Jokowi Seharusnya Sadar, Jangan Cuma Bisa Jadi Boneka

Minggu, 10 Mei 2015


Desakan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan reshuffle kabinet terus bergulir. Bahkan, bukan hanya itu, Jokowi pun diminta untuk menggandeng para politisi dari Koalisi Merah Putih (KMP) untuk masuk dalam lingkaran kabinet kerjanya.

Hal itu diungkapkan pakar Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Tjipta Lesmana dalam diskusi sekaligus peluncuran buku Republik ½ Presiden di Jakarta, Minggu (10/5). Tjipta menilai politik balas budi yang dilakoni Jokowi sudah terbukti tidak efektif, bahkan gagal. Tim ekonomi dan tim hukum adalah kabinet Jokowi yang paling lemah.

”Solusinya, Pak Jokowi melakukan reshuffle. Basisnya diperluas dengan menggandeng KMP,” kata Tjipta.

Berdasarkan pengamatan Tjipta, setidaknya ada 10 menteri di bidang itu yang perlu dicopot, kemudian diganti dengan tokoh yang berkualitas dan mumpuni. Namun, keputusan untuk mengganti pun menjadi tantangan tersendiri bagi Jokowi.

”Berani tidak? Kalau Pak Jokowi tidak berani, ditekan terus, mau reshuffle kabinet tetap percuma. Tapi, kalau Pak Jokowi berani, comot orang-orang yang kapabel (mampu, Red),” ujarnya.

Solusi melakukan reshuffle, kata Tjipta, adalah menggandeng KMP sebagai alternatif. Presiden Jokowi harus bisa menggandeng tokoh parpol yang mampu bekerja, bukan sekadar meminta jatah balas budi hasil pilpres.

“Jokowi harus sadar, jangan mau didikte terus. Ajak kawan-kawannya,” ujarnya mengingatkan.

SUMBER

*******************

Akibat memimpin tanpa kealian, itulah Dampak dari ketidaktahuan dalam bidang yang digeluti. sepertinya memang Jokowi juga layak untuk direshufle..
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger