian tersebut, saya menilai masih banyak di antara kita yang tidak mengerti apa dan bagaimana sebenarnya ideologi Syiah. Imamah memang merupakan sebagai pokok ajaran elementer bagi Syiah, terutama Syiah Imamiyyah. Syiah Imamiyyah yang paling mendominasi saat ini adalah Itsna Asyariyah yang berpusat di Iran. Pasca Revolusi Iran tahun 1979, Syiah telah mengalami suatu evolusi dan transformasi ideologi Imamah, yakni dengan hadirnya kelembagaan Wilayat al-Faqih yang notabene produk pemikiran kaum Syiah Ushuli.
Syiah Ushuli inilah yang sangat progresif revolusioner, menganggap semua pemerintahan di dunia ini tidak sah kecuali atas keberlakuan Imamah. Secara jelas dan nyata hal ini dapat dilihat pada Konstitusi Iran tepatnya, Pasal 2 jo Pasal 5 jo Pasal 12 jo Pasal 56 jo Pasal 57. Melalui kelembagaan Wilayat al-Faqih dengan Waly al-Faqih (Iran: Rahbar) semua orang di dunia ini harus tunduk dan patuh pada Rahbar, karena posisi Rahbar adalah sebagai Wakil Imam Kedua Belas (Imam Mahdi as) selama masa ghaib. Semua orang wajib mengangkat baiat kepada Imam Mahdi as yang dalam praktiknya diberikan kepada Rahbar, karena ia sebagai penguasa sementara selama masa ghaibnya sang Imam .
Syiah Iran menginginkan keberadaan Rahbar selalu abadi, boleh berganti orangnya namun tidak dapat dihapuskan jabatan Rahbar dalam kelembagaan Wilayat al-Faqih, untuk kepentingan ini, maka Iran melarang adanya penghapusan Imamah dan Wilayat al-Faqih dalam konsitusinya (Lihat: Pasal 12 jo Pasal 57).
Maksud dan tujuan pelarangan itu tidak lain adalah dimaksudkan untuk melanggengkan jaran Syiah dengan menginduk kepada Iran untuk mewujudkan kembali kekuasaan Persia yang telah dihancurkan oleh Khalifah Syaidina Umar bin Khathab ra. Syiah Iran sengaja mengkultuskan Syaidina Husein bin Ali bin Abi Thalib ra, mengingat beliau ra menikah dengan Syahbanu putri Kaisar terakhir Persia yakni Yazirgid. Syiah Iran mengklaim dari keturunan Syaidina Husein ra akan muncul Imam Mahdi as. Padahal Imam Mahdi kelak nanti akan dilahirkan melalui keturunan Syaidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra.
Menurut riwayat hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa Imam Mahdi, namanya seperti namaku dan nama bapaknya seperti dengan nama bapakku, beliau adalah Muhammad bin Abdullah dan kemunculannya dari Madinah. Sedangkan Syiah mengklaim munculnya dari Isfahsan (daerah Iran) yang akan membangkitkan Syaidina Abu Bakar As-Shiddiq ra dan Syaidina Umar bin Khathab ra lalu kemudian menghukumnya dalam rangka pembalasan dendam, karena Syiah Iran menuduh kedua sahabat mulia Nabi Muhammad SAW telah merebut hak imamah Syaidina Ali bin Abi Thalib ra.
Sesungguhnya yang dinantikan oleh Syiah Iran adalah Al-Masikhul Dajjal Al-Muntazar Laknatullah, bukan Imam Mahdi. Kondisi yang demikian, hampir serupa dengan keyakinan kaum Yahudi yang mengetahui akan hadirnya Nabi terakhir dari keturunan Nabi Ibrahim as, mereka menginginkan dari ras mereka melalui Nabi Ishak as, namun ternyata Nabi terakhir dari keturunan Nabi Ismail as. Nabi Ishak as melahirkan para Nabi, tidak demikian halnya dengan Nabi Ismail as. Ketika Nabi Muhammad SAW menjadi Nabi terakhir, mereka ingkar dan berbuat makar hingga saat ini dan berlanjut kelak sampai hadirnya Perang di Akhir Zaman (Al-Mahamah Al-Khubro/Armageddon).
Hal yang sama terjadi pada Syiah Iran, mereka menduga Imam Mahdi dari keturunan Syaidina Husein ra, namun ternyata nanti dari keturunan Syaidina Hasan ra. Inilah siasat Yahudi untuk mengeksodus umat Islam menjadi Syiah dan otomatis menjadi pengikut Dajjal laknatullah dimasa yang akan datang.
Dalam acara Majelis Taqarrub Ilallah juga saya buktikan bahwa Syiah Iran merekrut berbagai preman-preman untuk menjadi tameng menghadang acara-acara sosialisasi tentang kesesatan Syiah, seperti yang terjadi di Karawang (2014), Bintaro (2014), Sentul (2015) hingga kasus Az-Zikra. Fakta telah berbicara, bahwa Syiah menggunakan tangan-tangan para preman, ditambah lagi dengan maraknya para imigran Syiah di berbagai wilayah seperti kawasan Bogor (Puncak) dan Kalimantan.
Selain itu, sejumlah pasukan siap mati mereka organisasikan, seperti pasukan Badar pimpinan Mayor (Laut) Isa Al-Mahdi Al-Habsyi, Pasukan Garda Kemerdekaan yang didirikan oleh Prof. Dawam Rahardjo, dan sejumlah pasukan lainnya yang tersebar di berbagai daerah. Wacana pembunuhan terhadap para ulama Ahlussunnah dan tokoh-tokoh pegiat anti Syiah bukan “omong kosong”, terbukti pada tahun 2013 Syiah telah mengirim 16 orang untuk berlatih militer di Lebanon dengan kekhususan sebagai penembak jitu.
Saya siap untuk bermubahalah dengan siapa saja yang menolak pernyataan ini: bahwa Organisasi Syiah yang ada di Indonesia seperti IJABI ataupun ABI semuanya menginduk kepada Rahbar Iran.
Penamaan Republik Islam Iran harus kita tolak, jangan menyebut Revolusi Islam Iran dan jangan pula mengatakan Republik Islam Iran, cukup katakana Revolusi Iran dan Republik Iran. Wahai para pendukung dan simpatisan Syiah sadarlah akan sinyal ancaman Syiah Iran ini. Tidak benar jika dikatakan “tidak Sunni tidak Syiah tapi Jumhur Islamiyah”, itu adalah bahasa kamuflase Syiah dalam ranah taqiyyah. Kelak nanti ketika mereka (baca: Syiah) kuat taqiyyah akan berubah menjadi tabiah, yakni mobilisasi untuk melakukan perlawanan yang lebih dahsyat terhadap Islam dan NKRI.
Takutlah akan catatan sejarah yang akan menuliskan nama-nama pendukung dan simpatisan Syiah di Republik Indonesia yang akan menjadi bahan bacaan generasi selanjutnya. Terlebih lagi tanggung jawab kepada Allah SWT dan bagaimana kita ketika berhadapan dengan sang idola Nabi Muhammad SAW yang telah mewasiatkan kepada umat yang memiliki ilmu tentang kewajiban untuk membela sahabat-sahabat beliau SAW dari caci-maki Syiah Rafidhah, jika tidak maka laknat Allah, laknat seluruh malaikat dan seluruh manusia kepadanya (Lihat: Qanun Asasi Nahdlatul Ulama).
Syukur Alhamdulillah, penjelasan dari KH. Ahmad Sobri Lubis yang mewakili FPI sangat memuaskan. Beliau berkali-kali menegaskan bahwa FPI tidak akan membiarkan Syiah melaknat para sahabat Nabi SAW, Syiah Rafidah harus ditindak oleh aparat penegak hukum. Sebelumnya, saya mendengar ceramah Habib Rizieq Syihab dalam acara Maulid di Jl. Wedana Jakarta Timur, beberapa hari yang lalu, dikatakan bahwa Syiah tidak ada yang baik, Syiah sama dengan “Kecoa” suka dengan kotoran. Selanjutnya, Habib Rizieq Syihab mengatakan jika mereka menyerang, umat kita harus siap!. Suatu pernyataan yang sangat mendukung bagi umat Islam dalam rangka melawan radikalisme Syiah.
Begitupun pernyataan KH. Luthfie Hakim yang menegaskan, bahwa dirinya bukan Syiah, adalah suatu pernyataan klarifikasi yang tepat. Selama ini media Syiah selalu menggunakan nama besar FBR untuk kepentingan Syiahisasi. Dengan pernyataan ini, maka FBR bukan alat Syiah dan FBR sangat mendukung gerakan perlawanan terhadap aksi-aksi brutal/premanisme dari manapun datangnya, FBR akan tampil di depan, bukan di belakang.
Kita berharap kedua kekuatan ini (FPI dan FBR) senantiasa aktif menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dari segala aksi penyimpangan dan penodaan agama, amin ya Robbal alamin.
Kepada KH. Muhammad Al-Khaththat (Sekjen FUI) saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar, jazakumullah khoiron katsier, semoga Suara Islam sebagai penyelenggara tetap Jaya, amin ya Robbal alamin. 

Impor Beras Langgar Kedaulatan Pangan

Jakarta. Kita ketahui bahwa negara kita ini kaya akan hasil alam. di bidang pertanian seharusnya yang paling kaya di negeri ini adalah para petani karena hasil pertanian di Indonesia sangat baik, tapi karena permainan para cukong dan mafia yang bekerja sama dengan pejabat negeri ini yang haus akan kekuasaan serta materialisme, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Harga beras naik para petani tidak pernah diuntungkan.

"Saat ini kita belum impor, karena jika dilakukan ditakutkan akan menyalahi kebijakan kedaulatan pangan. Jika menilai dari sisi fungsi, bisa saja Kemendag menggunakan instrumen itu," kata Direktur Bapokstra Kemendag Robert Bintaryo, Senin (2/3/2015).

Dia berpendapat jika instrumen tersebut dilakukan dikhawatirkan akan menurunkan motivasi para petani lokal dalam mewujudkan program kedaulatan pangan.

Selain itu, apabila impor dilakukan maka stok beras dari luar negeri diperkirakan akan tiba bertepatan dengan masa panen raya di dalam negeri. "Ya kira-kira saja, jika berasnya masuk pas masa panen raya justru akan merusak harga beras lokal. Ini yang merasakan ya petani, pasti akan sangat kecewa," ujar Robert menjelaskan.

Sebelumnya, pengamat pertanian Khudori memaparkan Operasi Pasar (OP) yang dilakukan pemerintah dianggap tidak efektif untuk menurunkan harga beras yang tengah melonjak akibat kelangkaan stok.

"Hal ini terjadi akibat para pedagang yang menjual beras Bulog dengan harga pasar, padahal sesuai dengan aturan pemerintah harusnya Rp7.400. Tapi nyatanya banyak yang lebih tinggi," kata Khudori mengungkapkan.

Pihak Bulog yang diwakili Direktur Pelayanan Publik Perum Bulog Leli Pritasari Subekti mengatakan bahwa penyaluran 71.000 ton beras dianggap kurang, karena jauh dari kebutuhan yang mencapai 232.000 ton setiap bulannya.

"Hitungannya, 462 ribu stok yang kosong hanya ditutup dengan 71 ribu akhirnya ya kurang 'nendang' untuk menurunkan harga," tukas Leli.

Hal tersebut diperparah dengan terlambatnya pasokan beras pada bulan Januari akibat "launching" yang baru diresmikan pada tanggal 28 Januari 2015, sehingga total kekosongan stok beras mencapai hampir 700.000 ton.

Sumber: Inilah.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger