Diberdayakan oleh Blogger.

PENGHINAAN TERHADAP RASULULLAH SAW OLEH BOEDI OETOMO 1918

Senin, 03 Desember 2018


Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara

SATU ABAD (1918-2018) PENGHINAAN TERHADAP RASULULLAH SAW OLEH BOEDI OETOMO 1918 - DIULANG  DENGAN PENGHINAAN ISLAM OLEH AHOK (2016). DIULANG LAGI  DENGAN PEMBAKARAN BENDERA RASULULLAH SAW  DI UPACARA HARI SANTRI OLEH BANSER LIMBANGAN GARUT JABAR  2018.

ALLAH MURKA, DIBANGKITKANLAH KEBERANIAN UMAT ISLAM , walau sedang terjajah oleh Kerajaan Protestan Belanda,  dengan terbentuknya DEMO AKBAR,  TENTARA KANDJENG RASOELOELLAH SAW. Menuntut Keadilan kpd Penerintah Kolonial Belanda (1918) yang membiarkan pelaku penghinaan thd Rasulullah saw.

SERATUS TAHUN KEMUDIAN, HARI INI, ALLAH YANG MAHA KUASA, MEMBANGKITKANLAH KEBERANIAN DAN KEIKHLASAN HATI UMAT ISLAM, untuk Mengadakan   DEMO SUPER DAMAI, REUNI 212 SILATURRAHIM DI MONAS JAKARTA, 2 DESEMBER 2018.
SEJARAH  BERULANG. Mengapa. Apa, Di mana,  Bilamana,  dan Bagaimana?

BOEDI OETOMO didirikan, 20 Mei1908. Oleh Siswa Bangsawan STOVIA di Batavia atau Jakarta, sebagai Reaksi thdp bangkitnya gerakan edukasi kalangan para HABIB dan  SYAYID dgn gerakan  DJAMIATUL CHOIR (17 Juli 1905) di Tanah Abang Krukut, Betawi atau Jayakarta.

Didirikanlah gerakan edukasi dgn Guru Guru Tanpa Honor,  oleh Syayid Al Fakhir bin Abdurrahman Al Mashur, Sayid Muhammad bin Abdullah bin Syihab, Syayid Idrus bin Ahmad bin Syihab, dan Syehan Abdullah bin Syihab.

Gerakan Pendidikan yang dipelopori kalangan Bangsawan Arab,
DJAMIATOEL CHOIR ( 17 Juli 1905) dikembari oleh siswa bangsawan Jawa, dgn nama yang mirip, dgn bahasa budaya Jawa,   BOEDI OETOMO ( 20 Mei 1908).

Para Syayid atau Bangsawan Arab, dgn gerakan edukasinya,  dikembari dgn memberikan fasilitas Siswa Bangsawan Jawa dari STOVIA, Soetomo dkk nya.

BOEDI OETOMO, melancarkan aksi penghinaan thd RASULULLAH SAW sbg PENZINA dan PEMABUK. Melalui Buletin DJAWI HISWORO ( 11 Jan 1918).  Mengapa ?

HOS TJOKROAMINOTO, HADJI AGOES SALIM, ABDIEL MOEIS, WIGNJADISASTRA, DEWI SARTIKA, melalui NATIONAL CONGRES ( Natico) CENTRAL SJARIKAT  ISLAM ( CSI), di Gedung Concordia atau Gedung Merdeka, 16-24 Juni 1916, menuntut Zelf Bestuur, Pemerintahan  Sendiri atau Indonesia Merdeka serta Indonesia Berparlemen.

Pemerintah Kol. Belanda sbg kepanjangan tangan imperialis Kerajaan Protestan Belanda, kedua-duanya menolak tuntutan Natico CSI di Bandung Jsbar. Sangat ketakutan bila umat Islam bersatu. Maka, Martodharsono dan Djojodikoro, melalui Buletin Djawi Hisworo, melancarkan penghinaan thd Rasulullah saw.

Diluar perhitungan Boedi Oetomo, ALLAH membangkitkan keberanian Umat Islam menjawabnya,  dgn DEMO AKBAR  TENTARA KANJENG RASOELOELLAH SAW.

Saat itu, Demo tidak lagi menggunakan  nana organisasi apapun dan nama  Indonesia  dari manapun. Tumbuh seperti jamur tertimpa hujan, istilahnya saat itu. Umat Islam bangkit bersatu bersama.

Pemerintah Kol. Belanda, bingung gemetaran ketakutan. Eropa sedang terbakar Perang Dunia I (1914 - 1918). Kerajaan Protestan Belanda netral. Tapi takut kebangkitan Islam yang dipimpin oleh RATU ADIL HOS TJOKROAMINOTO. Rakyat saat itu percaya, HOS TJOKRIAMINOTO sbg RATU ADIL.

Sejarah terulang lagi. Timbullah  Gerakan  Islam Nusantara, Anti Arab setelah Demo Super Damai, 2 Desember 2016 yang sangat dahsat dipimpin oleh HRS thd penghinaan Agama Islam oleh Ahok. Walau pelaku penghina Agama, dijatuhi hukuman. Tapi penjaranya beda.

Tiba tiba diulang lagi, di Limbangan, Garut, Jabar, pembakaran BENDERA RASULULLAH SAW, di Hari Santri. Oleh Pengadilan,  pelakunya dijatuhi Hukuman 10 hari.

ALLAH YANG MAHA KUASA, memperlihatkan kembali MAHA KUASA dan MAHA PERKASANYA. Berjuta halangan yang dibuat oleh Pemerintahan, dikecilkan dgn  digerakkanlah UMAT ISLAM tua, muda, pria, wanita, dan Tuna Netra, para Pedagang Kelapa,  dllnya dgn DANA PRIBADI dan KEMAUAN DIRI SENDIRI,  mengadakan  REUNI 212 DEMO SUPER DAMAI  SILATURRAHIM, 2 -12- 2018.

Dihilangkannya RASA TAKUT UMAT ISLAM. Dilarangnya Perusahaan Bus,  dilarang mengangkut Umat Islam Peserta Demo. Dijawabnya dgn Jalan Kaki. Membludaklah Bandara Udara  Laut, Darat,  Relawan Demo yang dipimpin oleh MALAIKAT. Langit pun tersibak. Bersih tanpa ada hujan. Siapa dan mengapa ?

ULANG TAHUN SATU ABAD PENGHINAAN THDP  ISLAM  dan RASULULLAH SAW  (1918 -2018).

ALLAH TELAH MENETAPKAN. AKU DAN RASUL RASULKU PASTI MENANG. ALLAH MAHA KUAT DAN MAHA PERKASA  ( QS 58 :21).

************
Sumber Buku Api Sejarah

Jangan Pernah "Merasa Lebih Renda" Dari Orang Lain (inferiority complex)

Kamis, 04 Oktober 2018


Di negara kita, salah satu penyakit yg ditularkan untuk melemahkan mayoritas umat Islam adalah inferiority complex (fenomena psikologis bahwa dirinya lebih rendah daripada orang lain). Setidaknya, penyebarannya di bangsa kita dimulai dari zaman penjajahan asing pada masa sebelum kemerdekaan. Sementara di dunia, jauh sebelum itu, pada saat zaman Romawi dan Persia masih berdiri, penularan inferiority complex kepada umat Islam sudah dijalankan.
Terlebih di saat orientalis Belanda bernama Christian Snouck Hurgronje pulang dari penyamarannya sebagai seorang Muslim dari Tanah Suci Makkah Al Mukarramah ke tanah air. Hurgronje melakukan propaganda sedemikian rupa agar masyarakat pribumi terjangkit penyakit inferiority complex akut dan menular. Memandang bahwa sebagai seorang pribumi yg terjajah, dirinya lebih rendah dibandingkan dengan penjajah. Bertemu bule, minder. Bertemu kulit kuning, malu. Bertemu kulit hitam, takut.
Terlebih, propaganda inferiority complex ini ingin menjadikan umat Islam itu tidak lebih keren dibandingkan dengan mereka dengan dibungkus dalil dan pembenaran tawadhuk.
Mau tidak mau, propaganda ini berhasil. Bahkan dampaknya terasa hingga sekarang. Sebagian masyarakat, ketika berhadapan dengan orang asing menjadi kikuk, minder, merasa bahwa dirinya lebih rendah daripada mereka. Kondisi seperti ini juga merembet kepada bahwa segala sesuatu dari luar adalah keren.
Inferiority complex ini mesti dilawan. Disembuhkan. Sudah bukan zamannya lagi kita tunduk dan takluk. Kalah dan mengalah. Sudah saatnta kita merdeka (dalam artian sebenarnya) dari belenggu penjajah.
Salah satu upaya mendobrak belenggu inferiority complex adalah dengan memunculkan kekerenan (baca: kemuliaan) kita di hadapan mereka yg sengaja ingin mencabik-cabik harga diri kita.
Kesombongan yg menjadi senjata mereka, dilawan dengan kesombongan. Keduniawian yg menjadi alat merendahkan, kita lawan dengan keduniawian. Namun tetap, jagalah orientasinya. Kita sedang menjaga izzah, bukan kemudian tenggelam di dalamnya.
Itulah kenapa para Khalifah, Sultan, Raja-raja, Panglima, bahkan para da'i penyebar dakwah 'seakan-akan tampak hidup wah'. Jangan dulu mencap mereka bermegah-megah. Orientasinya berbeda. Mereka sedang menjaga izzah dirinya dan umat Islam. Mereka sedang menyikapi dan melawan keduniawian yg menjadi alat orang-orang munafik dan orang-orang kafir dengan sesuatu yg mereka banggakan, yakni keduniawian.
Syaikh Ahmad bin Hanbal (Imam Hanbali) rahimahullah itu, jika mengajar mengenakan pakaian terbagusnya. Tampil keren sampai-sampai seorang Yahudi mempertanyakan perkara cinta dunia dan kezuhudannya.
Syaikh As Syahid Ahmad Yassin rahimahullah, tokoh perjuangan kemerdekaan Palestina yg lumpuh di hampir seluruh anggota badannya pernah di tanya kenapa beliau bergaya narsis dan keren pada saat difoto? Mengenakan jas terbaik, celana terbaik, sepatu terbaik dan mengangkat dan menyilangkan kaki tidak seperti ulama lainnya yg duduk tawadhuk.
Lalu Syaikh Ahmad Yassin pun menjawab, "Karena yg memotretku adalah sipir penjara Zionis Israel dan yg akan melihat fotoku nanti juga banyak di antaranya adalah mereka yg membenci Islam juga".
Rachid Nekkaz, miliarder dan muliarder asal Perancis yg berusia 38 tahun, dengan 'sombong'-nya ia membayar denda 2000 orang muslimah yg melanggar hukum akibat pelarangan pengenaan jilbab dan cadar. Ia umumkan ke seantero dunia. Pria ganteng, keren, kaya dan 'sombong' ini kemudian menggentarkan rezim pemerintahan Perancis.
Akibat dari kesombongan Nekkaz yg menghebohkan itu, aturan 'buka cadar atau denda 150 Euro' ini kemudian dicabut. Apakah terbayang jika Nekkaz melakukannya diam-diam, anonim, tidak narsis dan fenomena yg sering kali kita label dengan kata sombong itu?
Presiden Soekarno, kemana-mana tampil keren dan sombong. Tak pernah ia menundukkan dagu kepada orang asing. Ia kuasai bahasanya dengan baik. Ia kuasai budayanya agar bisa berdiplomasi dengan baik. Dan kita tahu sendiri pada masa pemerintahannya, Indonesia menjadi macan Asia yg ditakuti dunia.
Demikian juga dengan aksi pribadi atau sosial yg sengaja dinarsiskan oleh perorangan atau sebuah institusi organisasi, jangan tersinggung dulu. Karena sangat boleh jadi bukan sedang menyombongi kamu. Melainkan sedang menyombongi kaum yg lain.
Mayoritas kita karena inferiority complex tadi, melihat yg wah jadi goyah, minder, curiga dan berakhir dengan buruk sangka. Sementara, melihat yg berpenampilan lugu, berkomunikasi ala kadarnya malah simpati. Padahal penipu.
Kepada kita, jangan dulu tersinggung dengan saudara-saudaranya yg memunculkan kekerenannya, ulama yg berkendaraam kinclongnya, seakan-akan sombong dan hidup wah. Itu bukan untuk sesama kita. Itu adalah untuk mereka. Untuk melawan sebuah penyakit akut bernama inferiority complex yg sudah menjalar sejak lama. Ingat, hanya orang sombong yg akan tersinggung dengan kesombongan.
Sekali lagi, orientasi salah mereka terhadap dunia lah yg kita lawan dengan dunia juga. Karena dengan itulah hati mereka gentar.
Bukti paling dekat adalah bagaimana dengan paniknya mereka terhadap salah satu organisasi sosial dan kemasyarakatan Islam, organisasi politik bahkan hingga pribadi-pribadi yg tampil 'keren', cepat dan sigap saat ada bencana dan musibah. Mereka panik. Sehingga kemudian mereka munculkan narasi dan propaganda bahwa hal itu adalah hoax belaka.
Seandainya kebijaksanaan Sayyidina Abu Bakar ash Shiddiq tidak dinarsiskan, keberanian Sayyidina Umar bin Khatthab tidak dimunculkan, kedermawanan Utsman bin Affan tidak dimunculkan, kecerdasan Ali bin Abi Thalib tidak diramaikan dan kehebatan lainnya dari para sahabat Baginda Sayyidina Rasulullah Muhammad saw tidak diblow up, sangat mungkin para pembencinya tak akan gentar. Bahkan, sangat mungkin kita tak mengetahui betapa hebatnya para sahabat Baginda Nabi ini.
Ingat, zuhud itu bukan kuantitas materi. Zuhud adalah tentang kualitas hati.

TIDAK PERNAH ADA REFORMASI DI INDONESIA (Kilas Sejarah Bagaimana Pak Harto Memberantas PKI)

Selasa, 02 Oktober 2018


Mahatir M: "Krisis ekonomi 1998 memang dirancang untuk menjatuhkan Pak Harto. Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju.."
Lee Kuan Yew: "Pak Harto pemimpin luar biasa. Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam sejarah Indonesia ..."
Sultan Bolkiah: "Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu. Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat. Sangat disayangkan beliau dijatuhkan"
Pak Harto berkali-kali mengutarakan niat untuk mundur, namun beliau melihat ancaman luar biasa besar membahayakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR utk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti.
Majalah TIME agen konspirasi global memfitnah Pak Harto & keluarga dengan tuduhan punya simpanan USD 30 Miliar ternyata tidak terbukti sama sekali. Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Pak Harto, satu pun tidak menemukan rekening, SDB, dsj di perbankan asing. "Silahkan cari kemana saja, jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati.." kata Pak Harto. Semua tuduhan itu fitnah.
Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (P Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) berkolusi dengan kelompok anti Soeharto. Penyebab utama Pak Harto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Pak Harto yang besar kepada umat Islam sejak 1986, pihak2 tertentu marah.
RI merdeka 1945, namun kemerdekaan umat islam Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987, setelah Pak Harto berpaling ke Islam.
Sebagai manusia Pak Harto sudah pasti tidak sempurna, ada kelemahan, kesalahan, kekurangan, namun beliau tetap Pahlawan, jasanya luar biasa besar. Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan G30S/PKI, membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama dan tokoh-tokoh anti PKI di seluruh Indonesia.
Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dgn Pak Harto awal Oktober 1965. CIA belum pernah buka ke publik, Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuannya dengan CIA beberapa hari setelah G30S/PKI di Jakarta.
Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapu, TNI AD di pimpin Mayjen Soeharto berhasil menggagalkan PKI untuk kendalikan NKRI. Faktor utama kegagalan Gestapu PKI, menurut CIA adalah 'timing' yang tidak tepat, Gestapu dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Okt 1965 ADALAH KESALAHAN FATAL. Gestapu PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta. Mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI.
Kesalahan fatal kedua PKI adalah meremehkan sosok Soeharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD, dulu Kostrad tidak prestisius. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan PKI sebagai pimpinan utama TNI AD. Under estimated terhadap Soeharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol. Soeharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.
CIA mengungkap sikap low profile Soeharto disebabkan oleh kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua Barat, di mana TNI kalah telak dari Belanda.
Fakta sejarah: Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dgn musuh (pasukan Belanda).
Fakta sejarah: Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua krna malaria, kelaparan, kedinginan dll, bukan karena bertempur.
Fakta sejarah: Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang bisa menuju ke Papua Barat dan tenggelam digempur Armada Belanda.
Fakta sejarah: 25 kapal perang RI dibeli dengan pola utang dari Uni Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM, mangkrak di Makassar.
Kekalahan telak Operasi Trikora sangat memalukan Soekarno yang sudah terlanjur berjanji kepada rakyat akan membebaskan Papua Barat, Soeharto kena getahnya.
Karakter Soeharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral, tidak berbahaya oleh PKI. Di internal TNI pada saat itu, ada TNI faksi pro Soekarno seperti Jenderal Ahmad Yani, ada faksi pro Abdul Haris Nasution (anti PKI) dan TNI faksi pro PKI.
Dari Film G30S/PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, rakyat tahu bahwa sempat timbul prokontra di polit biro PKI mengenai Jenderal Ahmad Yani. Keputusan PKI untuk menculik dan membunuh Jend. A. Yani yang Soekarnois didebat anggota polit biro PKI. Akhirnya bulat disepakati Jend. A. Yani masuk daftar korban. Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI utk menghabisi Jend. A. Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Soekarno meninggal dunia. Mayjen Soeharto adalah staf Jend. A. Yani, Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI, inilah kesalahan fatal Gestapu PKI.
Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dlm menyusun daftar korban. PKI tidak perhitungkan kemampuan militer Soeharto. Secara politik, benar Mayjen Soeharto sudah tamat karena memalukan Soekarno, secara militer juga tamat karena hanya jadi Panglima Pasukan Cadangan. Dari perspektif faksi militer, Soeharto tidak masuk faksi mana pun. Soeharto hanya dianggap bayang-bayang Jend. A. Yani, Gestapu pun dilancarkan PKI.
Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Soeharto lakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yang berujung kepada penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA. Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro Soekarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Soeharto dan Jend. Nasution yang terluka.
Mengapa Soeharto bisa mobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar..?
1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965.
2. Soeharto adalah ex Panglima Trikora, satu-satunya Jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar luput dari analisa PKI. Soeharto selaku eks Panglima Operasi Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI.
Soeharto ex Panglima Operasi Trikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI PKI, skak mat TNI balas aksi PKI.
"Bagi Soeharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang lawan pasukan Belanda. Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda" ~ CIA.
Laporan CIA tentang G30S/PKI dan operasi penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat. Jika bukan Mayjen Soeharto yang tersisa dan mengambilalih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti berubah, RI SUDAH JADI NEGARA KOMUNIS. Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada Mayjen Suoeharto ketika Gestapu PKI terjadi.
Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, komunis Rusia melakukan pembersihan, puluhan juta rakyat antikomunis dibunuh.
Komunis China selama revolusi kebudayaan bunuh puluhan juta rakyat sendiri. Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dll ..Komunis bunuh jutaan rakyat mereka sendiri yang anti Komunis. Komunis di seluruh dunia sama. Sesama komunis bersaudara. Komunis tdk mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern. Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis. Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat.
Kembali ke laporan CIA, Saya sungguh terharu membaca laporan tersebut karena membuktikan Sorharto tidak seperti tudingan sekolompok orang. Disebutkan bahwa setelah Soeharto berhasil memegang kendali TNI & memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan namun semua ditolak oleh Soeharto. Soeharto hanya mau berunding dengan CIA-AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS, jika tidak maka tidak ada perundingan.
Apa syarat yang diajukan Mayjen Soeharto kepada CIA-AS..? Bukan senjata bukan pula uang suap, dan juga bukan info intelijen, SOEHARTO MINTA BERAS.
Oktober 1965 Rakyat kelaparan, inflasi 650% (standar normal < 10%), defisit 175% (standar normal < 2,5%), bahan pokok langka, RI dalam bencana kelaparan. Terbukti Soeharto memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan meminta AS kirim beras ke RI, Rakyat RI utang nyawa pada Soeharto.
CIA awalnya menolak permintaan Soeharto, AS bisa bantu kirim senjata dll tapi tdk bisa kirim beras. Apalagi sebanyak 400.000 ton, AS tak bisa. CIA bujuk Soeharto akan bantu apa saja selain beras, anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS. Proses persetujuannya rumit, Soeharto tetap pada sikapnya, AS kirim beras ke RI secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke Lyndon B Johnson.
Gara-gara permintaan aneh dari Soeharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya, lobi senator dan anggota kongres. Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan mayjen Soeharto..? Karena keberhasilan Soeharto menggagalkan PKI berkuasa telah meringankan beban berat AS. Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya. Banyak negara di dunia telah dicengkram Komunis, di Asia Tenggara hampir semua jatuh ke tangan Komunis.
Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/Komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakah anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena Komunis. Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara dipatahkan Soeharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah dimana-mana. AS lega, Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis. Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh.
Teori Domino: jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yg dikuasai komunis maka Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga, akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis. Sungguh Mengerikan..!! ALHAMDULILLAH RI GAGAL DIKUASAI PKI.
Pemerintah AS sangat terima kasih atas jasa besar Soeharto menggagalkan komunis kuasai RI, Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dst. Salah satu bentuk terima kasih AS adalah dengan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua Barat diserahkan kepada RI. Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI. Tidak ada kekuatan asing yang berani usik Papua sebagai bagian integral NKRI.
AS bantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI, juga laporan intelejen dari CIA yang memuat daftar nama-nama kader PKI. Karena kemiskinan/kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.
Fakta sejarah itu sekarang diputarbalikan oleh kader-kader dan simpatisan PKI, dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Soeharto dan TNI.
Untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, langkah Panglima TNI untuk memutar kembali Film G30S/PKI itu sudah tepat.

Kemana Prabowo Saat Titiek Menangis Penuh Duka?

Minggu, 23 September 2018


Tanyakan kepada Prabowo : Kemana dia saat Titiek menangis penuh duka.

Sesungguhnya tidak ada yang diharapkan seorang wanita pada calon suaminya, kecuali seorang pria yang dapat menjaga, melindungi dan selalu mendampinginya setiap saat. Bukanlah seorang suami yang kerap berjibaku dengan lumpur, hutan, rawa-rawa, apalagi bermain dengan kematian dan nyawa.

Yang dinikahi Prabowo Subianto adalah Siti Hediati Hariyadi, putri kesayangan Soeharto. Seorang dara keturunan kraton yang selalu berbicara lembut dan jauh dari kehidupan keras dan kasar. Namun saat cinta datang, Titiek tak bisa mengelak memilih suami seorang prajurit ABRI. Taman Mini Indonesia Indah menjadi saksi, bersatunya dua keluarga, Soeharto dan Soemitro ini. Lalu kemudian, Titiek pun mulai merajut asa rumah tangganya dengan angan indah dan bahagia hingga akhir hayat nanti.

Saat itu, kewibawaan negeri tengah dirongrong pihak asing. Saat Portugal dan Australia menginginkan kemerdekaan Timor Timur. Mereka ciptakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) dari warga lokal untuk melakukan pemberontakan. Aksi GPK jelas mengancam stabilitas nasional. Mereka bergerilya di hutan-hutan untuk menyerang ABRI dengan senjata otomatis. Puluhan tentara RI meregang nyawa dengan tubuh penuh luka peluru. Pemerintah tak bisa tinggal diam. Telalu banyak pasukan keamanan RI yang telah mereka bunuh. Prajurit ABRI pun diterjunkan pemerintah untuk mempertahankan teritorial tumpah darah ibu pertiwi.

Namun sayangnya, Soeharto tak tebang pilih saat mengirim prajurit untuk berperang. Suami putrinya yang belum menghabiskan masa bulan madu turut diterjunkan ke medan tempur. Sebagai prajurit, Prabowo siap kapan pun dipanggil tugas mengabdi pada negara. Tapi tidak dengan Titiek. Namun Titiek harus pasrah. Ini bukan pilihan, tapi perintah! Saat Prabowo akhirnya angkat tas, tinggalkan istri yang baru saja ia nikahi untuk berjuang, Titiek menangis, tak menyangka ayahnya begitu tega melepas menantunya mengadu jiwa dengan GPK. Kenapa bukan yang lain saja? Itu yang ada di benak Titiek.

Seorang prajurit seperti yang sering Titiek dengar dari ayah kandungnya adalah, siap membela negara, siap hidup di alam liar, siap mengadu jiwa, dan siap pulang hanya tinggal nama. Titiek sangat mengerti, dan itu yang membuatnya menangis. Namun air mata Titiek tak dapat mengubah keputusan ayahnya, tak dapat mengubah tekad Prabowo, dan tak dapat mengubah apapun.

Beratus malam putri Soeharto tidur dalam kesendirian dan kekuatiran yang mendalam. Di dalam kamar nyaman yang tak pernah terasa nyaman, karena bulir-bulir air mata Titiek kembali meleleh dan membasahi bantal dan guling. Malam-malamnya ia lalui di atas pembaringan yang empuk, gizi makanan yang terjamin, pakaian yang elok, tapi yang ada di pikirannya adalah, apa yang sedang terjadi pada suaminya di luar sana? Adakah ia terluka? Ataukah ia dalam keadaan sehat? Di tengah malam pekat gulita, di antara dinginnya cuaca, dengan perihnya perut karena lapar, Prabowo dengan kondisinya yang letih dan sangat lelah harus tidur di atas rerumputan dan bahkan di tanah lumpur alam terbuka.

Titiek merasa ia telah diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Lebih dari itu, Titiek bahkan merasa ia sedang dipelakukan tidak adil oleh negaranya. Kenapa rumah tangganya yang harus dikorbankan untuk bangsa? Kenapa kebahagiaannya yang harus digadaikan untuk negara? Tidak bisakah seorang Soeharto menukar Prabowo dengan prajurit lain, atau setidaknya memerintahkan suaminya pulang ke rumah barang sejenak. “Titek rindu..., Titiek kangen suami Bapak...,” tangis Titiek di depan Soeharto kala itu. Namun ayahnya, dari dulu, selalu hanya bisa menjawab, “Sabar nduk..., sabar..., ”.

Ketidakadilan dirasa Titiek tidak hanya sampai disitu, hatinya sedih dan berkecamuk, ia ingin bertanya kepada siapa saja yang bisa menjawab, ke mana suaminya saat ia ingin berkeluh kesah? Ke mana suaminya saat ia ingin bermanja? ke mana suaminya saat dirinya tergolek sakit? Ke mana suaminya saat ia mulai merasakan kehamilan? Di mana suaminya saat ia mengidam? Di mana Prabowo saat perutnya kerap mengalami kontraksi? Di mana putra Soemitro itu kala dirinya mulai memasuki masa melahirkan? Dan di mana pria yang selalu mengaku cinta kepadanya itu saat ia harus merawat dan mengasuh putranya sendirian? Tanyakan pada Didit kecil yang selalu menunggu ayahnya pulang di depan pintu. Tanyakan pada Titiek seperti apa rasa deg-degan hati ketika suaminya selalu berada di garis depan pada setiap pertempuran. Tanyakan juga pada Titiek seberapa tegar dirinya saat mendengar suaminya sempat berhari-hari hilang di tengah pertempuran, dan saat Prabowo ditemukan dalam kondisi pingsan dengan tubuh dipenuhi semut dan ulat. Prabowo selamat setelah nyaris saja tewas.

Titiek sulit menjalani kehidupan normal seperti saudari-saudarinya yang lain. Ayah dan ibunya mencoba menghiburnya seraya mengajarkan, bahwa cinta tak selamanya harus di sisi. Cinta tak selamanya selalu mendampingi. Cinta adalah mengabdi pada negeri. Bahwa cinta adalah pengabdian, dan cinta adalah pengorbanan meski harus beresiko tinggi dan menyakitkan hati. Titiek mencoba untuk belajar mengerti apa yang disebut dengan kalimat ‘mengabdi pada ibu pertiwi’.

Kisah keluarga yang tak memperoleh kasih sayang sempurna dari seorang suami dan ayah, hanya karena membela ideologi bangsa. Kisah suami dan ayah yang lebih memilih tidur di hutan, makan rerumputan dan dedaunan, meminum air mentah, dan lebih memilih tertembak mati di medan tempur dari pada sekedar membelai rambut anak dan istrinya dengan kasih dan cinta

Saat meledak peristiwa Mei 1998, Letjen (Purn) Prabowo Subianto tiba-tiba dipersalahkan atas kasus yang tidak pernah ia lakukan. Prabowo Subianto dituduh melakukan serangkaian pelanggaran HAM.

Diantara heningnya malam, di sela-sela renungan, kepada sang Pencipta, Prabowo tiba-tiba dikejutkan oleh kabar dari putra mahkota Yordania, Pangeran Abdullah, yang mengajaknya tinggal di negaranya. Prabowo pun kembali harus berpisah dari istri dan anaknya. Dan ini sebuah hal yang harus mereka lalui. Sebuah proses kehidupan yang tak ada satupun orang mengetahuinya kecuali Tuhan.

Di bahu kekar Prabowo Titiek terisak, di dada Jenderal Prabowo Titiek menangis. Kisah cinta sangat menyakitkan. Tapi inilah pengorbanan yang harus dipersembahkan untuk ibu pertiwi. Bahwa butuh lebih dari sekedar cinta untuk berkorban pada bangsa dan negara.

Sumber: From FP Facebook Kata Prabowo

DULU TAKUT MENJAGA ANAK PREMPUAN..TAPI SEKARANG LEBIH TAKUT LAGI MENJAGA ANAK LAKI2

Selasa, 23 Januari 2018


Tulisan dr. Ani Hasibuan, ahli syaraf di RSCM semua tulisan nya di banned oleh FB karena semua seputar bahaya LGBT.

Silahkan disimak sebagai ilmu tambahan kita sebagai orang tua, sbb :

Sekedar berbagi cerita dari poli saraf utk ibu2, spy kita semakin gencar menjaga lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal & lingkungan sekolah

Sebab LGBT itu PREDATOR, mereka SANGAT AGRESIF.

Sejak 1997 sy berurusan dg para gay. Smpai hari ini, belum pernah absen. Mereka pasien terbanyak HIV yg sy tangani. Yg hidup tinggal beberapa sih. Barusan suster sy lapor ada lagi yg meninggal 3 hari lalu, dg kriptokokus meningitis (infeksi jamur di otak)

Dari pengamatan sy,  Gay itu ada “kasta”nya
Ada yg dominan, biasanya yg punya uang & lbh tua secara umur, ada yg submissif, klo sy perhatikan, semacam “piaraan”. Piaraan ini berkasta juga, ada anak muda putih bersih klimis dari kalangan keluarga menengah, ada juga yg kelas sandal jepit (bukan yg harga 18 ribu ya 😔).

Perlakuan dari yg dominan pd piaraan juga berbeda sesuai KW piaraan. Yg KW ori diperlakukan sgt istimewa. Waktu sy kerja di klinik HIV RSCM, pernah dpt pasien mhsw univ swasta terkenal di jakarta, yg kena meningitis kriptokokus (jamur otak). Orang tuanya pekerja petrol, tinggal di Dallas, US. Dia disini tinggal sendiri. Anaknya tampan, klimis & kelihatan anak baik. Sang Dominan sering ikut mengantar klo kontrol. Jangan kaget ya, dominannya ini seorang AKTIVIS LSM ANTI-HIV. Itu klo si pasien sy ini mengeluh sakit kepala, si dominan ini mengelus2 punggung si submissif smbil bilang “sakit ya sayang? Yg mana yg sakit? Sabar ya sayang..” (untung sy msh setia pd sumpah hipocrates, klo sy berkhianat, si dominan itu mau sy suntik fentanyl 1000 cc biar mokat,mmpus).

Tapi sy prnh juga dpt seorg dominan yg kena infeksi di medulla spinalis, spondilitis TB, jd lumpuh kedua kakinya tiba2. Pas dirawat, submissifnya datang menemani. Itu dibentak2, gak ada sayang2, si submissif ini tampilannya sih kelas sandal jepit. Manggil dominannya “abaaaang..” (jijik ya dengarnya)

Ada juga piaraan bayaran. Satu pasien sy asal jogja (skrg sdh meninggal dg toksoensefalitis; bisul di dalam otak krn kuman tokso yg srg nempel di badan kucing, anjing) mengaku dia bayaran. Dipiara seorg aki2 cina utk bayaran 1000 smp 2000 USD per bulan. Uang nya dia kirim ke Jogja utk anak & istrinya 😩. Dia ini sejatinya bukan gay. Jd semacam pelacur lelaki (gigolo). Kerja sbg caddy lelaki di satu lapangan golf di Tangerang. Waktu ketahuan hiv & tokso, nangis meraung2, selama dirawat baca Qur’an terus, kalau sy periksa, slalu terisak2 & bilang menyesal. Pas ketemu bininya, sy yg berkaca2. Sebab bininya perempuan berhijab rapi dg dua balita yg juga berhijab.

Ada juga gay kakak adik. Sejak kecil dikasih satu kamar & satu ranjang oleh emak bapaknya. Pas gede, tau2 yg kakak kena kripto. Dicek hiv positif, ditanya pasangannya siapa, dia bilang adiknya. Pas adiknya dicek, positif juga hiv nya. Kedua2nya sdh meninggal, dlm satu ruang rawat yg sama. Ayahnya smp anak2 itu dikubur pun gak pernah mau datang nengok...

Hati2 dg anak2, ajarkan mereka utk bertindak agresif klo ada yg coba2 menggoda (gay), jangan kasih ampun, langsung pukuli beramai2.

Pengalaman sy dari anak2 yg kena goda para penyuka anus ini, mereka makin agresif klo yg digoda diam atau menunjukkan rasa takut. Tapi langsung berhenti klo yg digoda langsung main fisik.
(Beberapa anak muda yg digoda gay konsultasi ke sy bersama ortunya).

Bila anak bepergian, jangan ijinkan kalau sendirian. Usahakan beramai2, spy nyalinya tdk ciut klo ada gay yg dtg menggoda. Mereka bisa tawarkan apa sj, bisa uang, bisa ancaman, bisa bujuk rayu.

Dari wawancara dg pasien2 gay, mereka ini tadinya SEMUA pernah mengalami anal seks, sebagian besar secara paksa. Setelahnya mereka akan sngat dijaga & ditemani oleh kelompok gay. Pergaulannya diganti jd pergaulan gay, dst.

Cerita gay SEMUA TRAGIS... belum pernah sy dengar yg berakhir spt di cerita fairytopia... misalnya berakhir kayak Cinderella... happily ever after.... kisah para gay berakhir dengan tokso, kripto, TB, pnemonia, kandida, dan diujungnya, mati sendirian tanpa didampingi kaum nya...

Sy gak ngerti knp pemerintah abai pd mslh ini... sejak 1997, Prof. Sjamsurijal gak capek2nya mengingatkan, tapi faktanya, mereka semakin banyak...

Smoga Allah senantiasa melindungi kita & generasi penerus bangsa ini dari kezhaliman orang2 yg zhalim, Aamiin

#semoga bermanfaat
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger