ISIS Itu Adalah Rekayasa Untuk Mengalihkan Isu

Jumat, 27 Maret 2015

By: Ust. Azzam Mujahid Izzulhaq

Lalu tiba-tiba ia menjadi trend topic
di Indonesia, tentulah juga ada yg
merekayasa. Untuk tujuan tertentu,
menutupi isu tertentu, merusak citra
tertentu dan menaikkan citra
tertentu.
ISIS di Indonesia, yg diawali dengan
(katanya) 'menghilangnya' turis
Indonesia di Turki, lalu kemudian
aksi-aksi (drama) penangkapannya,
kemudian berakhir di pernyataan
dalam forum debat bahwa Hamas
buatan Israel dan ISIS adalah
bagian dari Ikhwanul Muslimin.
Sungguh kentara agenda
terselubung yg ingin di bangun.
Pertama, merusak hubungan
bilateral Turki dan Indonesia. Kita
tahu bahwa Turki sedang dalam
proses desekularisasi dan re-
Islamisasi. Dan salah satu
pendukungnya adalah para Islamis
Moderat di Indonesia. Banyak hal yg
saat ini dibangun dan
dikerjasamakan antara Islamis
Moderat di Turki dan Islamis
Moderat di Indonesia. Dan ini yg
membuat para Islamic-haters gerah.
Agenda besar di tahun 2023 yg akan
mengguncang peradaban dunia
(Islam khususnya), membuat para
aktivis pembenci Islam dag dig dug.
Apalagi, rekonsiliasi para pemimpin
negara-negara berpenduduk
mayoritas Islam seperti Arab Saudi,
Qatar dan Turki akan semakin
mempercepat dan memperkuat
terciptanya sebuah tatanan
kehidupan dunia yg baru membuat
blok tersendiri di dunia ini.
Masih ingat penangkapan relawan
asal Turki di Sulawesi Selatan
beberapa bulan lalu? Lalu sekarang
muncul isu WNI yg hilang di Turki
karena (diduga) ikut ISIS? Apakah ini
kebetulan? Tidak.
Kedua, merusak citra Islamis
Moderat di Indonesia. Kita tahu,
bahwa begitu besar dukungan
kemanusiaan yg dimotori oleh para
Islamis Moderat kepada negara
Palestina dan faksi perjuangannya
HAMAS. Bahkan, Paleatina dan
HAMAS sudah menjadi bagian dari
darah perjuangan para Islamis
Moderat ini, disamping dari
mewujudkan negara yg adil dan
sejahtera dalam agenda lokalnya.
Dan 'kebetulan', para Islamis
Moderat ini bersebrangan dalam
pandangan politiknya dengan
pemerintahan liberal sekular yg baru
di Indonesia. Sehingga, isu ISIS ini
sebetulnya ditujukan untuk
memberangus Islamis Moderat dan
gerakannya yg saat ini selalu
mengkritisi kebijakan pemerintah
Indonesia.
Ketiga, menutupi isu besar
ketidakmampuan pemerintahan
liberal sekular yg diusung Joko
Widodo dalam mewujudkan janji-
janji politiknya. Hingar bingar KPK
dan Polri sudah meredup. Kisruh
APBD Jakarta juga sudah tidak laku
lagi karena malah bisa menyeret
Gubernur dan Mantan Gubernur
(Presiden) ke meja hijau. Butuh isu
yg lebih 'wow', maka dipilihlah
isubyg sedang menginternasional,
yakni isu ISIS.
Demonstrasi besar-besaran di tiap
kota atas ketidakpuasan masyarakat
atas kinerja pemerintah pun tak
luput dari hal yg harus ditutupi.
Keempat, menaikkan citra Polisi
Indonesia setelah kasus hukum dan
politik petingginya melanda. Kapolri
yg tak kunjung dilantik, rekening
gendut sampai kinerja aparat di
lapangan yg mengendur. Dengan isu
ISIS, akan terlihat bahwa ada
'pahlawan' negara yg (konon)
membela keutuhan bangsa.
Tentu saja, sutradara dari isu ISIS di
Indonesia ini handal. Namun,
sehandal-handal tupai melompat, ia
akan jatuh juga. Sepandai-pandai
menutupi, yg ditutupi adalah
bangkai yg sudah busuk tak terkira.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger