Diberdayakan oleh Blogger.

Ramai Pemilih Siluman Pilkada DKI

Rabu, 15 Februari 2017


Hari pencoblosan Pilkada DKI Jakarta digelar pada Rabu (15/2/17) menyisakan banyak cerita. Di antara yang paling banyak beredar di media sosial adalah adanya pemilih siluman. 

Banyak pemilih yang tidak dikenal oleh warga sekitar mendatangi tempat pemungutan suara. Mereka hanya membawa kartu tanda penduudk elektrik tanpa menyertakan surat panggilan dari KPPS setempat.

Dalam tayangan berikut, seorang berbaju putih berambut plontos ditanyai oleh seorang warga. Si baju putih yang diindikasi sebagai salah satu pemilih siluman ini tidak bisa menjelaskan dimana tempat tinggalnya.

Ia hanya menyebut lapangan bola berkali-kali. Saat ditanya 'Lapangan mana?', ia tetap menjawab 'Lapangan bola.'

Tarbawia belum mendapatkan informasi lebih lanjut tentang validitas video ini. Namun, video ini merupakan salah satu yang paling viral di berbagai media sosial, termasuk grup WhatsApp, fesbuk, instagram, dan twitter. [Om Pir/Tarbawia]

PILIHAN-PILIHAN DALAM KONDISI SULIT (#MiladNU91tahun)

Kamis, 02 Februari 2017





 "Kami kemari minta keadilan, kiyai"
Demikian ucap salah seorang opsir dengan nada mengancam dan wajah tak bersahabat.

Wajah kiyai Hasyim teduh dan responnya masih sangat tenang menanggapi tuntutan tersebut. Meskipun wajah para santri yang hadir saat itu kemerahan karena menahan amarah.
Tuntutan itu bermula dari pengeroyokan santri Tebuireng terhadap maling yang kepergok mencuri di pesantren sebakda magrib beberapa hari yang lalu.
Maling tersebut ternyata umpan para preman dan mucikari yang bersekongkol dengan opsir Belanda.
"Kiyai, kami berikan pilihan-pilihan sebagai balasan keadilan karena kematian rekan kami.
Pertama, Kiyai menyerahkan salah seorang santri kepada kami.
Kedua, kiyai sendiri yang menyerahkan diri.
Dan yang ketiga, terpaksa Tebuireng akan kami bakar".
Gertak opsir tersebut dengan galak.
"Tidak kisanak, itu semua kami tolak sebelum ada bukti yang kuat meninggalnya maling tersebut ".
Demikian jawab Hadratusy Syaikh dengan tenang.
Hal ini karena beliau sangat paham, dibalik semua ini ada konspirasi Belanda yang ingin menghancurkan Tebuireng karena sepak terjang beliau sudah dirasa mengusik Penjajah.
"Baiklah Kiyai, kami beri waktu satu pekan untuk berfikir dan menimbang-nimbang pilihan-pilihan ini. Kalau demikian kami mohon pamit". Tutup opsir tersebut dan segera melangkah dengan diiringi 25 orang pasukan nya.
Memasuki malam keenam dari hari ancaman tersebut Kiyai Hasyim tidak bisa tidur. Ia tatap langit dengan wajah khusyuk dan sangat mengiba kepada Allah ta'ala.
Bagaimana bisa ia serahkan salah seorang santrinya untuk dibunuh dengan alasan yang tidak jelas.
Dan untuk menyerahkan diri sungguh juga bukan pilihan yang tepat, bukan karena ia pengecut dan tidak berani mati, namun itu bentuk kekalahan kepada kedzaliman.
Namun membiarkan Tebuireng dibumi hanguskan juga bukan perkara sepele.
Pesantren ini telah dirintis dari nol dengan izin Allah dan saat ini namanya sedang berkibar di seantero nusantara.
MasyaAllah, sungguh pilihan-pilihan ini teramat sulit dan hanya kepada Allah lah tempat berserah diri dan mengadu, maka beliau habiskan malam itu dengan Tahajjud dan munajat.
Menjelang subuh ia keliling ke kamar-kamar santri untuk membangunkan mereka seperti kebiasaan yang telah dilakukan selama ini seolah tidak ada apa-apa.
Pagi harinya beliau mengumpulkan para santri senior untuk diajak musyawarah mengenai ancaman tersebut. Sebagian besar mengusulkan untuk melawan kedzaliman ini, namun Sang Kiyai terlihat tidak setuju. Meski mereka sudah banyak menguasai ilmu beladiri yang diajarkan oleh para kiyai Buntet namun melawan Belanda dalam kondisi saat itu bisa berakibat fatal.
"Saya telah Tahajjud, istikharah dan melakukan muwazanat, maka dengan Bismillah saya mengambil keputusan; kita biarkan mereka membakar Tebuireng".
Demikian ucap beliau menanggapi masukan dan saran para santrinya.
"Ingat anakku yang kita hadapi bukan hanya Belanda, namun juga para preman yang notabene adalah saudara sebangsa kita sendiri sehingga tidak tepat kita hadapi mereka secara fisik.
Dan sungguh saya sangat mencintai pesantren ini, namun membiarkan nya dibakar itu bisa lebih ringan madharatnya karena bagaimana pun kamar-kamar yang kalian huni itu dulunya adalah kamar-kamar para pelacur..
Biarlah ia hangus bersama dosa-dosa mereka yang telah taubat dan mudah-mudahan bisa kita bangun lagi dari awal".
Meskipun berat, akhirnya para santri senior itupun menerima keputusan Sang Penakluk Badai.
Persis pada malam kedelapan, para preman dan para opsir itu datang dengan kemarahan yang meluap karena mendapati pesantren telah kosong tanpa penghuni.
"Dasar kiyai tengik, pengecut, takut mati, kiyai tak bertanggung jawab...
Keluar kau Bangsat! " demikian sumpah serapah keluar dari mulut comberan mereka.
Namun yang dipanggil tak kunjung tampak karena Sang Kiyai telah membawa ratusan santrinya pergi meninggalkan lokasi.
Dan akhirnya dengan sangat garang mereka membumihanguskan pesantren Tebuireng..
Api segera melahap pesantren yang sebagian besar bangunan nya terbuat dari kayu tersebut.
Dan..
Dari jarak sekitar dua kilometer, di sebuah tanah kosong yang dikelilingi hutan perdu, Kiyai Hasyim dan ratusan santrinya menatap api yang membumbung tinggi dan asapnya menghitamkan cakrawala.
Beliau menatap nya dengan wajah penuh duka. Sedangkan ratusan santri tak kuasa menahan tangis melihat tempatnya belajar dihancurkan para penjahat.
Menjelang subuh, ketika api sudah padam dan pesantren telah menjadi abu dan puing-puing Sang Kiyai dan para santrinya menatap reruntuhan pesantren dengan perasaan yang tak bisa dilukisan...
#ibrah dan hikmah
---------------------------------------------
Saudaraku, kriminalisasi ulama tidak hanya terjadi saat ini, namun sejak zaman dahulu hal ini sudah biasa dilakukan oleh para pelaku maksiat dan penguasa yang dzalim..
Maka jangan panik dengan kondisi sosial politik kita saat ini.. Ingatlah bahwa sejarah selalu mengulang dirinya.
Yang lebih penting bagi kita adalah, saat kejadian seperti ini terulang dalam sejarah kita berada dipihak mana? Dipihak preman kah, penguasa dzalim kah atau dipihak pejuang?
*Yang kedua* seorang ulama adalah Pemimpin Umat, maka wajib kembali kepada Allah disaat kondisi seperti ini. Serahkan semua urusan hanya kepadanya. Jangan sedikit pun terlintas dalam benak kita bahwa kita bisa mengatasinya dengan usaha dan ikhtiar kita.
Dan *yang ketiga*, menggunakan _fiqih muwazanat_ adalah tugas keulamaan yang kadang bagi sebagian orang belum dipahami hikmahnya saat itu..
Maka dalam kelanjutan kisah diatas, dalam hitungan kurang dari enam bulan, Tebuireng sudah berdiri kembali dengan bangunan yang lebih kokoh dan permanen dan namanya semakin harum di nusantara.
Dan *yang terakhir*, Tebuireng sebagai markas lahirnya *NAHDHATUL ULAMA* adalah wadah perjuangan para santri dan ulama sejak dulu yang sangat anti dengan dominasi asing.
Bahkan sejak awal berdiri selalu terdepan dalam memperjuangkan Islam dan umat Islam sehingga kita semua patut berdoa semoga Ormas terbesar ini tetap istiqomah dengan _khittah_nya (1926) dan mewarisi ruh perjuangan para pendirinya...
Cinta kami untuk *Nahdlatul ulama* yang hari ini milad ke-91
Lereng Merapi, 31 Januari 2017
_Al Faqir ilallah_
Suhari Abu Fatih
#Ma'had AlFatih

SAAT MANUVER MUSUH ALLAH SEMAKIN KEJI, UMAT ISLAM HARUS BERUSAHA SEMAKIN SHOLIH


Gambaran Umum Rasulullah ﷺ tentang bagaimana kondisi suatu kaum dari zaman ke zaman :
*Pertama :*
-----------
KEJAHATAN YANG DITUJUKAN KEPADA UMAT ISLAM SELALU LEBIH BURUK DARIPADA SEBELUMNYA.
Rasulullah ﷺ bersabda :
لا يأتي عليكم زمان إلا والذي بعده شر منه حتى تلقوا ربكم ) أخرجه البخاري في صحيحه من حديث الزبير بن عدي
"Tidaklah datang kepada kalian suatu masa kecuali setelahnya lebih jahat dari sebelumnya, sehingga engkau akan bertemu dengan Allah (Robb kalian)." (HR. Bukhari).
*Hadist diatas sangat relevan dengan kondisi yang dialami oleh Umat Islam saat ini.*
Jika direnungkan dengan seksama, tentu kita akan sadar bahwa apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ benar-benar terbukti dan kita alami saat ini.
Perlakuan musuh-musuh Allah terhadap Umat Islam dari waktu ke waktu semakin kejam dan brutal. Dan kondisi ini lebih buruk daripada perbuatan mereka sebelumnya.
Berbagai elemen - struktur penyelenggara negara tampak semakin melemah dan kendor dari pijakan ideologi Keislaman-nya, mudah terbawa arus propaganda musuh Allah, hingga semakin terlihat kengganannya berpihak pada Umat Islam.
*Kedua :*
---------
PEMENGANG KEKUASAAN MENJADI SANGAT DOMINAN DAN BERBUAT SEMENA-MENA.
Rasulullah ﷺ bersabda :
.....ثم تكون ملكا عاضا فيكون ماشاءالله أن يكون......
Kemudian akan ada kerajaan (penguasa) yang penindas yang berlangsung sampai masa yang dikehandaki Allah...
(HR. Albaihaqi. Di Sohihkan oleh Al AlBani dalm Silsilah Ahadits Shohihah).
Rasulullah ﷺ mendoakan para pemimpin kaum (negara) yang telah menyengsarakan rakyatnya.
Hadits dari 'Aisyah Rodhiallahu 'Anha, bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berdoa:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَشَقَّ عَلَيْهِمْ ، فاشْقُقْ عَلَيْهِ ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ ، فَارفُقْ بِهِ
_Ya Allah, barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia mempersulit mereka maka persulitlah dia, dan barang siapa yang diberikan amanah mengurus urusan umatku lalu dia berlaku baik kepada mereka, maka, perlakukanlah dia dengan baik pula._
(HR. Muslim No. 1828, Ahmad No. 24622, Ibnu Hibban No. 553, Abu ‘Uwanah No. 7025, dll)
*Ketiga :*
---------
PEMEGANG KEKUASAAN SANGAT RINGAN DALAM MELAKUKAN BERBAGAI MANIPULASI.
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
«سَيَأْتِي عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتُ، يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ، وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ، وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ، وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ، وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ» ، قِيلَ: وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ؟ قَالَ: «الرَّجُلُ التَّافِهُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ»
“Akan datang ke pada manusia tahun-tahun penuh kebohongan, saat itu pendusta dibenarkan, orang yang benar justru didustakan, pengkhianat diberikan amanah, orang yang dipercaya justru dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara.” Ditanyakan: “Apakah Ar-Ruwaibidhah?” Beliau bersabda: “Seorang laki-laki yang bodoh (Ar Rajul At Taafih) tetapi sok mengurusi urusan orang banyak.”
(HR. Ibnu Majah No. 4036. Ahmad No. 7912. Dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No. 7912. Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan: sanadnya jayyid. Lihat Fathul Bari, 13/84).
*Keempat :*
-----------
ELEMEN PENGAMAN BANGSA TIDAK TAKUT AKAN MURKA ALLAH.
Rasulullah ﷺ bersabda :
"سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ".
"Akan datang di akhir zaman adanya petugas keamanan yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka."
(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat _At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir,_ 2/192).
*Kelima :*
---------
KEBENCIAN TERHADAP ARAB SEMAKIN TERANG-TERANGAN.
Rasulullah ﷺ bersabda :
يا سلمان لا تبغضنى فتفارق دينك. قلت يارسول الله كيف ابغضك وبك هدانا الله. قال تبغض العرب فتبغضني
_Wahai Salman. Janganlah kamu membenciku. Hal itu akan berdampak engkau akan terlepas dari Agamamu. Salaman bertanya ; Bagaimana aku membencimu. Pada hal kami mendapat Hidayah karena keberadaanmu?. Engkau membenci Arab maka kau telah membenciku._
(HR. At Tirmidzi No. 3927, katanya: hasan. Ahmad No. 23731, Al Hakim dalam _Al Mustadrak_ No. 6995, katanya: shahih. Sebagian ulama yg lain menilai hadits ini doif).
*Ketujuh :*
----------
ZINA DAN RIBA MERAJALELA
Rasulullah ﷺ bersabda dalam suatu riwayat :
Dari Ibnu ‘Abbas _Radhiallahu ‘Anhuma,_ bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ حَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللهِ
_Jika zina dan riba sudah muncul di sebuah negeri maka mereka telah menghalalkan azab yang ditetapkan Allah ﷻ ._
(HR. Al Baihaqi, _Syu’abul Iman_ No. 5416. Al Hakim, Al Mustadrak No. 2261, kata Al Hakim: _shahihul isnad_. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam _Shahihul Jami’_ No. 679).
*Kedelapan :*
-------------
JUMLAH ULAMA SEMAKIN SEDIKIT
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
_Sesungguhnya Allah tidaklah menghapuskan ilmu begitu saja dari manusia. Tapi dihapuskannya dengan mewafatkan ulama, sampai Ulama tidak tersisa. Manusia pun mengambil tokoh-tokoh bodoh, lalu mereka ditanya, dan berfatwa tanpa ilmu sehingga mereka sesat dan menyesatkan._
(HR. Al Bukhari)
*Kesembilan :*
--------------
KONDISI UMAT BANYAK NAMUN TIDAK BERKUALITAS.
Rasulullah ﷺ bersabda:
يوشك الأمم أن تداعى عليكم، كما تداعى الأكلة إلى قصعتها. فقال قائل: ومِن قلَّةٍ نحن يومئذ؟ قال: بل أنتم يومئذٍ كثير، ولكنكم غثاء كغثاء السَّيل، ولينزعنَّ الله مِن صدور عدوِّكم المهابة منكم، وليقذفنَّ الله في قلوبكم الوَهَن. فقال قائل: يا رسول الله، وما الوَهْن؟ قال: حبُّ الدُّنيا، وكراهية الموت
"Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk." Seorang laki-laki berkata, "Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?" beliau menjawab: "Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al Wahn." Seseorang lalu berkata, "Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?" beliau menjawab: "Cinta dunia dan takut mati."
(HR. Abu Daud No. 3745. Syaikh Bin Baaz mengatakan: hasan. Lihat _Majmu' Al Fatawa,_ 5/106).
Subhanallah...
Betapa gambaran yang telah disabdakan oleh Rasulullah ﷺ diatas sangat identik dengan realita yang sedang dialami oleh Umat Islam saat ini.
Tentu sebagai Muslim kita merasa gelisah, sering muncul perasaan khawatir yang sangat dengan kondisi Negri kita saat ini.
Kendati demikian ...
SEBAGAI MUKMIN KITA TETAP TIDAK BOLEH BERPUTUS ASA.
Karena ...
Harapan kebangkitan Umat Islam tetap masih ada, selama masih ada baik Kelompok ataupun secara pribadi dari Umat Islam yang memiliki karakter sebagai berikut :
🔲 Para Ulama dan Umat bersatu dengan tekad bersama-sama berjuang dalam Menegakkan Kalimatullah.
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا خُذُوا حِذْرَكُمْ فَانْفِرُوا ثُبَاتٍ أَوِ انْفِرُوا جَمِيعًا
_Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!_ (QS. An Nisa: 71)
🔲 Para Pemuda Muslim siap untuk bangkit dan memiliki semangat bagai Pemuda As-Habul Kahfi.*
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ ۚ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
_Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk_.
(Qs. Al Kahfi: 13)
🔲 Umat Islam sadar bahwa dirinya harus meningkatkan taqwa-nya kepada Allah ﷻ dan berusaha untuk istiqomah dijalan taqwa itu.
Dari Tsauban _Radhiallahu ‘Anhu_, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
_“Ada segolongan (thaifah) umatku yang senantiasa di atas kebenaran, tidaklah memudharatkan mereka orang-orang yang memusuhi mereka, sampai Allah datangkan urusannya (kiamat), dan mereka tetap demikian.”_
(HR. Muslim No. 1920, At Tirmidzi No. 2229, Ibnu Majah No. 6).
🔲 Ulama dan Umat memiliki keberanian menasihati Pemimpin yang dzalim.
Dari Abu Sa'id Al Khudri _Radhiallahu 'Anhu_, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الْجِهَادِ كَلِمَةَ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ
_Sesungguhnya jihad yang paling agung adalah mengutarakan perkataan yang benar dihadapan pemimpin yang zalim._
(HR. At Tirmidzi No. 2329, katanya: hasan).
Mari kita renungkan Nasihat Imam Hasan Al Banna saat kita berada dalam situasi sulit seperti saat ini :
ﺣﺘﻰ ﺗﻌﻠﻤﻮﺍ ﺃﻻ ﻣﻠﺠﺄ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺇﻟﻴﻪ
ﻭﻻ ﺗﻨﺘﻈﺮﻭﺍ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻨﺼﺮ
ﻭﺍﻟﺘﺄﻳﻴﺪ ﻓﺄﻟﺤﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻰ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ
ﻭﺍﺟﺘﻬﺪﻭﺍ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻤﻞ
PERTAMA :
-----------
"Agar kalian semua tahu dan menyadari betul, bahwa tidak ada tempat bersandar kecuali kepada Allah.
KEDUA :
---------
Dan agar jangan pernah kalian menanti dukungan dan kemenangan kepada seorangpun kecuali kepada Allah.
KETIGA :
---------
Oleh karenanya ikhwah sekalian, merengeklah kepada Allah dalam doa-doa kalian.
KEEMPAT :
-----------
Dan bersungguh-sungguhlah dalam beramal !"
Masya Allah ...
Sungguh nasihat yang begitu tepat bagi kaum Muslimin negri ini.
Wahai Saudaraku ...
Marilah kita segera bertaubat dan merengek-rengek kepada Allah ﷻ agar kita segera terlepas dari Kezaliman Penguasa dan Fitnah Media sebagaimana yang kita alami saat ini.@BE
والله أعلم بالصواب
Diolah dari beberapa
Tulisan.
📝 : Ustadz Abdul Aziz Abdur Ro'uf, Lc
حفظه الله تعالى
Published by :
_____________________
MQM Membangun
Pribadi Q U R 'A N I
==============
Jakarta, 3 Feb 2017
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger