Diberdayakan oleh Blogger.

Sudahlah Pak, Ngurus Istri Saja Engkau Tidak Bisa!

Kamis, 14 Maret 2019

"Sudahlah Pak, Ngurus Istri Saja Engkau Tidak Bisa!"

Penulis : Karyono Al-jugjawy

Kerapkali kita mendengar perkataan di atas diucapkan oleh sebagian orang. Jika kita hanya berfikir sepintas, niscaya akan dengan mudah membenarkannya. "Iya ya! Ngurus rumah tangga aja nggak becus, bagaimana mau ngurus negara!" Namun bila mau berfikir jernih, layaklah kita untuk sedikit menelisik. Benarkah Pak Prabowo tidak becus mengurus istrinya?

Baiklah, mari kita telaah. Apa sebenarnya penyebab perpisahan Pak Bowo dan Mbak Titiek. Saya katakan perpisahan, bukan perceraian, karena selama ini belum ada bukti otentik dokumen resmi perceraian beliau dengan Mbak Titiek yang tersiar di media.

Sobat sekalian, tahukah anda bahwa perpisahan Pak Prabowo dengan istrinya adalah konsekuensi atas keteguhan sikap beliau yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan keluarganya?

Ketika mahasiswa mengepung gedung DPR/MPR, Prabowo menolak membubarkan aksi nekat tersebut lantaran mengkhawatirkan terjadinya banyak korban jiwa. Tatkala Amien Rais bersiap menggelar aksi sejuta umat di Monas, malamnya Prabowo menemui ketum PP Muhammadiyah itu guna melobi Pak Amien agar membatalkan aksi tersebut. Prabowo mengkhawatirkan, aparat bakal bertindak represif hingga menyebabkan pertumpahan darah sesama putra bangsa. Amien Rais bersedia menuruti saran Prabowo.

Pertumpahan darah dapat dihindarkan. Sayang, yang sampai ke telinga keluarga penguasa RI-1 justru isu Prabowo bersekongkol dengan kaum reformis.

Sang Mertua murka. Prabowo dipaksa berpisah dari Titiek. Ah, sungguh besar konsekuensi dari keputusan Prabowo demi menghindarkan pertumpahan darah sesama putra bangsa. Beliau harus rela kehilangan karir sekaligus istri tercinta. Tak heran jika Mendiang Gus Dur sampai bilang, "Orang yang paling ikhlas terhadap bangsa ini ya Prabowo!" Dan kita lihat hingga detik ini. Prabowo dan Titiek masih setia dengan ikatan cinta suci mereka. Kalau mau, apa susahnya pria segagah dan setajir Prabowo mencari wanita lain? Apa susahnya pula Mbak Titiek yang wajahnya jelita dan dikenal sebagai Putri Cendana mencari pria lain sebagai pengganti Pak Bowo? Tidak. Ternyata itu tidak pernah mereka lakukan.

Via Instagram: @lenykarengkuan
******************
Tanggapan nitezen:

metri.ayuni
Kisahnya seperti ainun dan habibie kisah cinta setia yg tak lekang oleh waktu😭😭😭😭

yusniasonjo
Pengorbanan .... insha Allah dibalas oleh Allah dengan kemenangan di 17 April nanti...aamiin

dwiyansetiyani
Kasian pak @prabowo Terpisah sama bidadarinya karna fitnah orang2 dzolim...😢😢😢

yanisoeparma
MasyaaAllaj..., terharuuu😭😭

agung__rizki
Politik semua. Pak Prabowo dan Bu Titik dipaksa cerai karena fitnah org2 yg iri pada beliau. Yg memfitnah dia adalah org2 yg selalu menggoreng isu pelanggaran HAM dan kerusuhan 1998. Kita bisa tau org2 tsb ada di kubu mana.
agung__rizki
Pas pilpres udh deket mereka selalu menggoreng isu 1998. Pilpres udh selesai diem. Mirip cewek yg lg mens tp cuma 5 tahun sekali.

nienu98
Jangan suka memvonis orang kalau kita sendiri tidak tahu yang terjadi sebenar- benarnya karena sedikit kita berprasangka tidak baik akan menjadikannya fitnah yang nantinya akan dipertanggungjawabkan ,kalau tidak suka sama orangnya jangan menyerang personal pribadinya bukan menggurui tetapi mengingatkan.

nurmuhidayanti
Love you @prabowo@titieksoeharto 😘😘😘😘
kayuhan_biduk
Udah pernah baca dan nonton dr penjelasan Alm. Munir yg real aktivis HAM. Yg bikin sy tambah semangat pilih prabowo, adalah para jendral orba yang sangat takut jika prabowo jd pemimpin. #2019gantipresiden

zaskia_ellena
tak kenal maka tak sayang.. baru mengenal beliau ..😍@prabowo

OPERASI BUSUK YANG GAGAL TENGGELAMKAN ANIES BASWEDAN

Rabu, 06 Maret 2019


Para bandar menggelar rapat akbar. Agendanya pasti akbar. Gak main-main, menusuk jantung Ibu Kota. Bukan Istana, tetapi Balai Kota.
Agenda busuk itu cuma satu: tenggelamkan sang Gubernur. Alasannya juga satu: Anies membuat bisnis gelap gulung tikar. Mereka gak suka cahaya. Tabiat kelompok yang biasa dengan kesuraman dan kegelapan.
Operasi busuk itu dimulai dari menenggelamkan sang mantan Menteri Pendidikan ini. Caranya gampang: jangan beritakan, kecuali bongkar keburukannya.
Bukannya dalam tiap kunjungan dan kinerja seorang Gubernur selalu ada reporter yang ditugaskan mendampingi dan meliput? Benar. Tugas saja. Tetap liputan. Tapi hasil liputan itu hanya membeku di meja redaktur. Jangan sampai ada yang diberitakan.
Wajar jika kawan-kawan di belakang Pak Gubernur ada yang berseloroh: wartawan mah ramai, tapi berita tak ada yang naik.
Sangat mencolok perbedaannya dengan Gubernur provinsi sebelah yang selalu diberitakan bahkan sejak berencana. Dia membuat desain, diberitakan. Wakilnya berencana mengundang Ustadz Abdul Somad, diberitakan. Sudut taman tentang tokoh tukang pacaran dan tawuran, diramaikan.
Nah, operasi busuk kepada sang Gubernur jago menulis ini, tampaknya berhasil. Berita tentangnya sangat minim. Cek saja kalau tidak percaya. Baca media mainstream dalam sepekan. Tandai berapa kali berita tentang Anies Baswedan. Kalau ada, paling dua. Kok dua? Satu tak solutif, lebih sering heboh tapi gak ada hasil.
Apakah Anies benar-benar tenggelam? Ya gaklah. Kan kaidahnya jelas: siapa bersama rakyat, ummat, dan ulama, serta orang-orang baik maka dia akan selalu dikenang dan menang.
Ia tak perlu mempromosikan diri. Karena para malaikatlah yang akan menggerakkan jemari kebanyakan manusia untuk mencari tahu tentangnya.
Tetapi tetap saja, harus ada ikhtiar. Maka Anies dengan sadar mengoptimalkan media sosial yang dimilikinya.
Cek postingannya, semua tentang kinerja atau keteladanan. Berbeda jauh dengan Gubernur Akan yang romantis-romantisan saat banjir mengepung salah satu kabupaten di provinsinya. Kok beda? Kan postingan menunjukkan kelasnya.
Akhirnya para konspirator kian kelabakan. Setelah reklamasi ditutup, hotel maksiat dihentikan, air akan dikembalikan ke negara untuk rakyat, serta ratusan kinerja lainnya, mereka harus menelan ludah, menggigit jari, dan berteriak ke media soal rotasi ribuan jabatan di tingkat kecamatan dan kelurahan di seluruh Ibu Kota. Mereka sok mempertanyakan kemungkinan lelang jabatan juga indikasi adanya kolusi dan nepotisme.
Padahal, kemarahan mereka bukan karena itu. Lah kan mereka komplotan? Cek data caleg dan pejabat pelaku korupsi, mereka juaranya.
Terus, ngapain mereka ramai? Selalu karena ada kepentingannya yang dijegal. Emang kepentingan apaan?
Rotasi besar-besaran sang Gubernur demi mengamankan suara rakyat. Karena adanya indikasi kecurangan yang diembuskan.
Wajar jika marah. Karena panik dan semakin yakin kalah.
Kasihan ya. Lelah-lelah menggelontorkan dana, eh dibatalkan oleh dua langkah: kertas dan tanda tangan.
Ini baru tanda tangan yang benar, bukan tanda tangan dari sosok yang tidak membaca apa yang ditandatangani.
Selamat, Pak Anies. Kami mendukungmu sampai Indonesia Menang.
Pirman
Pecinta Keluarga Sejati

Sumber: Account Facebook
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger