Diberdayakan oleh Blogger.

CERITA LETJEN (PURN) YUNUS YOSFIAH TENTANG PRABOWO, THE ECONOMIST, KOMANDAN YANG DISELAMATKAN, DAN FITNAH TENTANG ALAT VITAL

Sabtu, 06 April 2019


(membayangkan prajurit muda ini menggendong komandannya yg terluka sejauh 3Km di medan perang)
👉 Jika ada yg bertanya prestasi Prabowo apa?

By Agi Betha
Untuk mengetahui bagaimana Prabowo ketika muda, salah satu narasumber yang bisa digali kisahnya adalah Letnan Jendral (Purnawirawan) Yunus Yosfiah. Ia adalah atasan Prabowo ketika bertugas sebagai prajurit muda di Timor Timur. Menurut Yosfiah, dari 5 kali penugasan Prabowo ke Timtim, 3 kali diantaranya Prabowo berada di bawah komandonya.
Belum lama saya bertemu mantan Menteri Penerangan di era Pemerintahan Habibie tersebut dan ia menceritakan kenangannya di Timtim bersama prajurit Prabowo. Pada tahun 1975, Mayor Yunus Yosfiah adalah Komandan Resort Militer 164 Wiradharma, Dili, Timor Timur. Sebagai Komandan Korem yang mengomandoi ratusan hingga ribuan anak buah yang silih berganti, Letnan Dua Prabowo adalah sosok anak buah yang paling diingatnya.
Yunus bercerita, pada waktu pertama kali berada di daerah operasi, semua pasukan sudah bersiap berangkat lengkap dengan senjata dan ransel masing-masing. Tapi Yunus keheranan melihat Prabowo menggendong ransel yang lebih besar ketimbang ransel milik prajurit lain. Maka iapun memanggil Prabowo dan menegur:
"Wo, apa isi ransel kamu itu? Kok besar sekali?"
"Bang, saya bawa ini bahan bacaan bang," jawab Prabowo.
Mendengar penjelasan itu, Yunus Yosfiah lalu berpikir, wajar jika seorang prajurit membawa buku atau majalah untuk bacaan di kala waktu senggang di daerah operasi. "Saya berpikir, bacaan Prabowo itu untuk hiburan mengisi waktu."
Tapi karena ia lihat ransel Prabowo begitu besar, maka Yosfiahpun penasaran ingin melihat buku apa yang dibawa prajuritnya. "Begitu saya lihat, ternyata ia bawa majalah ekonomi. Namanya The Economist, yang bahasa inggris itu. Saat itulah saya terenyuh, kok anak ini mau ke daerah operasi bawa majalah ekonomi. Bukan satu, tapi banyak."
Keheranan Yosfiah adalah wajar, karena The Economist yang berpusat di London adalah majalah serius langganan para ekonom dan pelaku bisnis papan atas. Majalah tersebut sangat populer di kalangan pemimpin dan para pengambil keputusan dunia, yang menjadikan berbagai ulasan dan artikelnya tentang ekonomi, sosial, dan politik global, sebagai acuan pemikiran mereka.
Meski Prabowo ketika itu masih menginjak 24 tahun, baru setahun lulus dari Akademi Militer, Yosfiah mengatakan dirinya memaklumi, "Mungkin karena bapaknya seorang ahli ekonomi," katanya. Maka Prabowo sehari-haripun terbiasa melahap bahan bacaan serius tersebut.
Berdasarkan kisah Yunus Yosfiah tersebut, dan jika kemudian kita terbang ke masa kini, maka menjadi pantas jika pada 27 November 2018 lalu, The Economist mendaulat Prabowo Subianto sebagai Pembicara Utama pada acara 'The World in 2019 Gala Dinner' di Singapura. Karena ternyata keduanya, Prabowo dan The Economist, adalah 'kawan lama'.
Undangan istimewa The Economist itu sempat menuai kontroversi dan pertanyaan di tanah air, mengapa mereka memutuskan mengundang Capres Prabowo dan bukan Capres Jokowi. Namun dalam kapasitasnsya sebagai media trendsetter, tentu para petinggi majalah bergengsi itu tidak sembarangan dalam mengambil keputusan memilih Prabowo. Pada catatan resmi Gerindra, Prabowo diundang dalam kapasitas sebagai Ketua Umum Partai Gerindra dan sebagai Calon Presiden RI. Artinya, selain sebagai politikus, ia juga dimintai pandangan strategisnya ketika terpilih sebagai Presiden Indonesia 2019-2024 nanti. Padahal kandidat presiden ada 2.
Keputusan The Economist kemudian dinilai sangat tepat oleh rakyat Indonesia. Media sosial riuh mengelu-elukannya. Karena Prabowo tidak memalukan ketika tampil di event kelas dunia itu. Ia berhasil menjadi wakil wajah Indonesia yang terdepan. Ia tampil tanpa teks, berbicara dalam bahasa inggris yang fluent, menjawab berbagai pertanyaan dengan tangkas, dan mampu memaparkan berbagai pandangan politik serta gagasan ekonominya secara jernih dan cerdas.
Prabowo sukses memukau para CEO global dan pemimpin perusahaan dunia. Sejumlah CEO yang hadir pada acara tahunan itu adalah pimpinan perusahaan multinasional seperti Citi, EFG International, Franklin Templeton Investments, Hyundai, hingga Pricewaterhouse Coopers.
Kembali kepada cerita Pak Yunus Yosfiah. Berbicara soal kesetiaan dan keberanian, mantan Pangdam II Sriwijaya dan Kasospol ABRI itu juga kagum kepada sosok Prabowo. Dikisahkan, pada sebuah penugasan Prabowo dan teman-temannya harus membersihkan sebuah wilayah yang rawan diduduki musuh. Tiba-tiba Yunus Yosfiah mendengar sayup-sayup rentetan tembakan dari kejauhan. Ia menyadari saat itu sekelompok anak buahnya tengah melakukan penyisiran, tapi ia tak bisa meneropong karena lokasi operasi ada di balik perbukitan Timtim yang terjal.
Yosfiah lalu melakukan pemanggilan lewat radio. Iapun terkejut karena yang menjawab adalah prajurit muda Prabowo, bukan pemimpinnya. Padahal ketika sedang berada di lapangan, otoritas komunikasi melalui radio berada di tangan komandan.
"Lho kok kamu yang jawab, Wo? Mana komandanmu?"
"Siap! Komandan tertembak. Tidak bisa menjawab."
Selanjutnya Prabowo menjelaskan bahwa atasannya tertembak pahanya, kondisinya parah dan mengeluarkan banyak darah, sehingga radio diserahkan kepada Prabowo. Musuh ketika itu mengepung dan menembaki mereka. Yosfiah lalu memerintahkan Prabowo agar membawa komandannya kembali ke markas, bagaimanapun caranya.
Menyadari bahwa komandannya tidak bisa berjalan lagi dan berada dalam kondisi bahaya karena darah yang terus mengucur, maka Prabowo memutuskan untuk menggendongnya. "Mereka berhasil lolos dan Prabowo mengambil tanggung jawab menggendong sampai ke markas. Itu ada sekitar 3 kilometer dengan medan perbukitan yang keras. Syukurlah komandannya selamat dan lukanya bisa dioperasi," tutur Yunus Yosfiah.
Karena cerita masuk ke soal pertempuran dan tentang operasi akibat luka tembak, maka sayapun kepo. Saya memaksa diri menanyakan hal yang sangat sensitif, "Maaf pak, apakah betul Pak Prabowo juga pernah tertembak, maaf, di bagian alat vitalnya hingga parah dan harus dioperasi?"
Kontan Pak Yunus Yosfiah tertawa mendengar itu. Tapi hanya sejenak, karena ia lalu menjelaskan dengan tekanan intonasi tegas,
"Itu..! Saya heran darimana orang fitnah itu. Prabowo tidak pernah tertembak paha atau alat vitalnya. Nah, mungkin yang dimaksud komandan yang ditolongnya itu. Tapi orang yang tidak suka bilang itu Prabowo."
Mendengar penjelasan itu, saya masih penasaran dan ingin menegaskan, "Maaf pak, jadi Pak Prabowo masih 'normal' ya pak, tidak seperti cerita-cerita yang santer beredar itu?"
"Anda coba pikir. Pertempuran terbuka itu selesai sebelum tahun 80. Pak Prabowo menikah 83, lalu setahun kemudian punya anak. Setelah menikah ada dia tugas ke Timtim tapi tidak ada kejadian itu. Bagaimana istrinya mau dinikahi, bagaimana dia bisa punya anak, kalau tidak normal?"
Terjawab sudah teka-teki selama ini. Betapa selama puluhan tahun fitnah keji dan narasi-narasi menjijikkan itu ditimpakan kepada seorang prajurit yang ditugaskan membela tanah air. Entah siapa yang memulai dan menyebarkan. Namun orang yang difitnah itu memilih diam, karena menjawab sebuah kebencian yang telah berkarat hanya akan melahirkan kebencian lain.
Pak Yunus lalu berkisah. Prabowo pernah tertembak kakinya, tapi di sekitar tungkai. Kondisinya cukup parah. Karena bagian itu sangat penting untuk berjalan dan menopang berat tubuh, maka operasi pemulihan harus dilakukan berkali-kali.
Ketika sampai ke cerita soal tungkai itu, saya lalu teringat penuturan salah satu sahabat dekat Prabowo. Ceritanya sama. Akibat tulang di bagian bawah tersebut pernah remuk, maka Pak Prabowo tidak bisa melipat kaki dengan baik. Ia tidak dapat duduk tahiyat dengan sempurna. Tasyahudnya dilakukan dengan menahan sakit. Semua orang yang pernah sholat berjamaah bersama Prabowo tahu itu.
Karena itulah Pak Prabowo menganggap orang lain pasti memiliki gerakan sholat yang lebih baik dari dirinya. Ia bisa saja memimpin pertempuran, karena itu bidang keahliannya. Tapi Prabowo membiarkan orang lain menjadi Imam Sholatnya, karena jikapun ia fasih berbahasa Arab, faseh bacaan doa sholatnya, tetap masih ada orang lain yang lebih sempurna gerakannya.
Allah Maha Melihat, Allah Maha Mencatat. Kesempurnaan ibadah itu tidak hanya dari bentuk, tidak bisa dilihat dari penampakan, tidak cuma dari gerakan. Tapi lebih kepada keikhlasan dan kesetiaan seorang hamba kepada Dia, bangsa dan tanah airnya.
END.

Sudahlah Pak, Ngurus Istri Saja Engkau Tidak Bisa!

Kamis, 14 Maret 2019

"Sudahlah Pak, Ngurus Istri Saja Engkau Tidak Bisa!"

Penulis : Karyono Al-jugjawy

Kerapkali kita mendengar perkataan di atas diucapkan oleh sebagian orang. Jika kita hanya berfikir sepintas, niscaya akan dengan mudah membenarkannya. "Iya ya! Ngurus rumah tangga aja nggak becus, bagaimana mau ngurus negara!" Namun bila mau berfikir jernih, layaklah kita untuk sedikit menelisik. Benarkah Pak Prabowo tidak becus mengurus istrinya?

Baiklah, mari kita telaah. Apa sebenarnya penyebab perpisahan Pak Bowo dan Mbak Titiek. Saya katakan perpisahan, bukan perceraian, karena selama ini belum ada bukti otentik dokumen resmi perceraian beliau dengan Mbak Titiek yang tersiar di media.

Sobat sekalian, tahukah anda bahwa perpisahan Pak Prabowo dengan istrinya adalah konsekuensi atas keteguhan sikap beliau yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan keluarganya?

Ketika mahasiswa mengepung gedung DPR/MPR, Prabowo menolak membubarkan aksi nekat tersebut lantaran mengkhawatirkan terjadinya banyak korban jiwa. Tatkala Amien Rais bersiap menggelar aksi sejuta umat di Monas, malamnya Prabowo menemui ketum PP Muhammadiyah itu guna melobi Pak Amien agar membatalkan aksi tersebut. Prabowo mengkhawatirkan, aparat bakal bertindak represif hingga menyebabkan pertumpahan darah sesama putra bangsa. Amien Rais bersedia menuruti saran Prabowo.

Pertumpahan darah dapat dihindarkan. Sayang, yang sampai ke telinga keluarga penguasa RI-1 justru isu Prabowo bersekongkol dengan kaum reformis.

Sang Mertua murka. Prabowo dipaksa berpisah dari Titiek. Ah, sungguh besar konsekuensi dari keputusan Prabowo demi menghindarkan pertumpahan darah sesama putra bangsa. Beliau harus rela kehilangan karir sekaligus istri tercinta. Tak heran jika Mendiang Gus Dur sampai bilang, "Orang yang paling ikhlas terhadap bangsa ini ya Prabowo!" Dan kita lihat hingga detik ini. Prabowo dan Titiek masih setia dengan ikatan cinta suci mereka. Kalau mau, apa susahnya pria segagah dan setajir Prabowo mencari wanita lain? Apa susahnya pula Mbak Titiek yang wajahnya jelita dan dikenal sebagai Putri Cendana mencari pria lain sebagai pengganti Pak Bowo? Tidak. Ternyata itu tidak pernah mereka lakukan.

Via Instagram: @lenykarengkuan
******************
Tanggapan nitezen:

metri.ayuni
Kisahnya seperti ainun dan habibie kisah cinta setia yg tak lekang oleh waktu😭😭😭😭

yusniasonjo
Pengorbanan .... insha Allah dibalas oleh Allah dengan kemenangan di 17 April nanti...aamiin

dwiyansetiyani
Kasian pak @prabowo Terpisah sama bidadarinya karna fitnah orang2 dzolim...😢😢😢

yanisoeparma
MasyaaAllaj..., terharuuu😭😭

agung__rizki
Politik semua. Pak Prabowo dan Bu Titik dipaksa cerai karena fitnah org2 yg iri pada beliau. Yg memfitnah dia adalah org2 yg selalu menggoreng isu pelanggaran HAM dan kerusuhan 1998. Kita bisa tau org2 tsb ada di kubu mana.
agung__rizki
Pas pilpres udh deket mereka selalu menggoreng isu 1998. Pilpres udh selesai diem. Mirip cewek yg lg mens tp cuma 5 tahun sekali.

nienu98
Jangan suka memvonis orang kalau kita sendiri tidak tahu yang terjadi sebenar- benarnya karena sedikit kita berprasangka tidak baik akan menjadikannya fitnah yang nantinya akan dipertanggungjawabkan ,kalau tidak suka sama orangnya jangan menyerang personal pribadinya bukan menggurui tetapi mengingatkan.

nurmuhidayanti
Love you @prabowo@titieksoeharto 😘😘😘😘
kayuhan_biduk
Udah pernah baca dan nonton dr penjelasan Alm. Munir yg real aktivis HAM. Yg bikin sy tambah semangat pilih prabowo, adalah para jendral orba yang sangat takut jika prabowo jd pemimpin. #2019gantipresiden

zaskia_ellena
tak kenal maka tak sayang.. baru mengenal beliau ..😍@prabowo

OPERASI BUSUK YANG GAGAL TENGGELAMKAN ANIES BASWEDAN

Rabu, 06 Maret 2019


Para bandar menggelar rapat akbar. Agendanya pasti akbar. Gak main-main, menusuk jantung Ibu Kota. Bukan Istana, tetapi Balai Kota.
Agenda busuk itu cuma satu: tenggelamkan sang Gubernur. Alasannya juga satu: Anies membuat bisnis gelap gulung tikar. Mereka gak suka cahaya. Tabiat kelompok yang biasa dengan kesuraman dan kegelapan.
Operasi busuk itu dimulai dari menenggelamkan sang mantan Menteri Pendidikan ini. Caranya gampang: jangan beritakan, kecuali bongkar keburukannya.
Bukannya dalam tiap kunjungan dan kinerja seorang Gubernur selalu ada reporter yang ditugaskan mendampingi dan meliput? Benar. Tugas saja. Tetap liputan. Tapi hasil liputan itu hanya membeku di meja redaktur. Jangan sampai ada yang diberitakan.
Wajar jika kawan-kawan di belakang Pak Gubernur ada yang berseloroh: wartawan mah ramai, tapi berita tak ada yang naik.
Sangat mencolok perbedaannya dengan Gubernur provinsi sebelah yang selalu diberitakan bahkan sejak berencana. Dia membuat desain, diberitakan. Wakilnya berencana mengundang Ustadz Abdul Somad, diberitakan. Sudut taman tentang tokoh tukang pacaran dan tawuran, diramaikan.
Nah, operasi busuk kepada sang Gubernur jago menulis ini, tampaknya berhasil. Berita tentangnya sangat minim. Cek saja kalau tidak percaya. Baca media mainstream dalam sepekan. Tandai berapa kali berita tentang Anies Baswedan. Kalau ada, paling dua. Kok dua? Satu tak solutif, lebih sering heboh tapi gak ada hasil.
Apakah Anies benar-benar tenggelam? Ya gaklah. Kan kaidahnya jelas: siapa bersama rakyat, ummat, dan ulama, serta orang-orang baik maka dia akan selalu dikenang dan menang.
Ia tak perlu mempromosikan diri. Karena para malaikatlah yang akan menggerakkan jemari kebanyakan manusia untuk mencari tahu tentangnya.
Tetapi tetap saja, harus ada ikhtiar. Maka Anies dengan sadar mengoptimalkan media sosial yang dimilikinya.
Cek postingannya, semua tentang kinerja atau keteladanan. Berbeda jauh dengan Gubernur Akan yang romantis-romantisan saat banjir mengepung salah satu kabupaten di provinsinya. Kok beda? Kan postingan menunjukkan kelasnya.
Akhirnya para konspirator kian kelabakan. Setelah reklamasi ditutup, hotel maksiat dihentikan, air akan dikembalikan ke negara untuk rakyat, serta ratusan kinerja lainnya, mereka harus menelan ludah, menggigit jari, dan berteriak ke media soal rotasi ribuan jabatan di tingkat kecamatan dan kelurahan di seluruh Ibu Kota. Mereka sok mempertanyakan kemungkinan lelang jabatan juga indikasi adanya kolusi dan nepotisme.
Padahal, kemarahan mereka bukan karena itu. Lah kan mereka komplotan? Cek data caleg dan pejabat pelaku korupsi, mereka juaranya.
Terus, ngapain mereka ramai? Selalu karena ada kepentingannya yang dijegal. Emang kepentingan apaan?
Rotasi besar-besaran sang Gubernur demi mengamankan suara rakyat. Karena adanya indikasi kecurangan yang diembuskan.
Wajar jika marah. Karena panik dan semakin yakin kalah.
Kasihan ya. Lelah-lelah menggelontorkan dana, eh dibatalkan oleh dua langkah: kertas dan tanda tangan.
Ini baru tanda tangan yang benar, bukan tanda tangan dari sosok yang tidak membaca apa yang ditandatangani.
Selamat, Pak Anies. Kami mendukungmu sampai Indonesia Menang.
Pirman
Pecinta Keluarga Sejati

Sumber: Account Facebook

Ketika AH. Nasution Mendapat Gelar Jendral Besar

Jumat, 25 Januari 2019


Reposted from @infokomando - 
Banyak yang DM @infokomando terkait beredarnya foto Mayjen TNI Kivlan Zein dan Mayjen TNI Prabowo Subianto (saat itu) sedang memegang lengan Jenderal Besar A.H Nasution dengan keterangan jika kedua Jenderal tersebut sedang menggiring pak Nas keluar dari rumah duka menjelang mantan Wapres ke 3 RI Adam Malik tahun 1984 tersebut disemayamkan.

Perlu diluruskan, foto diatas sebenarnya diambil sekitar tahun 1997 dimana Pak Nas usai dianugrahi gelar jenderal bintang 5 (besar) yang diberikan oleh Presiden RI Soeharto atas jasa Pak Nas selama mengabdi sebagai prajurit TNI.

Penganugerahan tersebut diberikan tepat di HUT TNI pada tanggal 5 Oktober 1997.

Pada foto terlihat jelas baret yang dikenakan Pak Nas terdapat tanda bintang lima. Kemudian terkait Mayjen TNI Kivlan Zein dan Mayjen TNI Prabowo Subianto memegang lengan Pak Nas, tak lain karena Pak Nas saat itu sedang kesulitan jalan mengingat salah satu kakinya "cacat" akibat terjatuh dan patah saat terjadinya malam G30S/PKI disamping usianya yang cukup tua. Untuk itu kedua jenderal tersebut membantu Pak Nas jalan dengan cara dipapah kedua lengannya.

Cukup dilogika saja, jika foto tersebut benar diambil tahun 1984, maka pangkat Mayjen Kivlan Zein dan Mayjen Prabowo seharusnya belum jenderal melainkan Kapten atau Perwira pertama (Pama) tidak seperti yang ada di foto.

Foto ini viral karena dijadikan sebagai gambar ilustrasi oleh seorang penulis, tapi karena tidak adanya keterangan foto yang disertakan pada gambar akhirnya membuat foto tersebut disalahgunakan untuk membuat konten HOAX oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
.
"Jangan belokkan sejarah"

PENGHINAAN TERHADAP RASULULLAH SAW OLEH BOEDI OETOMO 1918

Senin, 03 Desember 2018


Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara

SATU ABAD (1918-2018) PENGHINAAN TERHADAP RASULULLAH SAW OLEH BOEDI OETOMO 1918 - DIULANG  DENGAN PENGHINAAN ISLAM OLEH AHOK (2016). DIULANG LAGI  DENGAN PEMBAKARAN BENDERA RASULULLAH SAW  DI UPACARA HARI SANTRI OLEH BANSER LIMBANGAN GARUT JABAR  2018.

ALLAH MURKA, DIBANGKITKANLAH KEBERANIAN UMAT ISLAM , walau sedang terjajah oleh Kerajaan Protestan Belanda,  dengan terbentuknya DEMO AKBAR,  TENTARA KANDJENG RASOELOELLAH SAW. Menuntut Keadilan kpd Penerintah Kolonial Belanda (1918) yang membiarkan pelaku penghinaan thd Rasulullah saw.

SERATUS TAHUN KEMUDIAN, HARI INI, ALLAH YANG MAHA KUASA, MEMBANGKITKANLAH KEBERANIAN DAN KEIKHLASAN HATI UMAT ISLAM, untuk Mengadakan   DEMO SUPER DAMAI, REUNI 212 SILATURRAHIM DI MONAS JAKARTA, 2 DESEMBER 2018.
SEJARAH  BERULANG. Mengapa. Apa, Di mana,  Bilamana,  dan Bagaimana?

BOEDI OETOMO didirikan, 20 Mei1908. Oleh Siswa Bangsawan STOVIA di Batavia atau Jakarta, sebagai Reaksi thdp bangkitnya gerakan edukasi kalangan para HABIB dan  SYAYID dgn gerakan  DJAMIATUL CHOIR (17 Juli 1905) di Tanah Abang Krukut, Betawi atau Jayakarta.

Didirikanlah gerakan edukasi dgn Guru Guru Tanpa Honor,  oleh Syayid Al Fakhir bin Abdurrahman Al Mashur, Sayid Muhammad bin Abdullah bin Syihab, Syayid Idrus bin Ahmad bin Syihab, dan Syehan Abdullah bin Syihab.

Gerakan Pendidikan yang dipelopori kalangan Bangsawan Arab,
DJAMIATOEL CHOIR ( 17 Juli 1905) dikembari oleh siswa bangsawan Jawa, dgn nama yang mirip, dgn bahasa budaya Jawa,   BOEDI OETOMO ( 20 Mei 1908).

Para Syayid atau Bangsawan Arab, dgn gerakan edukasinya,  dikembari dgn memberikan fasilitas Siswa Bangsawan Jawa dari STOVIA, Soetomo dkk nya.

BOEDI OETOMO, melancarkan aksi penghinaan thd RASULULLAH SAW sbg PENZINA dan PEMABUK. Melalui Buletin DJAWI HISWORO ( 11 Jan 1918).  Mengapa ?

HOS TJOKROAMINOTO, HADJI AGOES SALIM, ABDIEL MOEIS, WIGNJADISASTRA, DEWI SARTIKA, melalui NATIONAL CONGRES ( Natico) CENTRAL SJARIKAT  ISLAM ( CSI), di Gedung Concordia atau Gedung Merdeka, 16-24 Juni 1916, menuntut Zelf Bestuur, Pemerintahan  Sendiri atau Indonesia Merdeka serta Indonesia Berparlemen.

Pemerintah Kol. Belanda sbg kepanjangan tangan imperialis Kerajaan Protestan Belanda, kedua-duanya menolak tuntutan Natico CSI di Bandung Jsbar. Sangat ketakutan bila umat Islam bersatu. Maka, Martodharsono dan Djojodikoro, melalui Buletin Djawi Hisworo, melancarkan penghinaan thd Rasulullah saw.

Diluar perhitungan Boedi Oetomo, ALLAH membangkitkan keberanian Umat Islam menjawabnya,  dgn DEMO AKBAR  TENTARA KANJENG RASOELOELLAH SAW.

Saat itu, Demo tidak lagi menggunakan  nana organisasi apapun dan nama  Indonesia  dari manapun. Tumbuh seperti jamur tertimpa hujan, istilahnya saat itu. Umat Islam bangkit bersatu bersama.

Pemerintah Kol. Belanda, bingung gemetaran ketakutan. Eropa sedang terbakar Perang Dunia I (1914 - 1918). Kerajaan Protestan Belanda netral. Tapi takut kebangkitan Islam yang dipimpin oleh RATU ADIL HOS TJOKROAMINOTO. Rakyat saat itu percaya, HOS TJOKRIAMINOTO sbg RATU ADIL.

Sejarah terulang lagi. Timbullah  Gerakan  Islam Nusantara, Anti Arab setelah Demo Super Damai, 2 Desember 2016 yang sangat dahsat dipimpin oleh HRS thd penghinaan Agama Islam oleh Ahok. Walau pelaku penghina Agama, dijatuhi hukuman. Tapi penjaranya beda.

Tiba tiba diulang lagi, di Limbangan, Garut, Jabar, pembakaran BENDERA RASULULLAH SAW, di Hari Santri. Oleh Pengadilan,  pelakunya dijatuhi Hukuman 10 hari.

ALLAH YANG MAHA KUASA, memperlihatkan kembali MAHA KUASA dan MAHA PERKASANYA. Berjuta halangan yang dibuat oleh Pemerintahan, dikecilkan dgn  digerakkanlah UMAT ISLAM tua, muda, pria, wanita, dan Tuna Netra, para Pedagang Kelapa,  dllnya dgn DANA PRIBADI dan KEMAUAN DIRI SENDIRI,  mengadakan  REUNI 212 DEMO SUPER DAMAI  SILATURRAHIM, 2 -12- 2018.

Dihilangkannya RASA TAKUT UMAT ISLAM. Dilarangnya Perusahaan Bus,  dilarang mengangkut Umat Islam Peserta Demo. Dijawabnya dgn Jalan Kaki. Membludaklah Bandara Udara  Laut, Darat,  Relawan Demo yang dipimpin oleh MALAIKAT. Langit pun tersibak. Bersih tanpa ada hujan. Siapa dan mengapa ?

ULANG TAHUN SATU ABAD PENGHINAAN THDP  ISLAM  dan RASULULLAH SAW  (1918 -2018).

ALLAH TELAH MENETAPKAN. AKU DAN RASUL RASULKU PASTI MENANG. ALLAH MAHA KUAT DAN MAHA PERKASA  ( QS 58 :21).

************
Sumber Buku Api Sejarah

Jangan Pernah "Merasa Lebih Renda" Dari Orang Lain (inferiority complex)

Kamis, 04 Oktober 2018


Di negara kita, salah satu penyakit yg ditularkan untuk melemahkan mayoritas umat Islam adalah inferiority complex (fenomena psikologis bahwa dirinya lebih rendah daripada orang lain). Setidaknya, penyebarannya di bangsa kita dimulai dari zaman penjajahan asing pada masa sebelum kemerdekaan. Sementara di dunia, jauh sebelum itu, pada saat zaman Romawi dan Persia masih berdiri, penularan inferiority complex kepada umat Islam sudah dijalankan.
Terlebih di saat orientalis Belanda bernama Christian Snouck Hurgronje pulang dari penyamarannya sebagai seorang Muslim dari Tanah Suci Makkah Al Mukarramah ke tanah air. Hurgronje melakukan propaganda sedemikian rupa agar masyarakat pribumi terjangkit penyakit inferiority complex akut dan menular. Memandang bahwa sebagai seorang pribumi yg terjajah, dirinya lebih rendah dibandingkan dengan penjajah. Bertemu bule, minder. Bertemu kulit kuning, malu. Bertemu kulit hitam, takut.
Terlebih, propaganda inferiority complex ini ingin menjadikan umat Islam itu tidak lebih keren dibandingkan dengan mereka dengan dibungkus dalil dan pembenaran tawadhuk.
Mau tidak mau, propaganda ini berhasil. Bahkan dampaknya terasa hingga sekarang. Sebagian masyarakat, ketika berhadapan dengan orang asing menjadi kikuk, minder, merasa bahwa dirinya lebih rendah daripada mereka. Kondisi seperti ini juga merembet kepada bahwa segala sesuatu dari luar adalah keren.
Inferiority complex ini mesti dilawan. Disembuhkan. Sudah bukan zamannya lagi kita tunduk dan takluk. Kalah dan mengalah. Sudah saatnta kita merdeka (dalam artian sebenarnya) dari belenggu penjajah.
Salah satu upaya mendobrak belenggu inferiority complex adalah dengan memunculkan kekerenan (baca: kemuliaan) kita di hadapan mereka yg sengaja ingin mencabik-cabik harga diri kita.
Kesombongan yg menjadi senjata mereka, dilawan dengan kesombongan. Keduniawian yg menjadi alat merendahkan, kita lawan dengan keduniawian. Namun tetap, jagalah orientasinya. Kita sedang menjaga izzah, bukan kemudian tenggelam di dalamnya.
Itulah kenapa para Khalifah, Sultan, Raja-raja, Panglima, bahkan para da'i penyebar dakwah 'seakan-akan tampak hidup wah'. Jangan dulu mencap mereka bermegah-megah. Orientasinya berbeda. Mereka sedang menjaga izzah dirinya dan umat Islam. Mereka sedang menyikapi dan melawan keduniawian yg menjadi alat orang-orang munafik dan orang-orang kafir dengan sesuatu yg mereka banggakan, yakni keduniawian.
Syaikh Ahmad bin Hanbal (Imam Hanbali) rahimahullah itu, jika mengajar mengenakan pakaian terbagusnya. Tampil keren sampai-sampai seorang Yahudi mempertanyakan perkara cinta dunia dan kezuhudannya.
Syaikh As Syahid Ahmad Yassin rahimahullah, tokoh perjuangan kemerdekaan Palestina yg lumpuh di hampir seluruh anggota badannya pernah di tanya kenapa beliau bergaya narsis dan keren pada saat difoto? Mengenakan jas terbaik, celana terbaik, sepatu terbaik dan mengangkat dan menyilangkan kaki tidak seperti ulama lainnya yg duduk tawadhuk.
Lalu Syaikh Ahmad Yassin pun menjawab, "Karena yg memotretku adalah sipir penjara Zionis Israel dan yg akan melihat fotoku nanti juga banyak di antaranya adalah mereka yg membenci Islam juga".
Rachid Nekkaz, miliarder dan muliarder asal Perancis yg berusia 38 tahun, dengan 'sombong'-nya ia membayar denda 2000 orang muslimah yg melanggar hukum akibat pelarangan pengenaan jilbab dan cadar. Ia umumkan ke seantero dunia. Pria ganteng, keren, kaya dan 'sombong' ini kemudian menggentarkan rezim pemerintahan Perancis.
Akibat dari kesombongan Nekkaz yg menghebohkan itu, aturan 'buka cadar atau denda 150 Euro' ini kemudian dicabut. Apakah terbayang jika Nekkaz melakukannya diam-diam, anonim, tidak narsis dan fenomena yg sering kali kita label dengan kata sombong itu?
Presiden Soekarno, kemana-mana tampil keren dan sombong. Tak pernah ia menundukkan dagu kepada orang asing. Ia kuasai bahasanya dengan baik. Ia kuasai budayanya agar bisa berdiplomasi dengan baik. Dan kita tahu sendiri pada masa pemerintahannya, Indonesia menjadi macan Asia yg ditakuti dunia.
Demikian juga dengan aksi pribadi atau sosial yg sengaja dinarsiskan oleh perorangan atau sebuah institusi organisasi, jangan tersinggung dulu. Karena sangat boleh jadi bukan sedang menyombongi kamu. Melainkan sedang menyombongi kaum yg lain.
Mayoritas kita karena inferiority complex tadi, melihat yg wah jadi goyah, minder, curiga dan berakhir dengan buruk sangka. Sementara, melihat yg berpenampilan lugu, berkomunikasi ala kadarnya malah simpati. Padahal penipu.
Kepada kita, jangan dulu tersinggung dengan saudara-saudaranya yg memunculkan kekerenannya, ulama yg berkendaraam kinclongnya, seakan-akan sombong dan hidup wah. Itu bukan untuk sesama kita. Itu adalah untuk mereka. Untuk melawan sebuah penyakit akut bernama inferiority complex yg sudah menjalar sejak lama. Ingat, hanya orang sombong yg akan tersinggung dengan kesombongan.
Sekali lagi, orientasi salah mereka terhadap dunia lah yg kita lawan dengan dunia juga. Karena dengan itulah hati mereka gentar.
Bukti paling dekat adalah bagaimana dengan paniknya mereka terhadap salah satu organisasi sosial dan kemasyarakatan Islam, organisasi politik bahkan hingga pribadi-pribadi yg tampil 'keren', cepat dan sigap saat ada bencana dan musibah. Mereka panik. Sehingga kemudian mereka munculkan narasi dan propaganda bahwa hal itu adalah hoax belaka.
Seandainya kebijaksanaan Sayyidina Abu Bakar ash Shiddiq tidak dinarsiskan, keberanian Sayyidina Umar bin Khatthab tidak dimunculkan, kedermawanan Utsman bin Affan tidak dimunculkan, kecerdasan Ali bin Abi Thalib tidak diramaikan dan kehebatan lainnya dari para sahabat Baginda Sayyidina Rasulullah Muhammad saw tidak diblow up, sangat mungkin para pembencinya tak akan gentar. Bahkan, sangat mungkin kita tak mengetahui betapa hebatnya para sahabat Baginda Nabi ini.
Ingat, zuhud itu bukan kuantitas materi. Zuhud adalah tentang kualitas hati.

TIDAK PERNAH ADA REFORMASI DI INDONESIA (Kilas Sejarah Bagaimana Pak Harto Memberantas PKI)

Selasa, 02 Oktober 2018


Mahatir M: "Krisis ekonomi 1998 memang dirancang untuk menjatuhkan Pak Harto. Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju.."
Lee Kuan Yew: "Pak Harto pemimpin luar biasa. Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam sejarah Indonesia ..."
Sultan Bolkiah: "Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu. Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat. Sangat disayangkan beliau dijatuhkan"
Pak Harto berkali-kali mengutarakan niat untuk mundur, namun beliau melihat ancaman luar biasa besar membahayakan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR utk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti.
Majalah TIME agen konspirasi global memfitnah Pak Harto & keluarga dengan tuduhan punya simpanan USD 30 Miliar ternyata tidak terbukti sama sekali. Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Pak Harto, satu pun tidak menemukan rekening, SDB, dsj di perbankan asing. "Silahkan cari kemana saja, jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati.." kata Pak Harto. Semua tuduhan itu fitnah.
Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (P Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) berkolusi dengan kelompok anti Soeharto. Penyebab utama Pak Harto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Pak Harto yang besar kepada umat Islam sejak 1986, pihak2 tertentu marah.
RI merdeka 1945, namun kemerdekaan umat islam Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987, setelah Pak Harto berpaling ke Islam.
Sebagai manusia Pak Harto sudah pasti tidak sempurna, ada kelemahan, kesalahan, kekurangan, namun beliau tetap Pahlawan, jasanya luar biasa besar. Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan G30S/PKI, membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama dan tokoh-tokoh anti PKI di seluruh Indonesia.
Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dgn Pak Harto awal Oktober 1965. CIA belum pernah buka ke publik, Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuannya dengan CIA beberapa hari setelah G30S/PKI di Jakarta.
Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapu, TNI AD di pimpin Mayjen Soeharto berhasil menggagalkan PKI untuk kendalikan NKRI. Faktor utama kegagalan Gestapu PKI, menurut CIA adalah 'timing' yang tidak tepat, Gestapu dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Okt 1965 ADALAH KESALAHAN FATAL. Gestapu PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta. Mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI.
Kesalahan fatal kedua PKI adalah meremehkan sosok Soeharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD, dulu Kostrad tidak prestisius. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan PKI sebagai pimpinan utama TNI AD. Under estimated terhadap Soeharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol. Soeharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.
CIA mengungkap sikap low profile Soeharto disebabkan oleh kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua Barat, di mana TNI kalah telak dari Belanda.
Fakta sejarah: Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dgn musuh (pasukan Belanda).
Fakta sejarah: Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua krna malaria, kelaparan, kedinginan dll, bukan karena bertempur.
Fakta sejarah: Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang bisa menuju ke Papua Barat dan tenggelam digempur Armada Belanda.
Fakta sejarah: 25 kapal perang RI dibeli dengan pola utang dari Uni Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM, mangkrak di Makassar.
Kekalahan telak Operasi Trikora sangat memalukan Soekarno yang sudah terlanjur berjanji kepada rakyat akan membebaskan Papua Barat, Soeharto kena getahnya.
Karakter Soeharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral, tidak berbahaya oleh PKI. Di internal TNI pada saat itu, ada TNI faksi pro Soekarno seperti Jenderal Ahmad Yani, ada faksi pro Abdul Haris Nasution (anti PKI) dan TNI faksi pro PKI.
Dari Film G30S/PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, rakyat tahu bahwa sempat timbul prokontra di polit biro PKI mengenai Jenderal Ahmad Yani. Keputusan PKI untuk menculik dan membunuh Jend. A. Yani yang Soekarnois didebat anggota polit biro PKI. Akhirnya bulat disepakati Jend. A. Yani masuk daftar korban. Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI utk menghabisi Jend. A. Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Soekarno meninggal dunia. Mayjen Soeharto adalah staf Jend. A. Yani, Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI, inilah kesalahan fatal Gestapu PKI.
Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dlm menyusun daftar korban. PKI tidak perhitungkan kemampuan militer Soeharto. Secara politik, benar Mayjen Soeharto sudah tamat karena memalukan Soekarno, secara militer juga tamat karena hanya jadi Panglima Pasukan Cadangan. Dari perspektif faksi militer, Soeharto tidak masuk faksi mana pun. Soeharto hanya dianggap bayang-bayang Jend. A. Yani, Gestapu pun dilancarkan PKI.
Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Soeharto lakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yang berujung kepada penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA. Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro Soekarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Soeharto dan Jend. Nasution yang terluka.
Mengapa Soeharto bisa mobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar..?
1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965.
2. Soeharto adalah ex Panglima Trikora, satu-satunya Jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar luput dari analisa PKI. Soeharto selaku eks Panglima Operasi Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI.
Soeharto ex Panglima Operasi Trikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI PKI, skak mat TNI balas aksi PKI.
"Bagi Soeharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang lawan pasukan Belanda. Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda" ~ CIA.
Laporan CIA tentang G30S/PKI dan operasi penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat. Jika bukan Mayjen Soeharto yang tersisa dan mengambilalih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti berubah, RI SUDAH JADI NEGARA KOMUNIS. Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada Mayjen Suoeharto ketika Gestapu PKI terjadi.
Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, komunis Rusia melakukan pembersihan, puluhan juta rakyat antikomunis dibunuh.
Komunis China selama revolusi kebudayaan bunuh puluhan juta rakyat sendiri. Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dll ..Komunis bunuh jutaan rakyat mereka sendiri yang anti Komunis. Komunis di seluruh dunia sama. Sesama komunis bersaudara. Komunis tdk mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern. Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis. Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat.
Kembali ke laporan CIA, Saya sungguh terharu membaca laporan tersebut karena membuktikan Sorharto tidak seperti tudingan sekolompok orang. Disebutkan bahwa setelah Soeharto berhasil memegang kendali TNI & memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan namun semua ditolak oleh Soeharto. Soeharto hanya mau berunding dengan CIA-AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS, jika tidak maka tidak ada perundingan.
Apa syarat yang diajukan Mayjen Soeharto kepada CIA-AS..? Bukan senjata bukan pula uang suap, dan juga bukan info intelijen, SOEHARTO MINTA BERAS.
Oktober 1965 Rakyat kelaparan, inflasi 650% (standar normal < 10%), defisit 175% (standar normal < 2,5%), bahan pokok langka, RI dalam bencana kelaparan. Terbukti Soeharto memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan meminta AS kirim beras ke RI, Rakyat RI utang nyawa pada Soeharto.
CIA awalnya menolak permintaan Soeharto, AS bisa bantu kirim senjata dll tapi tdk bisa kirim beras. Apalagi sebanyak 400.000 ton, AS tak bisa. CIA bujuk Soeharto akan bantu apa saja selain beras, anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS. Proses persetujuannya rumit, Soeharto tetap pada sikapnya, AS kirim beras ke RI secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke Lyndon B Johnson.
Gara-gara permintaan aneh dari Soeharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya, lobi senator dan anggota kongres. Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan mayjen Soeharto..? Karena keberhasilan Soeharto menggagalkan PKI berkuasa telah meringankan beban berat AS. Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya. Banyak negara di dunia telah dicengkram Komunis, di Asia Tenggara hampir semua jatuh ke tangan Komunis.
Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/Komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakah anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena Komunis. Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara dipatahkan Soeharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah dimana-mana. AS lega, Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis. Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh.
Teori Domino: jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yg dikuasai komunis maka Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga, akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis. Sungguh Mengerikan..!! ALHAMDULILLAH RI GAGAL DIKUASAI PKI.
Pemerintah AS sangat terima kasih atas jasa besar Soeharto menggagalkan komunis kuasai RI, Australia, New Zealand, Asia Tenggara, dst. Salah satu bentuk terima kasih AS adalah dengan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua Barat diserahkan kepada RI. Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI. Tidak ada kekuatan asing yang berani usik Papua sebagai bagian integral NKRI.
AS bantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI, juga laporan intelejen dari CIA yang memuat daftar nama-nama kader PKI. Karena kemiskinan/kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.
Fakta sejarah itu sekarang diputarbalikan oleh kader-kader dan simpatisan PKI, dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Soeharto dan TNI.
Untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, langkah Panglima TNI untuk memutar kembali Film G30S/PKI itu sudah tepat.

Kemana Prabowo Saat Titiek Menangis Penuh Duka?

Minggu, 23 September 2018


Tanyakan kepada Prabowo : Kemana dia saat Titiek menangis penuh duka.

Sesungguhnya tidak ada yang diharapkan seorang wanita pada calon suaminya, kecuali seorang pria yang dapat menjaga, melindungi dan selalu mendampinginya setiap saat. Bukanlah seorang suami yang kerap berjibaku dengan lumpur, hutan, rawa-rawa, apalagi bermain dengan kematian dan nyawa.

Yang dinikahi Prabowo Subianto adalah Siti Hediati Hariyadi, putri kesayangan Soeharto. Seorang dara keturunan kraton yang selalu berbicara lembut dan jauh dari kehidupan keras dan kasar. Namun saat cinta datang, Titiek tak bisa mengelak memilih suami seorang prajurit ABRI. Taman Mini Indonesia Indah menjadi saksi, bersatunya dua keluarga, Soeharto dan Soemitro ini. Lalu kemudian, Titiek pun mulai merajut asa rumah tangganya dengan angan indah dan bahagia hingga akhir hayat nanti.

Saat itu, kewibawaan negeri tengah dirongrong pihak asing. Saat Portugal dan Australia menginginkan kemerdekaan Timor Timur. Mereka ciptakan GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) dari warga lokal untuk melakukan pemberontakan. Aksi GPK jelas mengancam stabilitas nasional. Mereka bergerilya di hutan-hutan untuk menyerang ABRI dengan senjata otomatis. Puluhan tentara RI meregang nyawa dengan tubuh penuh luka peluru. Pemerintah tak bisa tinggal diam. Telalu banyak pasukan keamanan RI yang telah mereka bunuh. Prajurit ABRI pun diterjunkan pemerintah untuk mempertahankan teritorial tumpah darah ibu pertiwi.

Namun sayangnya, Soeharto tak tebang pilih saat mengirim prajurit untuk berperang. Suami putrinya yang belum menghabiskan masa bulan madu turut diterjunkan ke medan tempur. Sebagai prajurit, Prabowo siap kapan pun dipanggil tugas mengabdi pada negara. Tapi tidak dengan Titiek. Namun Titiek harus pasrah. Ini bukan pilihan, tapi perintah! Saat Prabowo akhirnya angkat tas, tinggalkan istri yang baru saja ia nikahi untuk berjuang, Titiek menangis, tak menyangka ayahnya begitu tega melepas menantunya mengadu jiwa dengan GPK. Kenapa bukan yang lain saja? Itu yang ada di benak Titiek.

Seorang prajurit seperti yang sering Titiek dengar dari ayah kandungnya adalah, siap membela negara, siap hidup di alam liar, siap mengadu jiwa, dan siap pulang hanya tinggal nama. Titiek sangat mengerti, dan itu yang membuatnya menangis. Namun air mata Titiek tak dapat mengubah keputusan ayahnya, tak dapat mengubah tekad Prabowo, dan tak dapat mengubah apapun.

Beratus malam putri Soeharto tidur dalam kesendirian dan kekuatiran yang mendalam. Di dalam kamar nyaman yang tak pernah terasa nyaman, karena bulir-bulir air mata Titiek kembali meleleh dan membasahi bantal dan guling. Malam-malamnya ia lalui di atas pembaringan yang empuk, gizi makanan yang terjamin, pakaian yang elok, tapi yang ada di pikirannya adalah, apa yang sedang terjadi pada suaminya di luar sana? Adakah ia terluka? Ataukah ia dalam keadaan sehat? Di tengah malam pekat gulita, di antara dinginnya cuaca, dengan perihnya perut karena lapar, Prabowo dengan kondisinya yang letih dan sangat lelah harus tidur di atas rerumputan dan bahkan di tanah lumpur alam terbuka.

Titiek merasa ia telah diperlakukan tidak adil oleh ayahnya. Lebih dari itu, Titiek bahkan merasa ia sedang dipelakukan tidak adil oleh negaranya. Kenapa rumah tangganya yang harus dikorbankan untuk bangsa? Kenapa kebahagiaannya yang harus digadaikan untuk negara? Tidak bisakah seorang Soeharto menukar Prabowo dengan prajurit lain, atau setidaknya memerintahkan suaminya pulang ke rumah barang sejenak. “Titek rindu..., Titiek kangen suami Bapak...,” tangis Titiek di depan Soeharto kala itu. Namun ayahnya, dari dulu, selalu hanya bisa menjawab, “Sabar nduk..., sabar..., ”.

Ketidakadilan dirasa Titiek tidak hanya sampai disitu, hatinya sedih dan berkecamuk, ia ingin bertanya kepada siapa saja yang bisa menjawab, ke mana suaminya saat ia ingin berkeluh kesah? Ke mana suaminya saat ia ingin bermanja? ke mana suaminya saat dirinya tergolek sakit? Ke mana suaminya saat ia mulai merasakan kehamilan? Di mana suaminya saat ia mengidam? Di mana Prabowo saat perutnya kerap mengalami kontraksi? Di mana putra Soemitro itu kala dirinya mulai memasuki masa melahirkan? Dan di mana pria yang selalu mengaku cinta kepadanya itu saat ia harus merawat dan mengasuh putranya sendirian? Tanyakan pada Didit kecil yang selalu menunggu ayahnya pulang di depan pintu. Tanyakan pada Titiek seperti apa rasa deg-degan hati ketika suaminya selalu berada di garis depan pada setiap pertempuran. Tanyakan juga pada Titiek seberapa tegar dirinya saat mendengar suaminya sempat berhari-hari hilang di tengah pertempuran, dan saat Prabowo ditemukan dalam kondisi pingsan dengan tubuh dipenuhi semut dan ulat. Prabowo selamat setelah nyaris saja tewas.

Titiek sulit menjalani kehidupan normal seperti saudari-saudarinya yang lain. Ayah dan ibunya mencoba menghiburnya seraya mengajarkan, bahwa cinta tak selamanya harus di sisi. Cinta tak selamanya selalu mendampingi. Cinta adalah mengabdi pada negeri. Bahwa cinta adalah pengabdian, dan cinta adalah pengorbanan meski harus beresiko tinggi dan menyakitkan hati. Titiek mencoba untuk belajar mengerti apa yang disebut dengan kalimat ‘mengabdi pada ibu pertiwi’.

Kisah keluarga yang tak memperoleh kasih sayang sempurna dari seorang suami dan ayah, hanya karena membela ideologi bangsa. Kisah suami dan ayah yang lebih memilih tidur di hutan, makan rerumputan dan dedaunan, meminum air mentah, dan lebih memilih tertembak mati di medan tempur dari pada sekedar membelai rambut anak dan istrinya dengan kasih dan cinta

Saat meledak peristiwa Mei 1998, Letjen (Purn) Prabowo Subianto tiba-tiba dipersalahkan atas kasus yang tidak pernah ia lakukan. Prabowo Subianto dituduh melakukan serangkaian pelanggaran HAM.

Diantara heningnya malam, di sela-sela renungan, kepada sang Pencipta, Prabowo tiba-tiba dikejutkan oleh kabar dari putra mahkota Yordania, Pangeran Abdullah, yang mengajaknya tinggal di negaranya. Prabowo pun kembali harus berpisah dari istri dan anaknya. Dan ini sebuah hal yang harus mereka lalui. Sebuah proses kehidupan yang tak ada satupun orang mengetahuinya kecuali Tuhan.

Di bahu kekar Prabowo Titiek terisak, di dada Jenderal Prabowo Titiek menangis. Kisah cinta sangat menyakitkan. Tapi inilah pengorbanan yang harus dipersembahkan untuk ibu pertiwi. Bahwa butuh lebih dari sekedar cinta untuk berkorban pada bangsa dan negara.

Sumber: From FP Facebook Kata Prabowo

DULU TAKUT MENJAGA ANAK PREMPUAN..TAPI SEKARANG LEBIH TAKUT LAGI MENJAGA ANAK LAKI2

Selasa, 23 Januari 2018


Tulisan dr. Ani Hasibuan, ahli syaraf di RSCM semua tulisan nya di banned oleh FB karena semua seputar bahaya LGBT.

Silahkan disimak sebagai ilmu tambahan kita sebagai orang tua, sbb :

Sekedar berbagi cerita dari poli saraf utk ibu2, spy kita semakin gencar menjaga lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal & lingkungan sekolah

Sebab LGBT itu PREDATOR, mereka SANGAT AGRESIF.

Sejak 1997 sy berurusan dg para gay. Smpai hari ini, belum pernah absen. Mereka pasien terbanyak HIV yg sy tangani. Yg hidup tinggal beberapa sih. Barusan suster sy lapor ada lagi yg meninggal 3 hari lalu, dg kriptokokus meningitis (infeksi jamur di otak)

Dari pengamatan sy,  Gay itu ada “kasta”nya
Ada yg dominan, biasanya yg punya uang & lbh tua secara umur, ada yg submissif, klo sy perhatikan, semacam “piaraan”. Piaraan ini berkasta juga, ada anak muda putih bersih klimis dari kalangan keluarga menengah, ada juga yg kelas sandal jepit (bukan yg harga 18 ribu ya 😔).

Perlakuan dari yg dominan pd piaraan juga berbeda sesuai KW piaraan. Yg KW ori diperlakukan sgt istimewa. Waktu sy kerja di klinik HIV RSCM, pernah dpt pasien mhsw univ swasta terkenal di jakarta, yg kena meningitis kriptokokus (jamur otak). Orang tuanya pekerja petrol, tinggal di Dallas, US. Dia disini tinggal sendiri. Anaknya tampan, klimis & kelihatan anak baik. Sang Dominan sering ikut mengantar klo kontrol. Jangan kaget ya, dominannya ini seorang AKTIVIS LSM ANTI-HIV. Itu klo si pasien sy ini mengeluh sakit kepala, si dominan ini mengelus2 punggung si submissif smbil bilang “sakit ya sayang? Yg mana yg sakit? Sabar ya sayang..” (untung sy msh setia pd sumpah hipocrates, klo sy berkhianat, si dominan itu mau sy suntik fentanyl 1000 cc biar mokat,mmpus).

Tapi sy prnh juga dpt seorg dominan yg kena infeksi di medulla spinalis, spondilitis TB, jd lumpuh kedua kakinya tiba2. Pas dirawat, submissifnya datang menemani. Itu dibentak2, gak ada sayang2, si submissif ini tampilannya sih kelas sandal jepit. Manggil dominannya “abaaaang..” (jijik ya dengarnya)

Ada juga piaraan bayaran. Satu pasien sy asal jogja (skrg sdh meninggal dg toksoensefalitis; bisul di dalam otak krn kuman tokso yg srg nempel di badan kucing, anjing) mengaku dia bayaran. Dipiara seorg aki2 cina utk bayaran 1000 smp 2000 USD per bulan. Uang nya dia kirim ke Jogja utk anak & istrinya 😩. Dia ini sejatinya bukan gay. Jd semacam pelacur lelaki (gigolo). Kerja sbg caddy lelaki di satu lapangan golf di Tangerang. Waktu ketahuan hiv & tokso, nangis meraung2, selama dirawat baca Qur’an terus, kalau sy periksa, slalu terisak2 & bilang menyesal. Pas ketemu bininya, sy yg berkaca2. Sebab bininya perempuan berhijab rapi dg dua balita yg juga berhijab.

Ada juga gay kakak adik. Sejak kecil dikasih satu kamar & satu ranjang oleh emak bapaknya. Pas gede, tau2 yg kakak kena kripto. Dicek hiv positif, ditanya pasangannya siapa, dia bilang adiknya. Pas adiknya dicek, positif juga hiv nya. Kedua2nya sdh meninggal, dlm satu ruang rawat yg sama. Ayahnya smp anak2 itu dikubur pun gak pernah mau datang nengok...

Hati2 dg anak2, ajarkan mereka utk bertindak agresif klo ada yg coba2 menggoda (gay), jangan kasih ampun, langsung pukuli beramai2.

Pengalaman sy dari anak2 yg kena goda para penyuka anus ini, mereka makin agresif klo yg digoda diam atau menunjukkan rasa takut. Tapi langsung berhenti klo yg digoda langsung main fisik.
(Beberapa anak muda yg digoda gay konsultasi ke sy bersama ortunya).

Bila anak bepergian, jangan ijinkan kalau sendirian. Usahakan beramai2, spy nyalinya tdk ciut klo ada gay yg dtg menggoda. Mereka bisa tawarkan apa sj, bisa uang, bisa ancaman, bisa bujuk rayu.

Dari wawancara dg pasien2 gay, mereka ini tadinya SEMUA pernah mengalami anal seks, sebagian besar secara paksa. Setelahnya mereka akan sngat dijaga & ditemani oleh kelompok gay. Pergaulannya diganti jd pergaulan gay, dst.

Cerita gay SEMUA TRAGIS... belum pernah sy dengar yg berakhir spt di cerita fairytopia... misalnya berakhir kayak Cinderella... happily ever after.... kisah para gay berakhir dengan tokso, kripto, TB, pnemonia, kandida, dan diujungnya, mati sendirian tanpa didampingi kaum nya...

Sy gak ngerti knp pemerintah abai pd mslh ini... sejak 1997, Prof. Sjamsurijal gak capek2nya mengingatkan, tapi faktanya, mereka semakin banyak...

Smoga Allah senantiasa melindungi kita & generasi penerus bangsa ini dari kezhaliman orang2 yg zhalim, Aamiin

#semoga bermanfaat

Maklumat Jakarta (Penyelenggara Reuni 212)

Senin, 04 Desember 2017

Maklumat Jakarta dibagikan panitia penyelenggara Reuni 212 kepada pers setelah acara selesai. Maklumat yang terdiri dari lima halaman dan 17 poin itu ditujukan kepada segenap bangsa Indonesia, seluruh umat Islam Indonesia, pemerintahan Jokowi dan masyarakat internasional pada umumnya.
Secara ringkas, berikut ke-17 poin Maklumat Jakarta tersebut:
1. Kami bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan barokah-Nya, dalam suasana apa pun dan keadaan bagaimana pun, sehingga sebagai bangsa Indonesia, kami semua tetap tegar dan percaya diri mampu membangun masa depan bangsa dan negara Indonesia yang lebih adil, lebih egaliter, lebih toleran, lebih manusiawi dan lebih etis serta harmonis sesuai cita-cita para founding mothers kita.
2. Agama kami, agama Islam, sebagai sumber moral yang paling tinggi untuk seluruh kehidupan kami, mengajarkan dua hal mendasar, yakni melakukan al-amr bil makruf dan an-nahyu ‘anil miunkar yang harus dibarengi sengan al-amr ‘adli dan an-nahyu ‘anil baghyi’ (‘anidzulmi).
Memenangkan kebajikan di atas keburukan, serta memenangkan keadilan di atas kedzaliman dalam segala bidang kehidupan adalah pesan ilahiyah, yang sangat asasi dalam Al Qur’an, sebagai konstitusi (dustur) kehidupan kami. Al Qur’an adalah konstitusi kehidupan kami di dunia dan konstitusi di akhirat kelak. Sedang UUD 1945 adalah konstutusi kita semua dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan ber-NKRI.
3.Dalam Al Qur’an dijelaskan bahwa tugas pokok para nabi dan rasul adalah menyampaikan kebenaran. Mareka para hamba Allah yang berhasil mencapai puncak-puncak kemanusiaan paling tinggi, diwajibkan hanya untuk menyampaikan kebenaran. Bukan untuk memaksa “Wa maa’alaina illa balagyl mubin” (tiadalah tugas kami (para nabi) kecuali hanya menyampaikan kebenaran yang nyata). Kami pun hanya menyampaikan, lain tidak.
4. Karena itu, melalui Maklumat Jakarta ini kami ingin menyampaikan apa yang kami rasakan selama ini sebagai umat Islam (atau paling tidak sebagai sebagian umat Islam), apa yang telah kami saksikan dan sedang kami saksikan, serta kekhawatiran kami tentang masa depan bangsa dan negara kita. Yang kami rasakan semakin lama semakin menggigit adalah sikap pemerintah yang kurang ramah kepada Islam dan umatnya. Terlihat dan terasa ada bagian-bagian tertentu dari pemerintah yang mungkin dihinggapi penyakit Islamophobia.
5. Kami melihat mereka yang sedang jumawa menghina umat Islam dengan segala ujaran kebencian yang bak air bah di medsos, dibiarkan terus menerus dan karenanya mereka merasa dilindungi oleh kekuasaan. Sebaliknya, bila ada undur kebencian yang muncul dari kalangan Islam, kekuasaan Jokowi begitu sigap mengejar, menangkap dan melakukan proses hukum.
6. Seorang anggota DPR RI yang di depan publik menyatakan kini ada sekitar 20 juta kader PKI yang akan bangkit, seperti tidak tersentuh hukum, karena memang dilindungi oleh kekuasaan. Sementara Ustadz Alfian Tanjung yang selalu mengingatkan bahaya kebangkitan komunis, kini meringkuk di penjara.
7. Perppu No 2 Tahun 2017 yang disahkan menjadi UU, dalam bacaan kami akan dan telah dijadikan pedang politik pemerintah Jokowi guna memangkas organisasi Islam yang dianggap dapat mengganggu kekuasaannya. Dalih yang dikemukakan merupakan lagu lama, yakni berbahaya buat Pancasila, NKRI, dan kemajemukan bangsa Indonesia. Tanpa proses pengadilan, kekuasaan secara sewenang-wenang dibenarkan untuk menentukan Ormas mana yang harus dipenggal dan mana yang boleh melangsungkan kehidupannya. HTI adalah korban awal, dan tidak mustahil kalau kekuatan-kekuatan demokrasi berdiam diri, akan ada korban-korban lain yang akan menyusul.
8. Pemerintahan Jokowi sengaja atau tidak telah membiarkan munculnya kekuatan ekonomi yang cukup dahsyat, sehingga kekuatan ekonomi itu dapat mendikte hampir bidang apa saja di Indonesia. Kekuatan korporasi aseng dan asing telah menjadi negara di atas negara, bukan lagi negara dalam negara. Kini negara kita telah menjadi sebuah coporate state, negara yang bersimpuh tanpa daya dan melakukan apa saja yang diinginkan oleh berbagai korporasi aseng dan asing itu. Sampai batas yang cukup jauh, kekuatan modal dapat mengatur berbagai kebijakan pemerintah hampir di semua bidang kenidupan.
10. Terlalu jelas UUD 1945 nampak tak lagi menjadi rujukan pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di era pemerintahan sekarang ini. Pasal 22 UUD 1945 telah dilupakan sama sekali. Pasal 33 ayat 4 mengharuskan ditegakkannya demokrasi ekonomi yang berprinsip pada kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan (sustainable), berwawasan lingkungan, kemandirian (bukan ketergantungan pada aseng asing) dan seterusnya, namun tidak pernah diperlihatkan. Bahkan telah dicampakkan.
Sementara ayat 3 dan ayat 2 dilaksanakan terbalik. Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya, serta cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat orang banyak memang dikuasai oleh negara, namun untuk sebesar-besar keuntungan korporasi aseng dan asing. Sama sekali bukan untuk kemakmuran rakyat.
11. Dalam 3 tahun perjalanan yang telah dilalui oleh pemerintah, program nawacita pemerintahan Jokowi berakhir dengan kehidupan yang lebih sengsara bagi kebanyakan rakyat. Pembangunan jalan tol dan puluhan proyek infrastruktur lainnya, tidak bisa memberikan trickle down effect (berkah ekonomi yang menetes ke rakyat kecil), tetapi menghasilkan trickle up effect. Pemodal kuat dalam negeri dan swasta aseng yang jauh lebih kuat yang justru memanen berkah Jokowinomics.
12. Pemerintah Jokowi tidak berhasil mengangkat rakyat miskin dan golongan ekonomi lemah ke kehidupan yang lebih baik. Bahwa program bansos dan dana desa dengan konsep cash for work baru akan diimplementasikan pada 2018 (tahun politik menjelang Pilpres), tentu karena perhitungan politik semata. Kebijakan seperti ini bisa jadi bumerang karena perut rakyat tak bisa menunggu. Meminjam ungkapan Bung Karno, the stomach cannot wait.
13. Kami mengingatkan seyogyanya pemerintah Jokowi segera menghentikan politik pecah belah terhadap rakyat sendiri. Selama 3 tahun terakhir, kekuatan politik dan kekuatan sosial yang rentan perpecahan, oleh pemerintah justru didorong dengan segala cara supaya benar-benar pecah. Maksudnya supaya pemerintah jadi lebih kuat. Akan tetapi logika ini sungguh berbahaya karena bisa dipastikan kekuatan politik pendukung Jokowi akhirnya pasti juga pecah, setidaknya retak berat. Politik pecah belah selalu bersifat contagious (cepat menjalar) dan berakhir dengan pecahnya sutradara pecah belah itu.
14. Korupsi musuh nomor satu rakyat Indonesia, makin tak terkendali. Kami minta Presiden Jokowi bertindak tegas agar KPK tidak menjadi lembaga yang prestasinya justru melakukan obstruction of justice, lewat dipetieskannya kasus-kasus berskala mega dan melakukan sandiwara OTT yang makin lama makin memuakkan. Presiden harus menjadi pemecah masalah, bukan bagian dari masalah.
15. Pemerintah Jokowi sebaiknya berhenti melakukan dan berhenti menikmati upaya pecah belah kekuatan politik anak-anak bangsa yang dilakukan oleh satu-dua menterinya. Jangan sampai karena asyik masyuk memecah kekuatan politik rakyat sendiri, sampai lalai terhadap apa yang sedang terjadi di Papua dan Papaua Barat.
Gerakan Papua Merdeka, mungkin tidak kita sadari, telah memenangkan pertarungan dalam banyak front atau forum internasional melawan Jakarta. Hampir di semua kampus terkemuka di Australia, Eropa dan Amerika, pasti ada kelompok dosen dan guru besar pro Papua merdeka. Hampir semua negara anggota OAU (Organisasi Persatuan Afrika) mendukung Papua merdeka. Desmond Tutu, Uskup Gereja Anglikan Afsel juga mendukung perjuangan ULMWP (Gerakan Pemerdekaan Papua Barat).
16. Ada keajegan dalam sejarah kekuasaan di muka bumi sejak zaman baheula sampai zaman now. Sebuah kekuasaan yang semakin jumawa karena tidak mengindahkan peringatan dari rakyat, bahkan peringatan dari alam, kekuasaan tersebut justru akan dibukakan oleh Allah SWT pintu-pintu kesenangan dan kemewahan yang terbuka lebar. Namun pada saat kekuasaan telah lupa diri, Allah SWT akan menjatuhkan palu godam-Nya dan kekuasaan yang lupa diri itu menjadi hancur, porak poranda.
17. Kami minta kiranya beberapa poin Maklumat Jakarta ini dijadikan salah satu rujukan Pak Jokowi yang tinggal dua tahun lagi berkuasa, agar kondisi negara kita tidak makin parah.

Sumber: Harian Umum dot Com.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger