Menikah Dengan Duda Bukanlah Aib !

Rabu, 16 November 2016

Assalamu’alaikum,
Ustadz yang saya hormati, saya Ibu Anisa 56 thun. Ada permasalahan yang sedang saya hadapi ustadz, mengenai putri saya. Dia sekarang sudah berumur 27 tahun. Sudah lama saya mengharapkan agar ia segera menikah. Sekalinya dia minta restu, mau menikah dengan seorang duda. Saya memang kaget, kecewa dan ada rasa malu. Mengapa memilih duda? Apa yang nanti dikatakan oleh orang lain mengenai saya dan keluarga. Tapi dia bersikeras, tetap ingin menikah dengan pilihannya karena sangat mencintainya dan menurutnya begitu shalih. Saya jadi bingung sendiri, karena respons ayahnya tidak seperti saya. Ayahnya akan merestui dengan siapa menikah asal putri kami benar-benar mencintainya. Saya benar-benar membutuhkan nasihat dan penguatan, ustadz. Maaf bila kata-kata saya kurang berkenan. Terima kasih.

*******

Jawaban
Wa’alaikumsalam wr wb
Ibu Anisa yang dirahmati Allah.
Semoga Allah selalu menimpahkan kebaikan pada anda dan keluarga. Semoga dapat menghadapi cobaan dan dapat menemukan jalan keluar yang terbaik. Ingat semua yang ditakdirkan Allah semuanya tidak ada yang kebetulan. Sehingga tidak ada lagi seorang pun yang menyaksikan anda  terpuruk dalam kebimbangan, tetapi justru menjadi sosok tegar yang penuh harapan. Amiin.
Ibu Anisa, permasalahan anda sudah kami pelajari, walaupun tidak begitu lengkap informasinya. Apakah duda cerai hidup atau cerai mati, dan kata-kata apa yang dikhawatirkan ibu dari orang lain. Ibu, putri anda berniat menikahi duda bukan sesuatu yang salah. Hanya saja, di lingkungan kita memang  tidak umum dilakukan atau tidak umum sebagai suatu cita-cita atau impian para gadis tentang pernikahan. Kalaupun ada, umumnya menikah dengan duda cerai mati.
Pria duda bukanlah aib, hanya karena satu sebab dia menjadi berbeda status. Apalagi bila kita melihatnya dari kesalehan pria tersebut. Apa yang menghalangi seseorang membenci atau menganggap hina seorang duda. Tidak ada jawaban bukan?
Ibu, alasan putri anda berniat menikahinya harusnya sangat membanggakan ibu. Bukankah itu nyang selama ini ditunggu jawabannya? Pun demikian, Anda tidak seharusnya rendah diri. Niat putri anda teramat mulia. Status duda yang disandang calon suaminya dikategorikan orang yang sendirian atau bujang berbanding lurus dengan status putri anda yang sendirian (Gadis). Firman Allah “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan kurnianya. Dan Allah Maha luas (pemberiannya) lagi maha mengetahui.”(QS. An-Nur : 32)
Benar, perintah Allah tersebut terarah kepada suami anda sebagai ayah kandung putri Anda, yang nantinya akan menjadi wali nikahnya. Bila memang anda menilai bahwa duda tersebut shalih, sebuah janji baik datang dari Allah dan Allah tidak pernah mengingkari janji-janjinya. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunianya. Janganlah bayang-bayang kemiskinan setelah menikah menjadi penghalang untuk menjalankan syariat Allah ini. Cukuplah, janji Allah dalam ayat tersebut untuk menepis keraguan anda. Dukunglah keteguhan niat dan kesiapan mental putri anda.
Ibu Anisa, sebagai masukan dan langkah selanjutnya agar dapat memantapkan anda menerima niat putri anda, lakukan proses penjajakan yang cukup. Lamanya proses tergantung kualitas pendekatan. Lakukan dengan resmi bersama keluarga besar anda, sehingga segala sesuatunya menjadi jelas. Proses ini berlaku untuk kedua belah pihak. Pihak calon suami, pertama pastikan status dudanya sudah benar-benar jelas dan tidak lagi mengandung perselisihan. Bukan hanya soal putusan cerai pengadilan (legal formal), tetapi juga tentang perasaan hatinya. Apakah benar-benar sudah selesai hubungan kasih di antara dia dan mantan istrinya,  bila cerai hidup.
Kedua, telusuri penyebab perceraiannya, yang dapat dilihat dari dua sisi dari siapa yang menggugat. Karena gugatan suami atau karena gugatan istri. Bahkan bisa dilanjutkan secara mendalam mengenai penyebab lainnya.
Ketiga, bila sudah memiliki anak, di mana anak tinggal, ini penting karena status ayah tidak akan pernah terhapus bagi anaknya.
Sedangkan dari pihak putri anda, cobalah selidiki dan ajaklah berdiskusi melalui pendekatan seorang ibu yang begitu mencintai putrinya. Tanyakan alasan yang menunjukan kematangan berpikirnya, sehingga dapat meyakinkan anda dan suami atas jodoh pilihan p[utri anda, berikan kesempatan putri anda meyakinkan dirinya sendiri dan anda tentang mengapa memilih calon suami yang seorang duda. Dan yang terakhir adalah, bantulah putri anda menghadapi kemungkinan menerima cibiran dan hinaan dari lingkungannya. Selamatkan dia dengan kebanggaan yang anda hadirkan untuk putri tercinta. Sabda Rasulullah SAW: “Seorang muslim adalah orang yang kaum  muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”(HR. Al-Bukhari no. 6484 dan Muslim no. 161)

Ust. Endang Abdurrahman (Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Batu)
-------
Saudariku, tidak ada seorangpun yang menginginkan rumah tangganya kandas dan menyandang status duda atau janda. Bisa jadi kegagalannya berumahtangga akan membuat seseorang lebih selektif memilih pasangan dan lebih berhati-hati menjaga bahtera rumah tangga barunya agar tidak lagi karam.
Seseorang yang pernah gagal biasanya tentu dapat belajar dari kegagalan sebelumnya meskipun tidak disangkal sulit untuk tidak membandingkan pasangannya sekarang dengan yang sebelumnya. Namun bila dia memilih anda berarti anda mungkin dianggap bisa menggantikan kebahagiaannya yang hilang dan pastinya anda memiliki keunggulan tertentu dibanding mantan isterinya.
Ejekan dan ucapan sinis mengenai rencana pernikahan anda dengan seorang duda, sebaiknya jangan terlalu dirisaukan. Karena yang bisa membuat anda bahagia sebagai seorang isteri adalah memiliki suami yang shaleh dan bertanggung jawab terlepas apapun statusnya. Jadi jangan surutkan langkah anda karena kontroversi masalah status duda yang sama sekali tidak penting untuk dijadikan alasan bagi anda membatalkan niat anda menikah dengannya. Semoga yang saya sampaikan bermanfaat. Wallahualam bishawab
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Ekspresi Bebas Arowan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger