Diberdayakan oleh Blogger.

BANGKITNYA "MUSTAFA KEMAL ATATURK" VERSI INDONESIA...!

Selasa, 18 Agustus 2015


1. Bapak turki (Ataturk) telah mati, terbujur, busuk. Dia sdg menanti sahabat-sahabatnya dari Indonesia. Siapakah dia?
2. MUSTAFA Kamal Ataturk adalah penggagas Republik Turki. Ia didapuk sebagai pemimpin revolusi, negarawan dan Presiden Turki yang pertama.
3. Ataturk pula yang memindahkan ibu negara Turki dari Istanbul ke Angora yang kini dikenali sebagai Ankara.
4. Mustafa Kamal telah membentuk semula aspek kehidupan rakyat Turki agar sesuai dengan tuntutan ideologi Kemalist.
5. Ideologi ini bertujuan membawa Turki ke arah negara modern, demokratik dan negara sekular. Padahal Islam mayoritas.
6. Ia mengganti azan kedalam bhs turki, lagu quran jadi lagu turki, bhs arab dihapus, kata syariah dihilangkan, dll.
7. Beda tipis lah sama antek Jokowi saat ini yg coba2 baca quran lagu jawa dan si ucup yg mau ganti kata2 syariah.
8. Bahkan walisongo yg membumikan cara penyebaran Islampun TIDAK BERANI melagukan quran dg logat jawa.
9. Keberanian si lukman (Menteri Agama -red) yg mengatakan ini adalah idenya, akankah penjilat yg menukar agama dg harga yg murah?
10. Ataturk memerintah dari tahun 1918 hingga 1934. Di saat kematiannya, ada beberapa penyakit kepadanya, di antara ialah:
11. Penyakit kulit bernanah dari kepala hingga kaki, Sakit jantung aneh, darah tinggi yg memecahkan otak, Panas tinggi sepanjang waktu.
12. Pada 9 November 1938, ia pingsan sekali lagi selama 36 jam dan akhirnya meninggal dunia secara mengenaskan.
13. Sewaktu ia meninggal, konon tidak seorang pun yang memandi, mengafani dan menshalatkannya.
14. Mayatnya diawetkan selama 9 hari 9 malam, sehingga adik perempuannya datang meminta ulama-ulama Turki mengurusnya
15. Menurut banyak sumber, ketika dibawa ke pemakaman, mayatnya tidak mau masuk ke liang lahat.
16. Disebabkan putus asa, akhirnya orang-orang yang menguburkan mayatnya mengawetkan mayat Ataturk sekali lagi dan dimasukkan ke museum.
17. Musium itu diberi nama EtnaGrafi di Ankara dan mayat busuk ataturk itu selama 15 tahun atau sampai tahun 1953 berada disana.
18. Setelah 15 tahun mayatnya kembali hendak dikuburkan, namun masih juga susah. Akhirnya, jenazahnya dibawa ke satu bukit.
19. Disana mayat itu ditanam dalam satu bangunan marmer yang beratnya 44 ton. Mayatnya dikubur di celah-celah batu marmer.
20. Namun MUSTAFA Kamal Ataturk sebentar lagi tak sendirian. Akan banyak temannya dari Indonesia. Merekalah para pengusung pluralisme.
21. Mereka itu berencana mengapus kolom agama di ktp, mencabut skb 3 menteri ttg pendirian rmh ibadah.
22. Mereka juga mencabut tap mpr xxv/1966 ttg pki dan bagian dari mereka juga kini menggodok doa yg katanya menimbulkan masalah.
23. Doa yg seperti apa? Aneh sekali. Bahkan disebutkan karena ada keluhan umat agama lain. Makin aneh.
24. Mungkin sebentar lagi larangan azan dengan pengeras suara, sebagaimana ataturk telah melarang azan di turki.
25. Kini, Ataturk tengah menanti sahabat-sahabatnya dari Indonesia. Selamat. Kami menanti kematianmu dan meletakkanmu di museum.
26. Publik menolak. Ulama teriak. Dai berkomentar. Masyarakat tak terima. Medsos ramai. tes ombak ternyata gagal.
27. Buru-buru klarifikasi. Maksudnya bukan begitu. Itu gak benar. Bla bla bla. Inilah cara lama. Ini benar-benar basi!
28. Pesan kami, jangan coba-coba pancing kemarahan umat. DIKTATOR MINORITAS LIBERAL yg skrg tampil akan berumur pendek jika begitu.
29. Ataturk-ataturk baru kini bermunculan. Penuh harap umur mereka 5 tahun saja. Bahkan kurang dari itu bila mungkin.
30. Indonesia tempat dimana ribuan bahasa, dialek, hewan, tumbuhan, suku, adalah negeri singgahnya utusan Nabi, negeri para wali.
31. Indonesia juga tempat harmonisasi contoh dunia dimana katolik, protestan, hindu, budha harmonis bersama 230an JUTA muslim.
32. Indonesia, negeri para wali, saat ini tengah rawan-rawannya dikeroyok begundal ekonom tak tau diri, perkaya diri tanpa hiraukan generasi.
33. Indonesia, negeri para wali, saat ini menjadi sasaran amerika dg penempatan pangkalan militer yang membuat bulu kuduk berdiri.
34. Indonesia, negeri para wali, jadi sasaran israel dg melibatkan bank asing, media, tawaran kk, makanan, pakaian, aneka produk yahudi.
35. Indonesia, negeri para wali, dimana anak2 mengaji, masjid tumpahruah, damai, tentram, harmonis bersama umat2 lain, saling menghargai.
36. Biarkan kami damai seperti ini wahai para begendal tak tau diri! Jgn pancing kemarahan kami yg nanti akan lupa akan kelemahan diri.
37. Ataukah kalian menanti akan jadi teman MUSTAFA Kamal Ataturk, membusuk, terkutuk? Wasalam

*******************************************
Para antek dan pengusung Islam nusantara akankah kalian mau seperti ini?
bertobatlah, mumpung masih ada waktu.!!

Ketika Orang Kristen Menyiksa Siapa Pun Mengaku Muslim

Sabtu, 08 Agustus 2015


Pada tanggal 2 Januari 1492, cardinal Devider telah memasang salib di atas Istana Hamra; istana kerajaan Nashiriyah di Spanyol. Tujuannya berbuat demikian ialah sebagai bentuk proklamasi atas berakhirnya pemerintahan Islam di Spanyol.
Dengan berakhirnya pemerintahan Islam ini berarti saat itu lenyaplah peradaban besar yang pernah dikembangkan oleh Islam di eropa selama abad pertengahan. Kaum salib yang saat itu menang perang yang awalnya mereka melakukan kerjasama dengan pemerintahan Islam, beralih berusaha untuk menghancurkan kaum muslimin dan peradabannya.
Kaum muslimin dilarang menganut Islam, dan dipaksa untuk murtad. Begitu juga mereka tidak boleh menggunakan bahasa arab, siapa yang menentang perintah itu akan dibakar hidup hidup setelah disiksa dengan berbagai cara.
Beginilah selesai riwayat hidup berjuta juta kaum muslimin di Spanyol, tak ada seorang muslim yang tinggal yang tampil dengan agamanya saat itu.
Setelah empat abad dari kejatuhan Islam di Spanyol, Napoleon telah mengirim sepasukan tentara angkatan perang dan mengeluarkan satu instruksi tahun 1808 supaya menghapuskan dewan dewan mahkamah luar biasa (Dewan pengadilan dan pemberi hukuman) di Spanyol.
Berkata seorang panglima Prancis ; “ Kami pimpin satu angkatan bersenjata hendak menyelidiki satu gereja yang kami dengar disitu ada mahkamah luar biasa. Tapi kami disana tak menemui apapun, kami periksa semua kamar penyiksaan dan kami selidiki seluruh kawasan gereja, lorong lorong dan tabirnya, tak ada tanda tanda adanya mahkamah luar biasa. Hampir kami putus asa dan nyaris kami meninggalkan tempat itu. Dan saat itu pula ada seorang pendeta bersumpah untuk menguatkan kebenaran yang dikatakannya bahwa tuduhan terhadap gereja itu adalah tuduhan kosong belaka. Dan ketua mereka pun menegaskan bahwa pengikut pengikutnya tidak ada yang terlibat dengan masalah itu.
Dan dengan nada yang lembut dan menunduk serta linangan air matanya para pendeta mempersilahkan kami keluar dari situ. Tapi salah satu letnan kami , Letnan De lael menahan saya dengan berkata,”Maaf dan izinkan saya mengatakan bahwa tugas kita belum selesai”. Lantas kujawab, “Kita periksa sekeliling gereja ini, tapi tidak kita jumpai dengan suatu yang mencurigakan.” Kemudian kutanya kepada letnan,”Apa yang engkau maksudkan?” maka jawab letnan,” Saya mau periksa dibawah lantai kamar ini, sebab hati saya merasa seakan akan ada rahasia dibawahnya.”
Waktu itu para pendeta tadi terlihat sangat gelisah karena kami belum beranjak pergi, lantas saya izinkan para komandan untuk memeriksa, dan ketika itu kami perintahkan para tentara untuk menyingkap permadani di lantai dan diperintahkan menuangkan air sebanyak banyaknya di setiap kamar. Tiba tiba tampaklah pada salah satu kamar itu airnya meresap kebawah. Letnan De Lael bertepuk tangan tertawa sambil berkata,”Inikah pintunya? Lihatlah ! kami semua lihat dan ternyata ada pintu yang bisa dibuka.
Rupanya setiap sambungan lantai kamar itu dapat dibuka secara rahasia; yaitu dengan satu alat kecil yang terletak di kaki meja ketua gereja. Para tentara pun memulai memecahkan pintu itu dengan bayonet , waktu itu wajah pendeta pun menjadi pucat karena rahasia mereka pasti terbongkar.
Ketika pintu itu dibuka, tampaklah kepada kami satu tangga yang bisa turun sampai ke dasar ruangan bawah tanah. Sayapun turun dan pergi menghampiri satu batang lilin besar yang panjangnya lebih kurang satu meter. Lilin itu menyala di hadapan satu gambar besar terpampang lukisan bekas pimpinan ketua Mahkamah Luar Biasa itu. Saya cuma menghampiri saja, lalu seorang pendeta Kristen memegang bahu saya sambil berkata,”Hai anakku jangan kau pegang lilin itu, tangan kau kotor dengan darah pembunuhan, sedangkan lilin itu sangat kudus sekali.” Lalu saya katakan kepadanya,”Masak saya tidak boleh menyentuhnya, bukankah lilin ini kau basahi dengan darah orang orang baik? Nanti kita lihat siapa yang mengotorkan dari kalangan kita ini dan siapa yang pembunuh sebenarnya.”
Kemudian saya turun melalui tangga itu dan terus diikuti oleh para tentara dengan pedang pedang yang terhunus. Lalu sampailah kami ke suatu pojok, dan disitu kami lihat ada satu kamar besar bersegi empat, disitulah dewan mahkamah bersidang, yang ditengah tengahnya terdapat lantai marmer. Di tangga itulah terdapat belenggu besar yang memakai rantai untuk mengikat orang orang hukuman. Dan di hadapan tangga itu pula terletak satu podium yang diduduki oleh ketua mahkamah dan para hakim untuk menghukum orang orang tak berdosa itu.
Setelah itu kami menuju pula ke suatu kamar besar dan panjang yang rupanya adalah tempat penyiksaan. Di situ saya melihat banyak benda benda yang menyeramkan dan membuat bulu bergidik sepanjang hidup saya. Saya melihat lubang lubang kecil sebesar tubuh manusia. Ada bentuk sempit dan tinggi, dan ada yang sempit tapi rendah. Di dalam petak petak itulah dikurungnya tawanan sambil berdiri sepanjang hidup dan sampai meninggal di situ. Dan mayat mayat orang tawanan itu dibiarkan hancur di situ, berulat dan hingga gugur dagingnya dan tulang tulangnya. Dan untuk mengurangi bau busuk dibuatkannya sebuah lubang ke udara luar.
Saya lihat dalam kamar itu juga ada tubuh tubuh manusia yang masih terikat dengan rantai. Orang orang kurungan itu ada lelaki dan wanita dari berbagai tingkatan umur, antara 14 tahun hingga 70 an tahun. Ketika itu sempat kami bebaskan beberapa orang tawanan yang masih hidup. Kami pecahkan belenggu belenggunya, orang orang yang masih hidup cenderung sekarat, sementara yang lain ada yang sudah menjadi gila, karena terlalu berat siksaannya. Dan tawanan tawanan tersebut seluruhnya telanjang, sehingga tentara kami yang hendak mengeluarkan mereka terpaksa memberi kain untuk menutupi tubuhnya. Kami iringi tawanan itu perlahan lahan ke tempat terang agar tidak merusakkan pandangan mata mereka. Mereka teriak gembira dan merangkul tentara yang membebaskannya dari siksaan tersebut.
Kemudian kami pindah ke ruangan lainnya, dan kami lihat beberapa keadaan yang menyeramkan, kami lihat ada alat alat penyiksaan seperti alat pematah tulang dan alat pengoyak badan. Mereka dimulai dengan membelah kaki, dicabutnya tulang, dibelah dada dan diambilnya tulang. Dibelah kepala dan tangan serta diambil tulang sedikit sedikit hingga hancurlah semuanya. Demikianlah diperlakukan terhadap orang orang yang teraniaya itu.
Dan kami lihat juga satu peti sebesar kepala manusia. Disitulah diletakkannya kepala orang yang hendak disiksa. Dimana setelah ia diikat kaki, tangan dengan rantai sehingga tidak dapat bergerak. Dan diatas peti itu dibuatnya satu lubang untuk menetes air secara teratur ke atas kepala orang yang di siksa itu. Akibat siksaan jenis ini banyak orang menjadi gila dan dibiarkan sedemikian hingga tawanan tewas.
Satu lagi alat penyiksaan ialah satu kotak yang dipasang mata pisau yang tajam. Mereka campakkan orang orang muda ke dalam kotak ini, bila dihempaskan pintu maka terkoyaklah badan yang disiksa tersebut.
Disamping itu ada mata kail yang menusuk lidah dan tersentak keluar, dan ada pula yang disangkutkan ke payudara wanita, lalu ditarik dengan kuat sehingga payudara tersebut terkoyak dan putus karena tajamnya benda benda tersebut.
Nasib wanita dalam siksaan ini sama saja dengan nasib laki laki, mereka ditelanjangi dan tak terhindar dari siksaan.
Cara cara penyiksaan wanita yang lain tidaklah saya bisa gambarkan, karena tempat tempat sensitif ditubuh wanita yang disiksa, dan cara cara yang sadis dan kotor yang dilakukan membuat saya malu untuk menuliskannya.

Penyiksaan ini dilakukan terhadap orang orang yang menentang kristenisasi. Mereka lakukan penyiksaan tersebut karena para tawanan  tersebut tetap berpendirian dan tetap mengatakan bahwa mereka Muslimin.
– Petikan dari buku At Ta’asub Wat Tasamuh, Syaikh Muhammad Al Ghazali (hal 311-318)

ERA MUSLIM 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger